Professional Freelance Photographer

Fotografi

[Tips] Memotret Saat Hujan

selalu siap sedia ketika arah semprotan selang pemadam ini mendekat kepada panggung

Pastikan anda siap untuk menghindari cipratan airnya

Aha! Sudah cukup lama saya nggak posting “sesuatu” yang mungkin agak serius. #eh tapi yang kali ini pun nggak serius-serius amat kok. Cuma pengen berbagi tips dan pengalaman memotret, setidaknya sayang banget kalau ada pengalaman nggak dibagi. Biarlah yang lain juga belajar bersama… -sambil niup terompet-

Pada bagian ini saya ingin berbagi tips memotret dalam kondisi hujan, atau lebih tepatnya kondisi disaat anda mau motret disana lagi banyak percikan air. Entah air dari langit(hujan), air dari selang pemadam(kebakaran), atau mungkin juga dari watercanon punya polisi. Yang jelas motret dalam kondisi cipratan air, bukan dicelup kameranya kedalam air lho ya. Kalau dicelup kedalam air mah lain cerita, itu namanya underwater.

Yang merujuk dari artikel asli National Geographic dan ini. Saya sih pengennya share tips berdasarkan pengalaman pribadi. –sok bener banget saya?- Nah! Kalau saya ngasih tips yang bener kayak artikel diatas ntar jadinya ya sama plek dan nggak asik.  Makanya menulis tips sesuai pengalaman hidup. #eh *edited link-see the comment*

Yuk lihat lebih lanjut


[Gladi Resik] Kraton Wedding

Gladi Resik Pernikahan Nurastuti Wijareni dan Achmad Ubaidillah 7

Sabtu(15/10), saya bergegas mengarahkan kendaraan saya ke Bale Raos di Kraton Dalam yang dijadikan Media Centre Kraton Wedding. Niat saya memang ingin melihat suasana Bale Raos yang jadi Media Centre, sebelumnya saya memang mengajukan berkas di Kantor Gubernur DIY untuk izin peliputan Kraton Wedding. Yang berakhir berkas dan pas foto berhamburan ria disalah satu meja di Bale Raos, tidak hanya satu tetapi beberapa belas mungkin puluhan. Dari berbagai macam media, yang mungkin sebelumnya sudah pernah mengurus untuk peliputan di Kraton biasanya lebih mudah. Sedangkan untuk ukuran acara Kraton Wedding yang besar ini, sudah tentu banyak dari “media” yang mengurus ID peliputan. Sayangnya saya hanya berbekal dari media kampus, yang mungkin dianggap nggak jelas juntrungannya. Saya pun memberanikan diri memasukan berkas, yang akhirnya ditolak. Lah? kok malah saya curhat ya? :P setelah di tolak pun saya lebih memilih duduk santai sambil menikmati secangkir kopi dan melihat suasana para wartawan dari berbagai media massa.
Iseng-iseng buka wifi di Bale Raos, eh kecantol hotspot buat media centre coba di connect yang akhirnya gagal karena memang nggak free. Yasudah abaikanlah itu, setelah mengamati gerak-gerik beberapa orang yang mungkin “baru” untuk liputan di Kraton pun lucu juga. Ada yang dari sebuah media yang juntrungannya nggak jelas, latar belakangnya pun nggak begitu jelas tapi bisa lolos. Sambil mengintip kertas yang dibawa oleh salah seorang panitia (Event Organizer-TIGER), #eh lucu dari media di Jakarta ya ampun listnya di booked ada yang sampai 15 lho? itu satu media? yang saya geleng-geleng kepala ya itu dia. Mungkin stasiun televisi anggap aja wajar? tapi ini kelewatan banget sampe segitu? padahal liputan di dalam Kraton paling tiga kameramen, dua reporter, tiga asisten kamera pun sudah jadi?  dalam hati saya pun berpikir. “Oh mungkin driver, sama kru yang di mobile broadcast juga dapat”. Setelah sekitar 15 menit nongkrong di Bale Raos, saya pun jalan-jalan iseng ke Alun-Alun Utara yang lagi gladi resik, untuk persiapan keamanan Pak Beye, Pak Jusuf Kalla, dan beberapa jajaran Menteri. Yang semua pejabat negara datang dan masuk Kraton bukan sebagai pejabat, mereka adalah pribadi masing-masing.

View More Post


Split Second, Split Moment by Julian Sihombing

Disebuah sore sudah saya menyediakan waktu untuk datang ke sarasehan pada pameran foto Julian Sihombing, salah seorang editor foto di Kompas. Ketertarikan saya untuk datang ke acara itu Sabtu (9/4) di Bentara Budaya, untuk bertemu tatap muka, kemudian sedikit bincang-bincang mengenai fotografi jurnalistik, tentunya mengikuti diskusinya. Disanalah arus bertukar pikiran terjadi, antara penikmat pameran dan pembuat karya.

Sarasehan pameran Split Second, Split Moment oleh Julian Sihombing di Bentara Budaya Yogyakarta

Karya dan Penikmat.

Menghubungkan antara karya fotografi dan penikmatnya tidak bisa dilepaskan, bagaikan satu kesatuan dalam sebuah kegiatan. Ada karya dan ada yang menikmati, sama seperti musik, atau seni dimana ada bentuk karya dan ada yang menikmati. Sama halnya dengan pameran foto Julian Sihombing yang diadakan di Bentara Budaya Yogyakarta, ini adalah karya-karya yang terpilih dari sekian banyak hasil jepretan beliau.

Untuk mendapatkan karya-karya terpilih dalam pameran “Split Second, Split Moment”. Beliau menjelaskan saat diskusi “beruntung Kompas, salah satu media besar yang mempunyai sistem arsip yang rapi” sistem arsip yang rapi mendukung beliau untuk mencari foto-foto yang waktu dulu mendapat apresiasi baik dari pembaca kompas. Mendapatkan karya-karya ini pun butuh waktu beberapa bulan, tentunya proses yang lama ini mewakili dari setiap rentang jaman di Indonesia yang terekam dalam frame Julian Sihombing.

Lanjutkan


Review Bushnell Televar

Jumat (24/12) merupakan hari yang cerah, tapi sayang baru hari ini saya sempat untuk pergi keluar dengan membawa kamera dan lensa baru saya. Sebuah lensa yang cukup unik, tetapi sangat sulit digunakan.

Saya mendapatkan lensa itu karena memang ingin menguji seperti apa hasil dari lensa tersebut, Bushnell Televar Variable. Ada beberapa hal yang membuat saya tertarik untuk membeli lensa unik ini, pertama karena saya anggap ini lensa cukup langka, kedua bentuknya unik dan focal length yang cukup menggiurkan (325mm f 8 – 650mm f16). Walaupun menggunakan tipe mount lensa ini M42, sehingga saya menggunakan converter untuk dipasangkan di body 7D. Dengan keadaan bukaan diafragma tidak dapat diubah, karena sesuai dengan jarak focal length tersebut.

Kemudian saya akan membahas lensa Bushnell Televar unik ini, pertama dari sisi body, materialnya. Dalam hal ini material yang digunakan Lensa ini full metal, yang sangat kokoh. Kemudian yang menarik adalah bentuknya seperti monocular, entah fungsi awalnya lensa ini sebagai teropong atau memang digunakan sebagai pemotretan dengan kamera film. Karena ketika digunakan langsung pun bisa jadi teropong atau monocular. Setelah itu saya akan beralih pada hal yang paling menarik menurut saya, pada bagian ini tampaknya sedikit terlupakan. Dimana jajaran lensanya yang sederhana, dan juga kualitas optik yang digunakan mungkin sangat dibawah standar. Tetapi kalau digunakan secara kasat mata tidak menggunakan kamera sudah sangat cukup untuk meneropong.

Entah mengapa lensa produksi jepang kali ini menggunakan optik yang bisa dikatakan kualitas bawah. Terbukti dari hasil uji coba saya, dengan menggunakan kamera canon 7D. Sulit mendapatkan fokus, ataupun infitity fokusnya bisa dikatakan tidak ada menurut saya. Atau mungkin karena kualitas optik yang rendah menyebabkan gambar yang dihasilkan oleh sensor digital tidak sebanding dengan lensa-lensa lain. Hasil foto dan video review lensa Bushnell Televar ini tanpa retouch, hanya resize saja.

Hasil Foto dan Videonya


Hunting Waisak 2553

Jumat(8/5) kemarin saya dan teman-teman dari Publisia Photo Club beserta Unit Fotografi UGM, berangkat dari Gelanggang sekitar Ba’da Maghrib. Hal ini dikarenakan padatnya jadwal teman-teman yang ada kuliah dan tidak bisa ditinggalkan, sehingga membuat agenda yang sangat mepet sekali tetapi tetap tidak kehilangan moment.

Malam sekitar pukul 20.00 waktu Magelang,kami tidak dipenginapan dan telah berada dikamar masing-masing untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan dari Jogja dengan kondisi cuaca yang kurang baik(gerimis). Setelah kelar istirahat sejenak,kami pun berencana mencari makan malam diluar penginapan. Kami mendapat rekomendasi dari Mas Budi yang kakak tingkat kami, kebetulan freelance National Geographic juga. Menyarankan beberapa tempat,tetapi ada satu tempat yang terdekat. Yap! saya lupa tempatnya, yang jelas sekitar 10 menit perjalanan dari penginapan, menunya cuma bakmi kalau tidak salah.

Tetapi di tempat yang menjadi rekomendasi Mas Budi itu rupanya perlu memesan jauh sebelumnya,karena memang dibuat tidak banyak. Berhubung langsung dibuat oleh pemilik warung itu sendiri. Menu bakmi(kalau tidak salah) itupun sudah habis ketik kita sampai disana. Dan menariknya lagi,walaupun warung itu kecil tetapi pengunjungnya sangat menarik. Karena yang datang pun tidak semua orang yang berbondong-bondong datang, tetapi hanya ada kira-kira 6-8 orang 6 diantaranya turis dan sisanya guide mereka. Beserta beberapa fotografer media, seperti Kompas, Reuters, Jakarta Post yang sedang menikmati suasana ditempat itu.

Dewi Fortuna malam itu tidak berpihak kepada kami, sehingga membuat kami pun pergi meninggalkan warung kecil itu untuk mencari makan ditempat yang lain. Setelah melewati persimpangan antara penginapan dan Borobudur, kami pun terpisah menjadi dua kelompok. Secara spontan teman-teman Unit Fotografi tersebut berinisiatif untuk memotret Borobudur pada malam itu yang kebetulan lagi gladi bersih untuk acara besok malamnya. Setelah kami terpisah, teman-teman PPC mencari makan dan saya yang ikut dengan teman-teman UFO blusukan ke Borobudur. Hal ini terjadi karena beberapa pintu ditutup, dan membuat kami saat itu masuk lewat pasar di Borobudur.

Setelah tiba didalam,rupanya suasananya sudah sepi sekali. Dan lampu sorot yang mengarah ke Borobudur itu sudah mati, mungkin dinyalakan lagi besok malam ketika acara berlangsung. Dan kami pun berlapar-lapar untuk memotret beberapa bagian di Borobudur. Sedang asiknya motret, Babol yang salah satu dituakan di UFO ditawari makanan dari Panitia Walubi. Sekitar 10 dos, makanan yang cukup mengganjal perut kami yang sudah lapar sejak tadi.

Setelah makanan itu habis, barulah teman-teman PPC lain yang juga kelar makan sampai di Borobudur. Tepatnya tidak jauh dari kami makan, mereka datang juga untuk memotret-motret. Kelar motret-motret malam itu pun kami kembali kepenginapan untuk mempersiapkan tenaga, buat hunting keesokan harinya yang bakal menyita banyak energi.

View more post


Pameran Fotografi FOTKOM 401 UPN YK

Suasana Pameran yang diadakan Kelompok Studi Fotografi UPN YK merupakan pameran perdana angkatan ke-9

Suasana Pameran yang diadakan Kelompok Studi Fotografi UPN YK merupakan pameran perdana angkatan ke-9

Kemarin malam (22/03) sih diajakin sama Awe buat menghadiri pameran foto teman-teman dari komunitas fotografi komunikasi UPN yang diadain di Karta Pustaka Yogyakarta. Tapi sebelumnya saya diberitahu dia buat ke kampus aja, nungguin siapa tahu ada yang mau berangkat dari kampus. Jadi akhirnya saya ke kampus dulu, dan menemukan Ihda yang sedang menunggu di Kepel ketika saya sampai kemudian disusul oleh mas Nagara yang juga baru sampai.

Jajanan yang menyambut para pengunjung malam itu.

Jajanan yang menyambut para pengunjung malam itu.

Setibanya disana sekitar pukul 20.00 jam ponsel, acara pun akan dibuka. Dan saya, Ihda dan Nagara pun masih menunggu keberadaan Awe yang sebenarnya jarak tempuhnya lebih dekat dan lebih cepat. Sampai acara dibuka secara resmi oleh teman-teman FOTKOM pun dia belum nampak batang hidungnya. Yah apa boleh buat, mending ditinggal aja deh ngisi buku tamu sekaligus menikmati jamuan malam itu.

Kebanyakan teman-teman yang hadir juga berasal dari komunitas fotografi mahasiswa juga.

Kebanyakan teman-teman yang hadir juga berasal dari komunitas fotografi mahasiswa juga.


Workshop Fotografi Kemarin

Sungguh memuaskan acara yang berlangsung pada tanggal 14 maret 2009 kemarin yang diadakan di gedung University Club UGM. Teman-teman sudah banyak bekerja dengan maksimal, dengan SDM yang minim memang kami berusaha untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk PPC.

Workshop Fotografi dengan mengangkat tema batik dalam fashion fotografi sendiri sebenarnya diakui oleh Nita Azhar cukup jarang sekali, kemudian juga Jerry Aurum sepertinya juga sangat senang dengan tema workshop kali ini. Apalagi acara ini cukup menarik dengan didukung pula Risman Marah sebagai moderator.

Dari workshop yang kami adakan kemarin merupakan sesuatu yang sangat berani mengambil keputusan, karena pada waktu yang sama pula di Solo ada Workshop Fotografi yang pembicaranya bisa dikatakan cukup ternama juga. Tetapi hanya berbeda tema pada acara yang diadakan. Sejauh ini yang saya ketahui di Jogja sendiri sangat jarang sekali ada yang mengangkat tema batik pada tema workshop fotografi, apalagi workshop fotografi dengan pendekatan etnografi-dengan pembicara don hasman dan arbain rambe yang diikuti oleh peserta yang tidak lebih dari 25 orang, hal itulah yang menjadi rasa puas secara pribadi apalagi teman-teman yang telah bekerja sepenuh jiwa dan raganya demi tercapainya workshop ini.

Banyak cerita yang bisa dibagi…. oleh Aldy

tell about creative idea about photography

tell about creative idea about photography

Finish. Andhy and Wilda

Finish. Andhy and Wilda

agak kebawah dikit... dan saya tidak ikutan...

agak kebawah dikit... dan saya tidak ikutan...


Samarinda Kembali Terendam Banjir

Minggu(8/02) dini hari Samarinda kembali diguyur hujan yang cukup deras diiringi oleh angin yang kencang.  Malam minggunya saya juga menyempatkan untuk menikmati angin malam Samarinda di sekitaran Awang Long untuk menikmati hotspot sekaligus nongkrong(postingan sebelumnya).

Sabtu(7/02) malam sudah ada awan-awan hujan yang sudah terkumpul, pada siang harinya pun seperti biasa kalau mau hujan cuacanya pun akan terasa panas sekali. Dan benar saja ketika minggu dini harinya benar saja sebelum hujan turun, angin deras pun bertiup kencang serasa atap-atap dirumah mau beterbangan-karena tahun baruan kemarin 1 lembar atap lepas dan mendarat dirumah tetangga.

Angin hujan mulai ada sekitar pukul 23.00 wita dan beberapa saat kemudian listrik pun padam entah kenapa. Dan selama hujan turun sempat terjadi byar pet aliran listrik mungkin karena angin kencang dan hujan itu kali. Nah ketika pagi tiba saya pun langsung menuju ke beberapa tempat yang rawan banjir di Samarinda. Lagi-lagi Samarinda terendam banjir dengan tempat-tempat yang sama seperti biasa. Berangkat dari rumah sekitar pukul 8 pagi lewat dikit dengan berbekal busi cadangan dan perkakas motor-siap2 motor mati karena banjir.

Sebenarnya hujan yang baru reda sekitar pukul 3 pagi itu sudah menggenangi beberapa titik rawan banjir seperti di Kemakmuran, Pelita, Merdeka, Pemuda-semuanya satu daerah, Antasari. Nah karena saya berangkat sekitar pukul 8 pagi. Hanya ada tersisa titik-titik rawan banjir, karena yang rawan banjir ini biasanya lama sekali airnya surut. Dan akhirnya saya coba untuk memperhatikan sepanjang jalan yang dilalui. Beberapa baliho tumbang-kampanye parpol, kemudian beberapa pohon ada yang tumbang di ruas jalan. Dan kemudian ada beberapa baliho parpol yang rubuh karena tiupan angin kencang.

Jalan Antasari tidak seperti 1 Februari kemarin, kali ini sedikit lebih dalam dan arusnya lebih deras. Kemudian saya melanjutkan menuju daerah Kemakmuran dan sebelumnya melewati Pemuda. Sebenarnya kedua daerah ini merupakan daerah rawan banjir yang bulan November 2008 kemarin sempat terendam cukup lama dan dalam-sampai masuk media nasional gara-gara banjir besar melanda Samarinda.

Di daerah kemakmuran ini sebenarnya banjir sudah datang mulai pukul 2 pagi ketika hujan masih mengguyur Samarinda. Dengan lubang jalan yang menganga di sepanjang Kemakmuran membuat beberapa pengemudi motor yang melalui sekitar pukul 2 pagi(8/02) terjatuh ketika melewati jalan Kemakmuran tepatnya lagi di depan gang Aman. Menurut pengakuan warga sekitar yang sedang menambal lubang jalan tersebut dengan batu dan tanah seadanya, sekitar jam-jam 2 pagi banyak yang naik motor jatuh karena tidak bisa melihat lubang yang kebetulan tertutup oleh air-saat itu jalan kemakmuran terendam air-aku salah seorang warga yang bekerja bakti.

Samarinda Flood Again!!

View more post


Dari KRS Manual Sampai Nongkrong

Sebenarnya sih awalnya saya berkutat dengan notebook, kamar, televisi-lebih tepatnya lagi cuma dirumah saja. Padahal hari sebenarnya saya sedang berlibur dari kegiatan kampus, libur kuliah jelasnya. Tetapi tetap akhir-akhir ini tetap saja berkutat dengan barang-barang seperti itu, dan kegiatan-kegiatan itu saja. Internet terus dan terus, katanya memang bisa bikin kecanduan ya memang. Alih-alih menjadi tempat pelarian diri-escape dari kehidupan nyata-real life.

Tetapi kemarin (3/09) sepertinya dijeput paksa oleh Ophie-sebenarnya saya lupa ada janji, buat jalan-jalan ke Unmul dengan guide yang bernama Ophie tadi. Nah rencananya dua hari yang lalu memang dia mau menjemput saya untuk nongkrong di kampusnya, sekalian dia mau ngurus KRS-sekalian saya juga mau TP-TP(tebar pesona,hehehe).

Aha! Sambil jalan-jalan sambil ngomongin-ngerasani Mulawarman University yang merupakan salah satu Universitas terkemuka di daerah regional tengah ini-mirip waktu Indonesia tengah. Saya sih nggak habis pikir kenapa kok sampai saat ini Unmul-disingkat aja, masih menggunakan manual study card plan-Kartu Rencana Studi(KRS). Memang sebuah perubahan sistem KRS butuh waktu lama, untuk menyesuaiakan Sumber Daya Manusianya ataupun Infrastruktur di tempat tersebut.  Beda banget sama tempatku berkuliah-Gadjah Mada University, yang tergolong tua pun untuk penggunaan KRS Online pun sebenarnya baru-baru belakangan ini tepatnya kalau tidak salah 5 tahun belakangan ini-kalau salah diralat.

Memang awalnya niat jalan-jalan, sekaligus nongkrong di Kantin Fakultas Ekonomi punya Unmul. Kebetulan saya sekaligus ingin menjajal akses internetnya juga yang menjadi fasilitas mahasiswa. Tepat beberapa hari sebelumnya juga saya sudah mencoba bersama Rizky-Manajemen 207(teman saya juga tentunya), hasilnya fast, stabil, dan bener-bener free access. Berbeda dengan kampusku yang sungguh-sungguh lemot sekali-Fisipol, ya wajar saja penggunaan Internet di Unmul sendiri masih belum membutuhkan Bandwith yang besar, karena mahasiswanya pun sepertinya jarang menggunakan akses internet di kampus-terbukti dengan jarangnya mahasiswa yang menggunakan Notebook untuk Internetan di kampus. Tapi sialnya kemarin sungguh naas dibanding ketika saya mencoba bersama Rizky, karena akses pada hari itu sungguh-sungguh lambat, apakah sedang drop aksesnya atau apa.

Setelah nongkrong di kampus elite itu pun saya seperti reuni rasanya dengan teman-teman sekolah saya dulu yang seangkatan ataupun kakak tingkat.  Sapaan pertama di GOR UNMUL jatuh pada si Sandi anak lulusan 2006, kemudian sampai dikampus ketemu sama Jamilah yang lulus barusan aja-2008, kemudian ketemu anak-anak yang seangkatan di kantin FE. Ada Meyrita(lulus 2007)-nasibnya dari FE Unmul terus baru masuk lagi di Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang(jadi maba 2008), kemudian ada Bagus(lulus 2006), dan beberapa teman-teman seangkatan lainnya-yang fotonya dipajang ntar.

Nah sepertinya rasa rindu itu pun luluh ketika bisa bertemu teman-teman lama, dan bercengkrama-apaan ya?.  Lagi-lagi nongkrong itu pun nikmat, tapi sayangnya tempat nonkrong ataupun untuk kumpul-kumpul di FE Unmul itu pun hanya terbatas Kantin saja, ataupun markas HMJ, UKM. Dan nggak lebih sepertinya. Jadi sepanjang pengelihatan saya cuma kantin saja yang ramai dan dekanat(tidak jauh dari kantin), maklum kalau dikantin pada nongkrong cuma beberapa menit aja nggak lebih dari 2 jam.hehe.. sedangkan di Dekanat ramai dengan mahasiswa yang mengurus KRS, minta tanda tangan dosen atau sebagainya-penasaran cara daftar ulang mahasiswa di unmul. please visit here.

Sampai saat ini pengurusan KRS pun masih manual

Sampai saat ini pengurusan KRS pun masih manual

Membayar SPP, ataupun mengambil blanko KRS pun dilakukan di GOR Unmul ini.

Membayar SPP, ataupun mengambil blanko KRS pun dilakukan di GOR Unmul ini.

Setelah mendapatkan lembaran KRS kosong, mahasiswi ini pun mengisinya sementara sesuai dengan lembaran fotocopy panduan akademik mata kuliah.

Setelah mendapatkan lembaran KRS kosong, mahasiswi ini pun mengisinya sementara sesuai dengan lembaran fotocopy panduan akademik mata kuliah.

Sebelum melakukan pendaftaran ulang atau mendapatkan lembaran KRS kosong biasanya para mahasiswa menyiapkan lembaran bukti pembayaran kuliah.

Sebelum melakukan pendaftaran ulang atau mendapatkan lembaran KRS kosong biasanya para mahasiswa menyiapkan lembaran bukti pembayaran kuliah.

Keadaan Kantin Fakultas Ekonomi Univ Mulawarman.

Keadaan Kantin Fakultas Ekonomi Univ Mulawarman.

Nggak lupa foto bareng teman-teman juga dong

sambil ngumpul sambil ngemil gorengan

sambil ngumpul sambil ngemil gorengan(icha, Ophie, Sahrul, Dini, Ithe)

Meyrita, Novi, Icha(blocked), Ophie, Sahrul, Ithe, (maaf lupa coi), Zulhiandanu

Meyrita, Novi, Icha(blocked), Ophie, Sahrul, Ithe, (maaf lupa coi), Zulhiandanu


Banjir di Samarinda 1 Februari 2009

Samarinda memang tidak luput dari banjir yang bisa datang kapan saja, mungkin tidak hujan tetapi air pasang besar pun bisa menyebabkan air menggenani beberapa jalan di kota Samarinda, tetapi berbeda kalau hujan beneran mungkin akan lebih parah lagi dampaknya. Hal tersebut juga sempat terjadi beberapa minggu yang lalu sebelum saya sampai di Samarinda. Ketika itu saya masih di Jogja pun mendengar berita yang tersiar di media nasional sungguh sangat miris sekali dengan apa yang terjadi di kota Samarinda.

Tetapi saat aku datang dikampung halamanku ini aku pun rindu akan yang namanya banjir-karena pengen hunting banjir. Bukannya mendoakan banjir, saya sadar doa tidak baik itu sungguh tidak baik pula tetapi saya tahu kalau saja kita lebih peka apa yang menyebabkan Samarinda banjir ini kita dapat menguranginya. Ini kan juga membantu pemerintah dalam mengatasi banjir yang kerap kali datang ketika musim penghujan.

Mungkin sebenarnya yang tampak sekilas ialah jalan yang tergenang air, tetapi itu dulu dan diangap biasa oleh pemerintah. Dan makin tahun dengan banyaknya pengembangan kota yang nggak rapi jadi terkadang daerah resapan air pun menjadi ruko-ruko, perumahan, atau alih lahan pada intinya.

Dan yang perlu kita ketahui sebagai warga Samarinda-kalau merasa, sebenarnya jalan air nggak punya jalan keluar(sungai). Atau juga kita kurang sadar akan kebiasaan membuang sampah sembarangan di parit,sungai sehingga membuat saluran air itu tersumbat.

Foto-foto banjir di Jalan Antasari Samarinda

Antasari Street

Kendaraan yang melintas jalan Antasari mesti berjalan berhati-hati.

Kendaraan yang melintas jalan Antasari mesti berjalan berhati-hati.

Salah satu perabotan rumah tangga salah satu warga Antasari yang dipindahkan.

Salah satu perabotan rumah tangga salah satu warga Antasari yang dipindahkan.

Joroknya masyarakat Samarinda!

Joroknya masyarakat Samarinda!

Mobil Strada ini mencoba menerabas genangan air yang tergolong tidak dalam di Jalan Antasari

Mobil Strada ini mencoba menerabas genangan air yang tergolong tidak dalam di Jalan Antasari

Jalan Antasari yang tergenang air biasanya dijadikan tempat anak-anak warga sekitar untuk bermain air, tetapi perlu diketahui bahaya akan arus deras yang ada di paritnya.

Jalan Antasari yang tergenang air biasanya dijadikan tempat anak-anak warga sekitar untuk bermain air, tetapi perlu diketahui bahaya akan arus deras yang ada di paritnya.

Genangan air dekat Polder Antasari yang merendam rumah didekatnya

Genangan air dekat Polder Antasari yang merendam rumah didekatnya

Keep clean….

Keep take a picture…


Samarinda City In My Frame

Setiap perubahan di suatu kota perlu direkam. Melalui gambar mungkin bisa membantu agar kita tidak akan lupa dengan apa saja yang sudah dilakukan. Mungkin saya hanya bisa memberikan gambaran singkat bagaimana sebuah kota Samarinda melalui foto hasil jepretan saya.

24 Januari 2009. Mungkin kita tahu saat ini bagaimana bentuknya Samarinda dilihat melalui bentuk jalan. Bergelombang atau berlubang. Padahal saat ini sedang ramai-ramainya Kampanye anggota DPRD.

24 Januari 2009. Mungkin kita tahu saat ini bagaimana bentuknya Samarinda dilihat melalui bentuk jalan. Bergelombang atau berlubang. Padahal saat ini sedang ramai-ramainya Kampanye anggota DPRD.

24 Januari 2009. Untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang selalu meningkat kadang menuntut untuk melakukan bongkar pasang jalanan. Sebenarnya mungkin ada cara lain agar tidak setiap ada penambahan jaringan tidak melakukan hal ini. Mungkin bisa dilakukan secara bersamaan dengan operator lain. Terkadang penggalian jalan ini mengganggu para pengguna jalan raya.

24 Januari 2009. Untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang selalu meningkat kadang menuntut untuk melakukan bongkar pasang jalanan. Sebenarnya mungkin ada cara lain agar tidak setiap ada penambahan jaringan tidak melakukan hal ini. Mungkin bisa dilakukan secara bersamaan dengan operator lain. Terkadang penggalian jalan ini mengganggu para pengguna jalan raya.

Pembangunan Plaza Mulia

Salah satu mall besar yang memakan lahan yang tidak terpakai. Tepatnya Bioskop Parahyangan yang telah mati kemudian tanahnya dibeli oleh pengembang.

24 Januari 2009. Salah satu mall besar yang memakan lahan yang tidak terpakai. Tepatnya Bioskop Parahyangan yang telah mati kemudian tanahnya dibeli oleh pengembang.

24 Januari 2009. Masih tempat yang sama dengan sudut yang berbeda.

24 Januari 2009. Masih tempat yang sama dengan sudut yang berbeda.

24 Januari 2009. Pembangunan besar-besaran. Gedung-gedung raksasa pun tampak begitu megahnya.

24 Januari 2009. Pembangunan besar-besaran. Gedung-gedung raksasa pun tampak begitu megahnya.

24 Januari 2009. Semoga saja tidak. karena kita tahu sendiri Samarinda sudah semakin kehilangan tempat resapan air, apalagi parahnya drainase di Samarinda. Semoga ini bukan drainase yang sesungguhnya.

24 Januari 2009. Semoga saja tidak. karena kita tahu sendiri Samarinda sudah semakin kehilangan tempat resapan air, apalagi parahnya drainase di Samarinda. Semoga ini bukan drainase yang sesungguhnya.

Jalan Menuju Balai Kota Samarinda

24 Januari 2009. Sejak saya tiba disini agak terkaget-kaget ada plang tulisan seperti ini. Dulunya anak-anak sekolah, atau pengguna jalan memanfaatkan lintas balaikota sebagai tempat untuk memotong jalan. Tetapi kini dikhususkan untuk pegawai Balai Kota dan mengingat juga akan ada Plaza Mulia yang hadir tepat bersebelahan dengan Balai Kota Samarinda.

24 Januari 2009. Sejak saya tiba disini agak terkaget-kaget ada plang tulisan seperti ini. Dulunya anak-anak sekolah, atau pengguna jalan memanfaatkan lintas balaikota sebagai tempat untuk memotong jalan. Tetapi kini dikhususkan untuk pegawai Balai Kota dan mengingat juga akan ada Plaza Mulia yang hadir tepat bersebelahan dengan Balai Kota Samarinda.

Pembangunan Grand Mahakam Residence

24 Januari 2009. Sebenarnya ini dulunya merupakan daerah turunan dari bukit yang ada. Dulunya pun adalah rawa-rawa daerah resapan air, tetapi kini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman. Untungnya ada saluran air, walaupun tidak terlalu besar. Apakah ini salah satu penyebab banjir?

24 Januari 2009. Sebenarnya ini dulunya merupakan daerah turunan dari bukit yang ada. Dulunya pun adalah rawa-rawa daerah resapan air, tetapi kini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman. Untungnya ada saluran air, walaupun tidak terlalu besar. Apakah ini salah satu penyebab banjir?

Potret Pengendara Roda Dua di Samarinda.

24 Januari 2009. Setelah jalan Bhayangkara dibatasi pada waktu-waktu tertentu digunakan sebagai jalan satu arah. Tempat ini pun tetap dijadikan tempat perpotongan jalan, tidak hanya motor tetapi mobil pun terkadang menggunakan jalan yang dapat dibilang sempit ini.

24 Januari 2009. Setelah jalan Bhayangkara dibatasi pada waktu-waktu tertentu digunakan sebagai jalan satu arah. Tempat ini pun tetap dijadikan tempat perpotongan jalan, tidak hanya motor tetapi mobil pun terkadang menggunakan jalan yang dapat dibilang sempit ini.

24 Januari 2009. Simpang 3 Hotel Mesra dari jalan Pahlawan terkadang pengguna jalan memaksa berputar arah ditempat yang dilarang.

24 Januari 2009. Simpang 3 Hotel Mesra dari jalan Pahlawan terkadang pengguna jalan memaksa berputar arah ditempat yang dilarang.

Masih tempat yang sama. Tetapi dari sini yang berbeda.

Masih tempat yang sama. Tetapi dari sini yang berbeda.

Setelah berjalan-jalan sendiri menikmati kota tanggal 24 Januari kemarin, inilah hasil jepretan saya mengenai kota Samarinda. Mungkin melalui foto kita dapat melihat secara jelas seperti apa yang terjadi sebenarnya. Street Fotografi mungkin seperti pada foto-fotoku, candid dan jurnalistik menjadi dasar hasil karya ini. Karena dibalik ini semua kita bisa tahu seperti apa kota Samarinda tanpa melihatnya secara langsung.

Deka.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,982 other followers