Professional Freelance Photographer

video project

[pending] Project Timelaps

Pernah mendengar sebuah video timelaps? nah itulah yang akhir-akhir ini sedang tidak saya kerjakan. Lah kok bisa? lebih tepatnya saya masih bingung mau melanjutkan terus atau tidak. Walaupun saya tidak memberikan deadline pada diri saya sendiri untuk menyelesaikan video ini kapan, karena video ini memang tidak melibatkan pihak manapun.

Saya sebenarnya terinspirasi video timelaps kebanyakan di vimeo, terutama merangkum Jakarta yang dibuat sama salah seorang teman (group facebook DSLR Cinematography). Dan itu hasilnya memuaskan, dengan alur yang punya “cerita”. Denyut nadi ibu kota yang terekam apik, terutama pada post production yang sengaja digarap serius. Tentunya hasilnya menurut saya bagus, penonton sangat dimanjakan dengan gambar-gambar yang menarik.

Secara pribadi sih saya sempat ingin membuat timelaps sebuah pembangunan gedung baru (pertamina tower). Sayangnya baru berjalan satu bulan, saya nggak tahan karena kudu naik turun 2 lantai digedung seberang proyek itu dijalankan. Dan ketika itu saya sadar, sebenarnya ada GoProHD yang mungkin kalau saya memiliki akan mempermudah rencana pengerjaan ini. Walaupun sayangnya saya sendiri tidak memilikinya. Alhasil saya membatalkan project itu, dan kini gedung itu berdiri megah.

Mungkin ini sedikit yang saya miliki dari beberapa stok timelaps yang sempat saya gabungkan (mix) walaupun hasilnya menurut saya sendiri tidak begitu memuaskan.


Merayakan dan Meramaikan #17an

dedi priansyah dan akmal ferdana

Sebenarnya sudah cukup lama ingin menulis kembali, akhirnya bisa menyempatkan menulis disini. Kembali sedikit berbagi disini tentang berbagai arti, kali ini berbagi arti #17an menurut saya sendiri. Setidaknya mengartikan jujur dan polos #17an menurut saya pribadi.

#17an menurut saya kalau kecil dulu, bakalan nggak ketinggalan ikut lomba di kampung saya. Kegiatan ini terhitung sejak menginjakan kaki di Sekolah Dasar saya paling demen ikut rame-rame acara #17an (tujuh belasan). Lah? gimana nggak mau ikut lomba, disuruh sama wali kelas di sekolah je? Tahu kan rasanya jadi anak kecil jaman SD. Suka nggak suka ya kudu melu, pokoknya meramaikan kegiatan yang diadakan setahun sekali untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia ceritanya.

Kalau ditanya lomba #17an yang paling demen diikuti dulu apa ya? *mikir* *elus-elus jenggot* | Yang jelas sih kalau dulu ikut lomba yang nggak kotor-kotor gitu deh. Habis nyali saya nggak gede-gede amat untuk ikut lomba cabut koin dibuah yang berlumur oli (tahu kan bentuknya gimana?), atau mungkin mainan panjat pinang (yang ini mesti familiar lah).  Dan sejauh sampai saya beranjak dewasa pun belum pernah nyentuh lomba cabut koin dan panjat pinang. Lah? tampaknya saya cemen juga untuk ikut lomba #17an, paling mentok dulu sih ikutannya lomba makan kelereng sama gigit kerupuk tuh paling demen. Nah kira-kira lomba #17an yang ada kegiatan makan kelereng dan gigit kerupuk itu perlu ditangkep tuh penyelenggaranya, karena dapat menyebabkan usus buntu, *lah namanya juga makan kelereng*

View More Post


Individual Life – Kafe Djendelo

“Hari ini, sekarang, atau tidak sama sekali” – sebuah Judul pertunjukan dari Individual Life. Yang dihelat di Djendelo Kafe, sebuah tempat nongkrong yang menyatu dengan Toko Buku Togamas. Dengan konsep yang sangat minimalis, dan peralatan full akustik. Dan tentunya acara yang dimulai sekitar pukul 20.00, Kafe yang menawarkan menu dengan bahasa ejaan lawas ini sudah lebih dulu ramai menunggu aksi dari Individual Life.

Saya secara pribadi ini kali kedua setelah sebelumnya saya menonton Individual Life pada acara FMF (Hastamanana), kira-kira hampir satu tahun yang lalu dan kembali bisa menikmati permainan musik Individual life. Saya secara pribadi tidak terlalu dekat, ataupun mengenal band yang mengusung aliran instrumental (nah sekarang saya pura-puranya nulis semacam wartawan musik). Perkenalan dengan musik instrument band ini sendiri ketika saya mendapat CD kompilasi band Jogja pada acara Lockstock yang diadakan oleh Effort Creative. Dari sekian banyak musik kreatif, terselip rupanya salah satu trak yang nyaman didengar. Hal ini lebih kepada musik instrument yang memberikan nuansa baru dalam dunia musik Jogja.

View More Post


Sebuah Band di Gubeng Pagi Itu

Selamat buffering, kalau jaringan anda nggak kuat nasib :P .

Enjoy listen this band, with song Leaving On A Jet Plane.


Documentation Survey KKN UGM 2010

A documentation survey when i’m KKN in North Molucas, Halhamera Barat June 2010.

Ini sebuah kompilasi rekaman yang menyeluruh terpadap kegiatan survey KKN UGM Maluku Utara, dimana kami mendatangi 6 desa yang untuk mengetahui dan memetakan kebutuhan setiap desa. Dan menentukan desa mana saja yang masih cukup untuk ditangani melalui program-program KKN kita. Dari 6 desa tersebut sebenarnya merupakan desa yang berada pada posisi konflik administrasi dua kabupaten, antara kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara. 6 Desa itu antara lain, Dum-dum, Pasir Putih, Bobaneigo, Akelamo, Tetewang, Akesahu. Tetapi pada kenyataannya ini hanya perebutan daerah tambang emas terbesar yang dikuasai perusahaan asing Nusa Halmahera Mineral (PT. NHM), dimana PT. Aneka Tambang hanya memiliki saham 8% dari total saham PT. NHM.

Dokumentasi lain berubah rekaman audio diskusi dengan warga mengenai konflik yang pernah terjadi, kemudian sengketa administrasi yang tidak cukup serius diselesaikan oleh pemerintah pusat.


[video report] Fun Jepret Kaltim Fair 2011

Disebuah kesempatan dalam berlibur di Samarinda, saya menyempatkan untuk menikmati sudut-sudut kota Samarinda. Kembali bercengkrama dengan debu jalanan, polusi serta kemacetan rutin dibeberapa titik di Samarinda. Memang sudah seperti biasa ketika pulang ke Samarinda, saya selalu berusaha untuk memberikan oleh-oleh untuk dibagi kepada teman-teman. Dalam hal ini tentunya bukan oleh-oleh berupa barang, sebuah tulisan, gambar atau video menjadi pilihan saya ketika ingin memberikan oleh-oleh dari kepulangan saya ke Samarinda.

Disebuah malam, saya mengaktifkan jendela chatting facebook saya untuk menyapa beberapa teman. Kebetulan malam itu saya sedang asik ngobrol dengan mas Irfan Aditama, seorang jurnalis foto harian KaltimPost. Memang kebetulan kami belum pernah bertatap muka, tetapi untuk menjalin hubungan melalui media baru merupakan sebuah jalan untuk kenalan juga sih sebenarnya. Malam itu saya lagi asik ngobrol tanya-tanya kerjaannya mas Irfan, ya beliau terhitung baru-baru saja bekerja di KaltimPost. Sekitar 3 tahun lebih beliau bertugas, mas Irfan sendiri merupakan lulusan dari kota Jogja dan kembali ke kampung halaman untuk mengabdi :D .

Karena setiap kali pulang ke Samarinda, saya merasa tidak mendapatkan sesuatu yang berbeda. Seperti ada event apa, saya selalu luput, kalau tidak selisihan dengan tanggal kedatangan saya di Samarinda. Tetapi kali ini untungnya tidak luput, karena sempat ngobrol-ngobrol sama mas Irfan tanya-tanya seputar event di Samarinda. Tentunya kalau jurnalis, mesti ada mengetahui apa yang terjadi di kota Tepian yang kecil ini.

Berdasarkan informasi dari mas Irfan, katanya ada Kaltim Fair yang diadain di Halaman Parkir GOR Segiri. Acara Kaltim Fair ini diadakan dari tanggal 2-8 Februari 2011, banyak stand-stand dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari KomInfo, Pertambangan, Peternakan, sampai Arsip pun ada. Diwaktu senggang saya sempatkan untuk datang pada 6 Februari, bertepatan dengan hari minggu untuk melihat-lihat keramaian hiruk pikuknya Kaltim Fair ini. Sekaligus melihat bagaimana acara Fun Jepret yang bekerjasama dengan Satria Putra Production yang menyiapkan model untuk difoto, dan didukung oleh LP3I dan Arthography.

Kegiatan hunting foto model ini di hadiri oleh banyak peserta penggemar fotografi di Samarinda, terutama teman-teman SPOT yang menjadi salah satu perkumpulan penggemar fotografi di Samarinda yang memiliki banyak anggota. Semuanya datang merapat di area panggung, untuk memotret beberapa model yang berjalan di catwalk (baca: tempat kucing jalan *LOL). Model-model ini menggunakan wardrobe etnik khas Kalimantan, ya namanya juga mencoba untuk lebih dekat dan cinta dengan culture borneo yang unik ini.

Lihat Video


Jogjanews[dot]com Launching Party

Disuatu kesempatan malam minggu (29 Januari 2011), saya sedang menikmati malam dirumah menyempatkan datang ke Jogja National Museum untuk menghadiri launching sebuah situs berita online Jogjanews.com yang memang merangkul local scene di Jogja pada malam itu.

Dubyouth, kemudian Armada Racun yang menjadi bagian menarik malam itu memang ditunggu sekali. Dua bagian diakhir acara ini cukup membuat sabar para pengunjung JNM malam itu. Apalagi cuaca Jogja malam itu sedang hujan pun tidak menyurutkan para penonton untuk hadir dan merapat di JNM malam itu.


Sebuah program berkelanjutan

Ketika kita berbicara buku dalam perkuliahan, sebuah hal mutlak bagi mahasiswa untuk mempunyai buku bacaan mengenai perkuliahannya. Bukan dalam hal fisik buku, tetapi bisa berupa softcopy ataupun fotocopy dari buku asli. Ketika teman-teman kampus waktu itu sedang berkompetisi mengadakan sebuah gerakan sosial untuk membantu sesama. Setidaknya dalam lingkup kecil, dan yang lebih penting. Dalam hal ini program Hand a Book, yang digawangi oleh Lolitya Anindita dan Damar Wijayanti mendapat antusias yang cukup tinggi dikalangan internal kampus, jurusan ilmu komunikasi UGM.

Program ini juga membawa dua orang ini mendapatkan emas pada BG Award Citra Pariwara tahun ini 2010. Dan keberutungan juga bagi saya yang telah membantu mereka bersusah payah menyelesaikan semua programnya walaupun saya tidak begitu banyak membantu dalam program ini.

 

Foto-foto cuplikan gambar dari adegan result kampanye yang sudah berjalan sekitar sebulan lebih.

This slideshow requires JavaScript.

Dan ini videonya


Opening Festival Film Dokumenter 2010

Selamat Datang di Festival Film Dokumenter 2010 tahun.

Pembukaan FFD tahun ini ditemani rintik hujan kemudian cuaca yang cukup mendukung untuk bermalas-malasan tidak membuat tamu undangan dan teman-teman komunitas datang untuk menghadiri pembukaan Festival Film Dokumenter 2010 yang mengangkat “Hipocracy”. Kata Pengantar mas Iwan bisa dilihat disini.

Perfomance Frau – Leilani malam itu menunggu hujan tidak turun. Saya rekam khusus buat Lani, mesin penenun hujannya tepat dengan suasana malam itu Jogja yang hujannya awet buanget. Dan tentunya tata cahaya yang cukup artistik, sehingga Lani malam itu mukanya dirahasiakan. *ngikik*

Dari pada saya selo nggak tahu harus berbuat apa, dan kamera beserta lensa jamuran mending saya berkumpul bersama teman-teman FFD. Membantu dokumentasi bareng Swandi Ranadila yang cukup tambun dan pandai memotret. Setidaknya partner motret satu ini, punya karakter foto yang menarik.

Dengan memukul instalasi televisi ini sebagai tanda Festival Film Dokumenter ini dibuka. Itu isinya potongan kertas dan permen lho.

Lani Frau membawakan beberapa lagu sebagai hiburan pembuka di acara opening FFD 2010


Video Pinasthika 2010

Ini merupakan beberapa stok dokumentasi video Pinasthika 2010. Dimana saya mendapat project untuk mendokumentasikan kegiatan Pinasthika mulai dari penjurian yang dilakukan di Hotel Sheraton, kegiatannya di Hotel Hyatt, sampai awarding nigth di pelataran Candi Prambanan.

video diatas itu kompilasi rekaman kegiatan Pinasthika dari penjurian karya di hotel Sheraton oleh para juri, kemudian karantina dan pemberian materi peserta AdStudent oleh Ayah Djito Kasilo, Seminar rangkaian acara di Hyatt Regency, sampai pada Awarding Nigth di Pelataran Candi Prambanan. Music by Jogja Hip Hop Foundation.

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,982 other followers