Professional Freelance Photographer

Posts tagged “Samarinda

[Jalan-Jalan] Masjid Shiratal Mustaqiem


Pada kesempatan libur lebaran tahun ini saya menyempatkan untuk mampir ke salah satu Masjid tertua di Kalimantan Timur, yang jarak tempuh dari rumah saya di Samarinda sekitar 20 menit. Masjid yang bernama Shiratal Mustaqiem ini terletak di Kelurahan Masjid, Samarinda Seberang.

Sore itu memang sepi seperti biasa, dengan mengendarai motor yang nganggur dirumah saya pacu agak pelan motor untuk tiba disana. Maklum dari tempat saya ke Samarinda Seberang harus menyebrang dulu Jembatan Mahakam. Ditambah arus kendaraan dari dua arah yang menjelang padat sekitar pukul 16:00.

Kendaraan roda dua lebih mudah untuk menyelip dijalanan menuju mesjid itu, soalnya lebar jalan raya di Samarinda Seberang ada yang menyempit dan disitulah bottleneck setiap pagi dan sore terjadi kemacetan. Perjalanan sore itu cukup lancar, sebelum sampai di Masjid Shiratal Mustaqiem kita akan melewati namanya Kampung Baka.

Sepanjang perjalanan baka melihat rumah-rumah warga yang terbuat dari kayu ulin, karena memang sewajarnya rumah dipinggir sungai terbuat dari kayu dan bukan beton. Nah dikampung inilah ceritanya cikal bakal Samarinda itu ada, dan di Kampung Baka ini seharusnya jadi destination pariwisata Samarinda. Karena disinilah kampung pembuat Sarung Samarinda yang asli, banyak alat tenun bukan mesin (ATBM) yang digunakan warga untuk membuat sarung.

Sekilas juga di Kampung tampak bangunan kayu besar, yak! Itu salah satu rumah panggung yang masih kokoh berdiri, didepannya ada pohon dan tempat duduk warga. Entah bangunan itu statusnya sudah jadi Cagar Budaya atau tidak, soalnya bangunan panggung disitu hanya satu. Sayangnya saya belum mendapatkan cerita banyak soal bangunan tua itu.

Selengkapnya lihat slideshow


Happy Eid Mubarok 1433 H


Samarinda. Sabtu (18/08). Suara takbir dan kembang api saling bersautan diangkasa, jalan-jalan ramai dipadati oleh masyarakat yang menyambut 1 Syawal 1433 H. Menggunakan mobil dengan bak terbuka ataupun truk, disi dengan sound yang suaranya cukup nyaring orang-orang berjoget (tidak pantas), sebenarnya sudah jauh hari Pemerintah Kota Samarinda melarang untuk takbiran keliling dengan kendaraan roda 4. Tetapi sayangnya himbauan ini belum efektif, hasilnya beberapa ruas jalan macet.
Ditengah riuh suasana menyambut Idul Fitri, terkadang kita lupa pada orang-orang yang berjasa tapi tak tampak atau mungkin sedikit terlewat dipikiran kita. Jasa mereka yang tetap menjaga kebersihan jalan raya, ataupun tempat pembuangan sampah terkadang kita lupa. Hanya kita mengeluh “mana nih yang ngangkut sampah?”.  Sedangkan mereka lembur membereskan sisa sampah dimalam takbiran, kita membakar uang dengan cara menyalakan petasan. Para petugas kebersihan yang masih minim kelengkapan bekerjanya seperti, helm sebagai pelindung kepala, sepatu bot agar lebih aman, pakaian kerja yang layak, serta jaminan kesehatan yang masih belum sesuai.

(foto : Dwi Kurniawan)

Saya Dwi Kurniawan a.k.a fotodeka dengan ini mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maaf kalau ada salah-salah postingan blog, tweet, atau komentar yang sudah terlanjur ke ‘enter’. :sungkem:


[Event] – Slank – GOR Segiri Samarinda


 

Pada konser kali ini Slank tampil spektakuler disaksikan 20 ribuan lebih penonton. Konser Slank dimotori vokalis Kaka, bassist Ivan,  gitar rhythm Ridho, gitar melodi Abdee dan drummer Bimbim memukau ribuan penonton dengan kolaborasi budaya daerah Tari Dayak oleh Sanggar Tari Apau Punyaat dan Tari Jepen dari Teater Yupa Unmul. Sang vokalis Kaka mengalungkan syal anyaman manik didukung piñataan cahaya dan sistim multimedia luar biasa. Ditambah lagi penampilan band pembuka dari pemenang audisi band pembuka The Legend Band, Conan DX dan Pelangi Band. Slank tampil aktraktif menyuarakan pesan perdamaian dengan membawakan 22 lagu tanpa henti. Padahal biasanya Slank hanya menyanyikan 10 hingga 12 lagu sehingga konser damai berbudaya itu selesai pukul 23.30 Wita malam itu dengan suasana damai

Selengkapnya lihat slide

This slideshow requires JavaScript.


Sarung Samarinda Itu?


Baiklah akhir-akhir ini sebenarnya saya tidak memiliki banyak kesibukan, selain menikmati kopi dipagi hari menjelang siang. Sambil mendengarkan playlist di iTunes saya, kemudian ditemani twitter lengkap beserta beberapa akun (ups). Penasaranlah saya dengan mas @timpakul pada suatu saat, karena dia me-retweet beberapa tweet dari @jarakada tentang #SarungSamarinda.
Biar juntrungan informasi #SarungSamarinda tetap terekam jelas diotak, rasa-rasanya memang kalau tidak ditulis akan menguap entah kemana. Hanya berbekal beberapa tweet jitu, beserta pengetahuan sedikit saya mengenai sarung khas Samarinda.
“kamu orang mana?” | “orang Samarinda mas” | “wah kalau gitu jangan lupa oleh-olehnya ya, sarung Samarinda” |
nah kira-kira seperti itulah pandangan (streotip) dikebanyakan orang, oleh-oleh khas dari Samarinda masih tertanam adalah Sarungnya. Saya pada dasarnya nggak tahu kok bisa sebegitu kuat branding sarung dipegang oleh kota saya. Yang notabene, beberapa merek sarung terkenal pun tidak tanggung-tanggung juga numpang produknya “Sarung Samarinda”, walaupun produksinya bukan di Samarinda.

Menariknya saya pernah menemukan sarung samarinda di Mall Ambarukmo Plaza (Jogja), Jogja ini men… yang lebih lucu lagi pernah jalan-jalan di Tunjungan Plaza, Surabaya pun ketemu sarung samarinda. Ealah ini rupanya branding yang terkenal Samarinda ya Sarungnya, tapi kan kalau orang awam pasti nggak ngeh mana yang asli atau yang nggak. Maksud yang asli disini adalah sarung samarinda yang dibuat oleh Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Secara pribadi saya sih nggak begitu mengenal seperti apa Sarung Samarinda yang aseli (tenun). Tetapi hasil tanya mbah google, dan bertanya ke tetangga pun saya jadi minat sekali untuk mengetahui sarung samarinda itu sendiri. Menurut @jarakada sih, #eh gini maksudnya. “Dalam perspektif mereka menenun sarung itu ritual sakral, ada laku puasa dan niat serta maksud kenapa sarung tersebut dibuat” isi tweet @jarakada gitu, sepemahaman saya mungkin pengerajin perlu “sesuatu” sebelum membuat sarung samarinda.
Dan memang sarung tenun Samarinda yang asli itu harganya jauh lebih mahal ketimbang yang pakai mesin, hal ini juga berpengaruh pada presisi (ketelitian) dalam pembuatan. Tentunya handmande jelas lebih punya nilai yang lebih tinggi (ini sih menurut saya)

View more post


Konser Kemenangan (Ungu) Samarinda


Grup musik Ungu yang dimotori Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum) menggebrak dan menghebohkan penggemarnya di Lapangan Tepian Karang Asam Samarinda, Minggu (11/9) malam. Grup ini akan tampil dalam Konser Kemenangan untuk memeriahkan Idulfitri 1432 Hijriah
Konser garapan ROKOK dan didukung Pemkot Samarinda, Harian Kaltim Post, Samarinda Pos, Radio KPFM, Paras dan Blue Ocean Communication ini tentu saja jangan sampai dilewatkan begitu saja khususnya warga Samarinda dan Ungu Cliquer’s  (sebutan fans berat Ungu) Kota Tepian. Pada kesempatan yang sama, Pemkot Samarinda melalui Dinas Pariwisata Samarinda akan meluncurkan Festival Mahakam 2011.
Grup band Ungu siap menghibur dengan lagu-lagu terbaiknya yang bertema cinta ataupun religi, seperti Cinta Gila, I Need U, Dirimu Satu, Sejauh Mungkin, Hampa, Kekasih Gelap, Dia Maha Sempurna, SurgaMu, Maha Besar, dan Dengan NafasMu. [link berita Kaltimpos]

Tips : Untuk kesempatan kali ini, saya sangat beruntung dengan tata cahaya yang sangat apik. Walaupun sangat disayangkan, skema stage sangat biasa dan cenderung minim. Buktinya jarak antara bibir panggung dengan barikade sangatlah sempit, ditambah lagi tidak ada space ditengah untuk fotografer. Yang biasanya ditengah-tengah terhubung dengan FOH, sehingga ruang gerak sangat sempit. Ditambah lagi, orang-orang yang berada didalam barikade saat itu sangat banyak (diluar petugas kemananan). -OOT-  Pada saat memotret ini saya menggunakan dua kamera, Canon EOS 400D + 10-22 Canon USM, Canon EOS 7D + 70-200 f 2.8. Iso yang saya gunakan antara 800-1000, mengingat tata cahaya yang bagus. Speed yang saya dapatnya kisaran 1/80-1/160 dengan bukaan diafragma maksimal lensa.

 

untuk penggunaan foto lebih lanjut hubungi saya

This slideshow requires JavaScript.

 

 


Sepedaan sore di Samarinda

20110908 street samarinda_2

Kemarin sewaktu pulang ke kampung halaman Samarinda, saya menyempatkan untuk jalan-jalan menikmati jalanan kota Tepian. Dengan berbekal sepeda Jepang dengan merk National yang sudah lebih dari tiga tahun mangkrak digudang. Tentunya seminggu sebelumnya mutar-mutar ke pasar nyari ban luar dan dalam yang cocok. Dan akhirnya dapat juga ban luar dan dalam, maklum nyari yang banyak pilihannya dan pas ukuranya agak sulit. Dan sayang juga kalau pakai ban asli, (sebenarnya eman) karena ban asli nggak dijual lah di Indonesia.

Sebenarnya saya mau cerita apaan ya? cerita sepeda Jepang jadul punya Ayah saya apa cerita jalan-jalannya? wah daripada mulai meracau, coba saya urut-urut dulu. Maklum menulis yang selang kejadiannya agak lama perlu diingat-ingat sistematisnya. Hehehe… Yang jelas Kamis(08/09), saya iseng sepedaan aja, dengan niat awal sih nyari tukang stel pelek sepeda yang bisa ditunggu. Karena untuk yang khusus sepeda memang sudah agak jarang, walaupun mampir ke tukang stel pelek motor juga bisa. Yah milih dong saya? berbagi rejeki ke bengkel sepeda kan nggak apa-apa toh? maka dari itu saya gowes dari rumah menuju ke Teluk Lerong dengan sepeda. Yah kira-kira 15 menit kurang sampai lah, dan saya ngerasa kok Samarinda kecil juga? masak dari rumah ke Teluk Lerong cuma segitu? toh itu sudah sampai dan nggak ngoyo(maksa).
Alhasil saya mampirlah ke bengkel sepeda itu, dan saya lupa tanya siapa nama bapaknya. Lebih tepatnya sudah saya tweet, tapi males cek timeline twitter untuk memastikan namanya. Hehehe… Bengkel sepeda yang berukuran kecil ini, terletak tepat dipinggir jalan, bersebelahan dengan apotik dan tidak jauh ada tempat hiburan (karaoke).

view more post


Ceritanya Ngurus KTP dan SIM [perpanjangan]

loket 5 pemberian nomor antri

Rasa-rasanya nggak terasa aja deh, kemarin datang kesini pake acara mabok darat. Alhasil daku ditandu keluar lapangan untuk membatalkan puasa *halah* *padahal cuma jalan darat*. Nah kan kemarin mudik itu daku ndak biasanya naik taksi argo itu yang di Bandara, tapi nyobain namanya kalau di Jawa itu minibus travel gitu lho, pada tahu kan?

Nah daku naik itu, semacam travel yang punya pool di bandara Sepinggan, Balikpapan *lebih murah  jew*, coba deh naik taksi argo itu kalau nggak salah 150ribu *kalau ingatan saya meleset paling 200ribu-an lah*. Pada pengen tahu apaan nggak? Itu lho namanya Kangoroo Premium *kangguru premium* *padahal minumnya solar*. Bagi daku yang mencari murah dan hemat, makanya daku memilih angkutan ini. Lah cuma bayar 100ribu aja sudah bisa sampai Samarinda lho, dapat tempat duduk nyaman, ada tipi layar sedeng *kalau gede nggak muat di mobil*, mungkin bisa rikuest film kali. Yang jelas diputerin film selama perjalanan, sama musik klasik bikin ngantuk. *makanya tengah perjalanan daku tertidur lelap* kemudian setelahnya jackpot muntah karena nggak mampu menahan lagi. *sedang nggak fit atau supirnya yang lagi nggak mood kayaknya*.

Hebat sih yang punya orang sipit *nyipitin mata*, mungkin doi mau ngadaptasi dengan di Bandung tuh ada Cipaganti? Kalau tau cipaganti travel nah kira-kira gitulah, ada travel dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandung. Dan itu ada setiap jamnya lho, itu diadaptasi di Bandara Sepinggan ke Samarinda. Walaupun baru saja beroperasi mungkin sekitar setahun ini, dengan tagline “satu orang berangkat” daku rasa ini service yang belum ada disini *tunjuk peta Kaltim*. Nah si Kangoroo ini dia, pokoknya nyaman. Dan berharaplah kamu dapat supir yang enak dan mood-nya bagus. Agar tidak cepat muntah seperti daku.

Lah udah cerita Kangoroo-nya? Ya udahlah, kalau satu tulisan penuh si travel itu ntar daku dapat apa? *ngarep dapat job*. Seperti biasa sih mudik Ramadhan kali ini tidak ada bedanya dengan yang sudah sudah. Mau diceritain semua? *skip skip aja yah* *hahaha*

Nah kali ini ada kegiatan rutin lho daku dirumah, jadi ojek mbak daku yang sudah kerja. Jadi mau tidak mau daku mengantarkan daku ke kantornya doi kerja. Hal ini demi menciptakan keseimbangan transportasi daku dirumah, kalau mau jalan biar nggak bingung mau pake apa supaya bisa sampai kesana. “Tak ada motor abang bingung, nggak ada kamu abang lebih bingung” ß yang ini pepatah plesetan banget, lebih tepatnya gombal banget.

view more post


[video report] Fun Jepret Kaltim Fair 2011


Disebuah kesempatan dalam berlibur di Samarinda, saya menyempatkan untuk menikmati sudut-sudut kota Samarinda. Kembali bercengkrama dengan debu jalanan, polusi serta kemacetan rutin dibeberapa titik di Samarinda. Memang sudah seperti biasa ketika pulang ke Samarinda, saya selalu berusaha untuk memberikan oleh-oleh untuk dibagi kepada teman-teman. Dalam hal ini tentunya bukan oleh-oleh berupa barang, sebuah tulisan, gambar atau video menjadi pilihan saya ketika ingin memberikan oleh-oleh dari kepulangan saya ke Samarinda.

Disebuah malam, saya mengaktifkan jendela chatting facebook saya untuk menyapa beberapa teman. Kebetulan malam itu saya sedang asik ngobrol dengan mas Irfan Aditama, seorang jurnalis foto harian KaltimPost. Memang kebetulan kami belum pernah bertatap muka, tetapi untuk menjalin hubungan melalui media baru merupakan sebuah jalan untuk kenalan juga sih sebenarnya. Malam itu saya lagi asik ngobrol tanya-tanya kerjaannya mas Irfan, ya beliau terhitung baru-baru saja bekerja di KaltimPost. Sekitar 3 tahun lebih beliau bertugas, mas Irfan sendiri merupakan lulusan dari kota Jogja dan kembali ke kampung halaman untuk mengabdi :D.

Karena setiap kali pulang ke Samarinda, saya merasa tidak mendapatkan sesuatu yang berbeda. Seperti ada event apa, saya selalu luput, kalau tidak selisihan dengan tanggal kedatangan saya di Samarinda. Tetapi kali ini untungnya tidak luput, karena sempat ngobrol-ngobrol sama mas Irfan tanya-tanya seputar event di Samarinda. Tentunya kalau jurnalis, mesti ada mengetahui apa yang terjadi di kota Tepian yang kecil ini.

Berdasarkan informasi dari mas Irfan, katanya ada Kaltim Fair yang diadain di Halaman Parkir GOR Segiri. Acara Kaltim Fair ini diadakan dari tanggal 2-8 Februari 2011, banyak stand-stand dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari KomInfo, Pertambangan, Peternakan, sampai Arsip pun ada. Diwaktu senggang saya sempatkan untuk datang pada 6 Februari, bertepatan dengan hari minggu untuk melihat-lihat keramaian hiruk pikuknya Kaltim Fair ini. Sekaligus melihat bagaimana acara Fun Jepret yang bekerjasama dengan Satria Putra Production yang menyiapkan model untuk difoto, dan didukung oleh LP3I dan Arthography.

Kegiatan hunting foto model ini di hadiri oleh banyak peserta penggemar fotografi di Samarinda, terutama teman-teman SPOT yang menjadi salah satu perkumpulan penggemar fotografi di Samarinda yang memiliki banyak anggota. Semuanya datang merapat di area panggung, untuk memotret beberapa model yang berjalan di catwalk (baca: tempat kucing jalan *LOL). Model-model ini menggunakan wardrobe etnik khas Kalimantan, ya namanya juga mencoba untuk lebih dekat dan cinta dengan culture borneo yang unik ini.

Lihat Video


Gong Xi Fat Choi 2562



Lanjutkan


Kritik Jalan di Samarinda


11 mei 2010

Seperti apa sih idealnya sebuah kota? Tata kota yang rapi, jalur hijau, kendaraan yang teratur, tanam kota. Mungkin hanya sebatas itu yang saya pahami. Tetapi dari keterbatasan tentang pemaham saya dari sebuah kota, saya ingin berbicara tentang kota saya yang sangat kecil menurut saya.
Masih ingat saya dulu pertama datang ke kota ini, Samarinda kota Tepian. Ayah memberikan pandangan waktu dulu, “Samarinda itu kota besar, ntar rumah kita dekat jalan raya” saya membayangkan dekatnya bakalan membuat penat, yaitu rumah nanti tepat dipinggir jalan besar. Walaupun bersyukur hal itu tidak terjadi, karena kami berada di komplek yang cukup bersahaja warganya. Butuh 10 menit jalan kaki untuk menuju jalan besar, tenang dan nyaman untuk istirahat tepatnya.
Yah itu dulu, masih sepi komplek saya. Masih ada beberapa tanah-tanah kosong, ataupun yang baru dipasang pondasi saat saya baru saja tiba di Samarinda. Tetapi perkembangan komplek cukup cepat sekali, tampak semakin padat. Ketika rumah-rumah banyak dibangun dan ditempati jalan komplek pun dipermulus. Hal itu hanya dalam 5 tahun perkembangan komplek saya cepat sekali, tahun 1996 saya di Samarinda dan 2001 saya merasakan perkembangan dahsyat itu secara kecil di Komplek saya.

Melihat perkembangan Kota Samarinda.
Setelah melihat dari dalam komplek saya sendiri, ingin melihat perkembangan seperti apa sih kota ini dari sudut pandang yang terbatas. Dalam hal ini saya sendiri melihat Samarinda dari waktu ke waktu. Lebih kepada tata kota Samarinda, walaupun saya tidak berada dalam ranah ilmu tata kota(planologi)

Kota Samarinda memiliki jalan penghubung utama yang berada di tepi sungai Mahakam, kenapa saya menyebutnya jalan penghubung atau lebih tepatnya jalan utama. Karena disini jalur yang sangat ramai, dan merupakan jalur peti kemas dari dermaga ke tempat penyimpanan atau gudangnya. Jalur ini melewati pinggir sungai Mahakam, komplek Islamic Centre, Kantor Gubernur Kaltim, Kantor Pos, Citra Niaga (pusat perniagaan), dermaga pasar pagi, kemudian Masjid Raya Samarinda, semuanya adalah point of interest dari jalur utama di Samarinda.
Jalan-jalan itu dulunya tak seramai, dan sepadat sekarang. Lebih tepatnya kepadatan pada jam-jam tertentu itu saya rasakan sekitar tahun 2005. Mungkin karena ada beberapa faktor yang semakin membuat ramainya jalan yang saya sebut sebagai jalan utama Samarinda itu.

Lanjutkan


Jalan-jalan ke Kebun Raya Samarinda



Traffic Management di Samarinda


Wow! saya sedikit terkejut dengan berkembangan Samarinda yang saya jarang kunjungi. Maklum saya berdomisili di Jogja untuk kuliah, dan kalaupun pulang tidak begitu lama disana. Tapi saya benar-bener belakangan ini iseng-iseng saja memantau perkembangan melalui beberapa situs koran lokal. Ya dari situ bisa tergambarkan sudah seperti apa Samarinda dari jauh, walaupun hanya penerawangan saja melalui tulisan.

Mungkin ada sedikit perkembangan yang membuat saya terkejut, ada sebuah teknologi yang baru diterapkan di Samarinda. Yang mungkin ingin saya coba kritisi kenapa sampai menggunakan teknologi ini, teknologi barunya bernama Automatic Control Traffic System seperti dikutip dari SamarindaPos yah saya jelas saja sedikit tidak yakin. Ataukah hanya latah belaka Pemkotnya? atau mungkin ingin menunjukkan kita punya teknologi baru nih buat ngatur lalu lintas.

Oke berlatar belakang yang bukan urusan teknis, tapi sering ngurusin hal-hal demikian mungkin saya bukan orang yang berkompeten dalam hal ini. Tapi mungkin cuma menanggapi, masak nanggapi aja nggak boleh toh? kan mengutarakan pendapat dilindungi sekaligus dibatasi oleh Undang-Undang. Ok kembali ke topik yang utama nih, awalnya  pengen ngebahas teknologi baru yang dibeli Pemkot Samarinda seharga total 2.8 milyar rupiah? so ini bukan uang yang kecil kalau sudah melewati beberapa tangan nakal. Takut aja hasil akhirnya nggak bagus, atau malah SDM yang ada malah nggak kompeten untuk hal ini.

Coba kita urut kembali kenapa tidak begitu yakin akan kompetennya SDM, ataupun pembelian atau pengadaan ACTS ini. Ada hal yang menarik mengenai traffic light, tapi bukan distro yang disimpang jalan Awang Long itu lho. Tapi ini traffic light yang sesungguhnya, dimana berguna mengatur arus lalu lintas. Dan teknologi baru itu memang sangat baik, untuk menghitung traffic dan kemudian mengatur berapa lama lampunya menyala. Apalagi dilengkapi CCTV, tapi ini mungkin diletakkan di 8 titik saja  rencananya. Yakin bertahan? atau malah ilang? ya kita nggak tau ntar jadinya seperti apa nanti setelah semua 2.8 milyar tersebut sudah selesai dipasang.

Tapi sebenarnya mudah saja, jangan latah untuk teknologi secanggih itu (saat ini). Tapi kenapa tidak disiapkan SDMnya terlebih dahulu, atau juga menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Jelas saja Solar Cell untuk sumber daya Traffic Light? toh gosipnya Samarinda krisis listrik. Ya mungkin saja ACTS itu sebaiknya sudah mengaplikasi sumber daya Solarcell yang lebih ramah lingkungan dan sesuai isu kurangnya listrik di Samarinda.


Kunjungan ke Plaza Mulia


bahasan sebelumnya ada disini di bawah adalah hasil jepretan di dalam mall yang belum selesai tetapi sudah dibuka. entah terpaksa bukanya.

pas baru masuk pintu utama suguhannya aja ini

pas baru masuk pintu utama suguhannya aja ini

Bayangkan mall yang sepertinya terburu-buru dibuka ini pun makin tidak rapi dengan adanya stand-stand seperti ini.

Bayangkan mall yang sepertinya terburu-buru dibuka ini pun makin tidak rapi dengan adanya stand-stand seperti ini.

Lanjut Liat Foto


Suasana Malam Takbiran di Samarinda


Acara takbir akbar yang dimulai sejak pukul 19.00 WITA dihadiri oleh para pejabat tinggi Samarinda dan dihadiri Gubernur Kalimantan Timur. Rute takbiran keliling yang diramaikan oleh pawai kendaraan roda empat dan roda dua yang ikut memenuhi sepanjang jalan Slamet Riady. Kembang api pun turut menerangi langit malam Samarinda yang dinyalakan oleh warga Samarinda yang bersuka ria menyambut hari kemenangan. Aparat kepolisian pun diturunkan untuk mengamankan acara. Setelah acara konvoi kendaraan di jalan selesai, kemudian acara dilanjut dengan parade beduk yang dilaksanakan di halaman masjid Islamic Centre.

kendaraan dinas berplat hitam yang digunakan para pejabat yang hadir malam itu. Dari Gubernur, walikota, wakil walikota juga hadir.

kendaraan dinas berplat hitam yang digunakan para pejabat yang hadir malam itu. Dari Gubernur, walikota, wakil walikota juga hadir.

Lanjut liat foto


Marketing [maksa] Gaya Baru


Damn! Fak! Silit! Asu!
Astaghfirullah, maaf dibulan Ramdhan yang katanya penuh hikmah ini rupanya saya masih doyan misuh-misuh ra jelas sebagai bentuk rasa kekesalan hati-gondok banget pokoknya. Bukan hanya di jalan, tapi sambil mimpi pun kadang misuh-misuh sehingga ketika bangun jadi keringeten gitu ngerasa berdosa.

Dibuka dengan rasa jengkel mungkin ini ntar isinya adalah rasa kekesalan saya sepenuh hati dan dari hati yang paling dalam sedalam tujuh samudera yang nggak pernah saya salami. Tapi saya sudah mampu merasakan bahwa sakit hati yang paling dalam ini merupakan pelajaran yang sangat berarti dan membuat saya merasa sangat bodoh sekali saat itu.

Niat siang itu buat ngajak blinddate-bener gak nulisnya?, membuat saya niat banget buat ke mall dan memang saya bukan anak mall yang doyan nongkrong ataupun Cuma cuci mata di mall. Alhasil pun saya meniatkan sejenak pergi ke mall yang bernama Samarinda Central Plaza yang saat ini sudah tersaingi dengan adanya Plaza Mulia yang baru beroperasi walaupun belum kelar 100% coi.
-balik lagi coi-
Hmmm……
Bayangkan niat awal adalah nge-date dengan yang nggak jelas. Mungkin dari niat awal udah salah, apalagi di Ramadhan. Tapi nggak juga kok, kan katanya menjalin tali silahturahmi :). Hahaha nggak apa-apa gann, yang penting sampe deh ke mall dan jadi bolangnya mall SCP yang lagi penuh dengan makhluk-makhluk THR.
Oke berangkat ke SCP… tidak butuh waktu sangat lama, sekitar 20 menitan setelah melewati jalan berdebu, panas, dan saingan dengan truk container-maklum lalu lintas Samarinda sampah. Itupun kadang kesangkut macetnya si angkot-angkot sialan yang doyan minta naikin tarif dasar angkot. Setelah melewati rintangan karakter jalan raya Samarinda saya pun tiba di depan mall SCP.
-mikir dulu nih mau parkir dimana?-

Lanjutkan Baca


Kota Saya Kota Tepian


Benar-benar di tepi sungai kurang lebih dua belas tahun saya besar di kota yang dikenal dengan sungainya. Benar-benar merasakan asiknya dunia pinggir sungai yang penuh dengan endapan lumpur  [FOTO] dari gunung-gunung yang semakin gundul disebelah sana [FOTO]. Terkadang saya menepi untuk menikmati angin sungai saat keci dulul. Memang kota saya kota Tepian yang indah diliat dari tepi.

Tidak terdapat banyak isi di tepi, yang ada bukan berarti toping dari pizza hut. Tapi mungkin tepi dulu dan kini jelas sudah sangat berbeda, semakin berbenah karena sudah semakin kumuh. Tahun ke tahun semakin padat dan kemudian diadakan relokasi-begitulah tepian sungai karang mumus salah satu anak sungai Mahakam yang sepertinya menjadi anak tiri kareng sempat tidak begitu diperhatikan atas kekumuhannya. Tapi yang jelas saat ini berusaha untuk berbenah menjadi lebih baik, mari tunggu kabar dari sang sungai Mahakam dan karang mumus yang bagai anak angkat dan orang tua angkatnya. [FOTO]

Banyak cerita yang bisa dikisahkan dari jaman ke jaman, melewati dimensi waktu yang berbeda, melalui masa kepemimpinan walikota yang beda juga. Tapi tidak banyak dokumentasi mengenai cerita dari sisi sungai Mahakam yang sebenarnya tidak sebanding dengan banyaknya alirang. Tapi banyaknya segi cerita yang lahir tentang tepian Mahakam pun melahirkan kebosanan orang-orang warga tepian itu sendiri yang sudah merasa biasa dengan kehidupannya masing-masing.

Aku terlahir dari jaman ketika Jembatan Mahakam tidak begitu lama diresmikan, [Piagam peresmian] dan juga ketika bukit yang berada di pertengahan antara jalan Balikpapan menuju Samarinda itu dilewati Presiden Soeharto saat itu untuk meresmikan jembatan Mahakam masa lalu sehingga bukit itu pun dinamai Bukit Soeharto sampai saat ini. Itu sekilas saja begitu sensasionalnya ketika sungai Mahakam tidak dilewati diairnya, tetapi melewati jembatan yang berada di atasnya, berhubung juga jembatan pertama kali maka diberi nama jembatan Mahakam.

Mahakam hanya sebagian kecil dari bagian sejarah sungai Mahakam yang memang membatasi Samarinda kota dan Samarinda Seberang(karena nyebrang sungai dulu). Dari bagian kecil dari sungai Mahakam yang bernama jembatan itu tadi, mungkin ada banyak bagian lain yang lebih menarik dari sepanjang tepian Mahakam sendiri. Setelah kamu menyebrang melewati jembatan Mahakam, nanti bisa kamu menikmati tepi sungai Mahakam melalui kaca mobilmu itulah jalan utama –mungkin lebih tepatnya mahautamanya jalan sampai saat ini, dimana jalan raya yang menyusuri tepi sungai Mahakam sampai saat ini tetap menjadi jalan yang sangat vital sekali untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain.

Lanjutkan Baca


Mudik Lagi Nulis Lagi


Foto ini diambil ketika buka bersama DeadLine, menggambarkan seorang blogger yang sedang bimbang ingin melanjutkan makan dulu atau nulis di blognya.

Kepergianku mudik lebaran kali ini mungkin menjadi pengganti setelah tahun lalu tidak berlebaran di Samarinda. Ya nasiblah tahun lalu yang lebaran di Tegal, dan balik-balik jatuh sakit gitu di Jogja yang masih sepi sehingga ditampung oleh Awe untuk beberapa hari yang setelah itu saya mengungsi di B21 sekitar 2 malam. Ya maklumlah, itu sedikit kilas balik cerita mudik lebaran tahun lalu.

Mungkin rentang waktu mudik mudik “>lebaran saja “>dengan pulang kampung dalam rangka liburan semester kemarin hanya selisih sekitar 2 bulan saja. Dan semakin seringnya pulang kampung, jadi semakin biasa saja dengan keadaan di Samarinda. Walaupun memang saya biasa-biasa saja kalau mudik ke kampung halaman, nggak ada yang spesial kok selain bertemu dengan keluarga (bokap, nyokap ma mbak). Dan dalam rentang waktu 2 bulan tadi, di Jogja jelas mengurus kegiatan ospek, beberapa rapat dies, dan kuliah sekadarnya. Sehingga kepulangan lebaran ini memang terkesan pemborosan dari segi ekonomi – walaupun sedikit dipaksa juga sih pulang lebaran.

Kembali ke kotaku… Ya beginilah rasanya, kembali ke kegiatan seperti biasa kalau lagi libur di rumah. Ya ngendon dirumah, dan keluarnya pun kalau ada temen, kalau nggak ya keluar trus jadi anak ilang disuatu tempat di Samarinda tentunya – saya pun nggak habis pikir membayangkan diri saya yang keluyuran sendiri di salah satu Mall yang bernama Samarinda Central Plaza, walaupun terkadang terasa aneh tapi itu kadang terjadi kalau sudah benar-benar bosan dirumah.

Kepergianku pulang lebaran kali ini seperti biasa, entah tujuh Jogja-Balikpapan “>atau delapan kali aku pulang pergi Jogja-Balikpapan atau juga sekali lewat Surabaya. Sudah sekian seringnya hilir mudik dengan jarak yang tidak dekat ini, saya pun sudah semakin terbiasa dengan barang-barang yang akan saya bawa. Tidak seperti pada awal-awal dulu pulang yang masih membawa banyak bawaan, tetapi kini hanya tas punggung yang berisi laptop, kamera dan beberapa charger. Kecuali ada pesanan dari orang tua minta dibawakan gudeg, ataupun oleh-oleh dari Jogja. Kalau ada saya pun Cuma menambah beberapa tentengan saja, tidak begitu senang saya menggotong-gotong barang bagasi sampai 2 koli.

Sebuah koper setiap kali saya berangkat pun tidak pernah penuh terisi, hanya beberapa oleh-oleh itu serta beberapa Jogja “>semua “>pakaian dalam dan pakaian yang saya nantinya saya tinggal di Samarinda. Maklum hampir semua pakaian di Jogja semua, maka dari itu saya sedikit membawa pakaian yang dipastikan tidak saya gunakan ketika di Jogja. Ketimbang menuh-menuhin lemari, mending dibalikin ke asalnya aja. Ya sejenis pakaian santai, baju-baju rumah buat tidur, dan bukan buat berkegiatan yang formal.

Lanjutkan Baca


Polder Air bukan satu-satunya jalan keluar banjir di Samarinda


Kita pindahan kesini ya fotodeka.com
Sudah sejak lama mungkin kita tahu bahwa Pemerintah sudah mengusahakan untuk mengatasi banjir yang terjadi di Samarinda. Tetapi dari proyek pembangunan Polder Vorvo belum terlihat hasilnya sejauh mana efektifnya pembangunan polder tersebut. Karena debit air yang masuk ke polder tersebut sangat banyak dibanding jumlah kapasitas Polder itu sendiri.

Sebenarnya usaha pemerintah kota untuk membangun polder seperti di vorvo, kemudian air hitam, antasari gang Indra, sebenarnya merupakan usaha yang dilakukan pemerinta untuk mengatasi banjir yang selalu menggenangi jalan-jalan ataupun pemukiman warga. Setiap kali hujan deras dengan durasi sekitar lebih dari satu jam saja ada beberapa daerah sudah bisa digenangin oleh air. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya fungsi dari polder itu sendiri belum efektif.

Mengingat kembali sebenarnya proyek-proyek pembangunan polder di Samarinda yang cukup menghabiskan dana Milyaran Rupiah. Karena dari Pemkot dan Pemprov sendiri yang memiliki keinginan yang besar untuk menangani masalah yang sudah sering kali datang ketika musik hujan tiba. Keinginan pemerintah untuk menangani masalah ini dengan tidak segan-segan menggelontorkan dana hingga 40 Milyar dari Pemprov, yang katanya pembangunan itu dikaji dulu sebelum benar-benar dibangun.

Dengan topografi Samarinda yang katanya banyak daerah yang tingginya berada dibawah permukaan (30%) sungai menjadikan alasan kenapa sering terjadinya banjir di Samarinda, tetapi sebenarnya bukan masalah topografi saja yang perlu kita ketahui apa yang menjadikan banjir di Samarinda tentunya.

Banyaknya faktor-faktor seperti alih fungsi lahan resapan air dan drainase merupakan hal yang paling mencolok dari problematika banjir di Samarinda sendiri. Mungkin kita sadar bahwa Samarinda yang telah dibuat sejak awal menurut saya sungguh tidak siap sama sekali menghadapi sebuah perubahan besar-maksudnya pembangunan pada waktu dulu tidak dipersiapkan untuk perubahan 50-100 tahun sesudahnya.

Terlihat dari drainase yang ada sungguh sangat kurang sekali terutama pada daerah-daerah yang jauh dari aliran sungai. Walaupun tidak menutup kemungkinan yang daerah posisinya tidak jauh bisa juga terkena banjir. Karena drainase yang ada, ataupun yang dibuat pemerintah pada saat dulu tidak cukup sesuai untuk saat sekarang ketika penduduk sudah semakin banyak, pemukiman sudah semakin padat, dan parit-paritpun diatasnya sudah dijadikan tempat usah-dengan menutup menggunakan papan.

Kemudian mengenai alih fungsi lahan yang terjadi sungguh luar biasa, karena yang terjadi disini sungguh sangat tidak bisa dipungkiri terjadi ketidak seimbangan daerah resapan air. Seperti pembangunan ruko-ruko, perumahan, yang sedianya itu merupakan bukit atau daerah resapan air kini berganti menjadi bangunan yang berdiri tegak dengan segala ijin sah yang dikantongi dari pemerintah.

Nah memang sebenarnya investasi tidak apa, tetapi kita harus sadar akan kemampuan sebuah kota untuk bertahan seperti pada awalnya direncanakan. Jika tidak akan seperti sekarang, tidak ada keseimbangan antara pembangunan dan prasarana yang ada seperti drainase-saluran air- yang tersedia sebelumnya.

Sebenarnya dari itu semua yang perlu dibenahi ialah pemerintah harus berani melakukan perbaikan-perbaikan drainase utama, kemudian  pelu mengontrol pembangunan disekitar yang terjadi. Contohnya saja sempat terjadi aksi warga jalan Banggeris yang sempat keberatan akan adanya perumahan mewah(bukit Mediteranian) yang dibangun disitu. Yang notabene daerah itu merupakan bukit yang merupakan resapan air, yang notabene lebih tinggi daripada jalan Banggeris sendiri. Dan sempat menyebabkan banjir yang disertai lumpur dari proyek beberapa bulan lalu dan kemudian rencananya akan diberikan kompensasi oleh pihak kontraktor kepada masyarakat sekitar tetapi sampai saat ini belum ada kejelasannya.

Nah memang semudah itu untuk membangun tanpa memikirkan dampak lingkungan yang terjadi nantinya, padahal proyek pembangunan perumahan elite itu belum sepenuhnya selesai semua. Bagaimana kalau selesai semua? bisa-bisa daerah yang lebih rendah disekitarnya yang akan menjadi akibatnya. tetapi tidak hanya pihak kontraktor saja, tetapi pemerintah harus peka karena pada daerah yang dilewati aliran air dari perumahan tersebut sungguh tidak terawat drainasenya-dangkal karena ada penumpukan lumpur.

Mungkin kita perlu tahu kalau air hanya ditampung dan kemudian disalurkan secara perlahan hanyalah merupakan salah satu cara untuk mengatasinya, walaupun tidak sepenuhnya bergantung dari Polder air. tetapi masih banyak faktor seperti dijelaskan diatas yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam menanggapi kemudian bergerak untuk mengatasi banjir yang acap kali terjadi dimusim hujan.

Salah satu Polder yang sudah jadi pada malam harinya dijadikan tempat nongkrong oleh pemuda-pemuda karena tempatnya yang gelap gulita, dan terkadang dijadikan tempat kebut-kebutan.

Salah satu Polder yang sudah jadi pada malam harinya dijadikan tempat nongkrong oleh pemuda-pemuda karena tempatnya yang gelap gulita, dan terkadang dijadikan tempat kebut-kebutan.

 

Walaupun sudah dipasang peringatan,masih ada saja orang yang memancing disini. Karena sempat ada korban jiwa karena tak bisa berenang.

Walaupun sudah dipasang peringatan,masih ada saja orang yang memancing disini. Karena sempat ada korban jiwa karena tak bisa berenang.

 

Polder Antasari gang Indra yang masih dalam proses pembangunan ini sempat merenggut korban jiwa, dan kemudian diberi peringatan.

Polder Antasari gang Indra yang masih dalam proses pembangunan ini sempat merenggut korban jiwa, dan kemudian diberi peringatan.

 

Sebelum masuk ke Polder Antasari, ada sebuah pintu air yang mengatur debit air di Polder.

Sebelum masuk ke Polder Antasari, ada sebuah pintu air yang mengatur debit air di Polder.


Menuju Reuni Akbar Sekolahku


Mohon Maaf Sampai Sejauh ini belum ada kabar lagi

Suasana saat ketika panitia reuni berkumpul di Ruang OSIS SMA 3 SMD

Suasana saat ketika panitia reuni berkumpul di Ruang OSIS SMA 3 SMD

Wah sungguh mewah sekali sepertinya untuk sebuah sekolah yang tidak pernah sama sekali mengadakan reuni sejak lahir pada 27 tahun lalu. Dan kemudian membuat gebrakan mengadakah reuni-akbar lagi.

Sudah Sejak Lama

Sebenarnya niat untuk melakukan acara reuni akbar sudah ada sejak lama, tepatnya 4 tahun lalu kalau tidak salah teman-teman yang merupakan kakak kelas saya berencana untuk melakukan reuni juga seperti yang saat ini sedang berjalan. Tetapi sebenarnya cerita saat waktu dulu itu saya cuma mendengarkan saja dari orang-orang yang berada diatas saya-umur,angkatan. Nah saat ini dengan dekatnya beberapa angkatan itu kembali saya merasa bertanggung jawab untuk membantu acara reuni tersebut, walaupun terpisah jarak dengan Samarinda.

Sebelumnya saja juga sudah mendengarkan cerita tentang rencana reuni sebelum ini pada saat saya sekolah SMA dulu dari seorang kakak alumni juga-kalau tidak salah Teguh atau Arie(lulusnya kapan lupa). Nah kalau tidak saya salah ingat beliau pernah bercerita tentang rencana reuni juga. Dulu itu sempat mau ngadain reuni, tetapi mandeg ditengah jalan. Sebabnya ya karena kepemimpinan Bu Darmiyah itu yang sepertinya mempersulit untuk mengadakan, selain itu kesibukan para panitia lain yang notabene juga bekerja menjadi faktor penghambat berjalannya kerja panitia reuni pada masa itu.

Tetapi beberapa tahun kemudian tepatnya ide dan semangat untuk mengadakan reuni akbar kembali lahir ketika tahun 2008 lalu. Nah dari semangat mengenai reuni akbar itu yang kembali lahir, saya pun tidak segan-segan untuk membantu semampu saya-seperti publish ke internet seperti ini.

Masih sedikit dukungan

Sebenarnya suatu usaha tanpa dukungan itu sungguh sulit. Saya mengerti hal ini ada karena beberap teman-teman yang kebetulan juga alumni seangkatan dengan saya cukup mengatakan mudah sekali tidak ingin membantu acara reuni. Nah bermula dari sinilah saya merasa prihatin sekali terhadap apa yang ada di sekolah itu, mungkin almamaternya tepatnya dalam hal ini merasa kurang memiliki. Dalam hal ini sudah saya rasakan dengan sepinya diskusi di Friendster group SMA 3 Samarinda, apalagi tentang reuni ini. Kemudian juga kurangnya tanggapan teman-teman yang sudah lulus, kalaupun ada cuma tanya-tanya aja tapi nggak ada niat buat bantuin acara.

Nah untungnya dari pihak sekolah kali ini sedikit membantu dengan beberapa hal, seperti pembuatan rekening tabungan untuk reuni akbar ini, kemudian mengesahkan panitia kedalam SK dari sekolah. Dan itu semua bukan usaha yang mudah karena teman-teman yang berkutat dengan pihak sekolah mesti mengejar untung memastikan beberapa hal yang pernah dijanjikan.

Ada beberapa komentar dari teman-teman yang kebetulan satu angkatan lulusnya. Seperti ada yang mengatakan, “lah kan udah ada yang ngurus, ngapain kita ikut2an sibuk juga”, kemudian juga saya mendengarkan keluhan dari teman yang kebetulan jadi panitia bagian pendataan. “kadang ada teman yang bilang aku sibuk kuliah, jadi nggak bisa bantuin” gitu katanya, ya kalau untuk yang komentar-komentar seperti inilah yang membuat tampak bahwa almamater SMA Negeri 3 Samarinda ini kurang solid terbukti dari beberapa komentar-komentar kecil tetapi nggak ngasih kontribusi sama sekali. Maaf saya juga ingin menyinggung beberapa tokoh yang bisa saya anggap orang tuanya cukup mampu tapi sungguh sangat tidak peduli dengan almamaternya. Kalau boleh saya sebutkan-karena orang tuanya juga sungguh terkenal di Samarinda yaitu Pak Haji Alung-Clara Shinta bla bla bla…? adakah yang kenal. Ok maaf saya telah menyebutkan nama anda, tetapi wajar kalau anak anda kurang care sama almamater SMAnya karena itu merupakan contoh rendahnya tingkat perhatian suatu alumni yang glamour terhadap almamaternya.

Berharap Tambahan Anggota Panitia

Setelah berkutat dengan padatnya kegiatan inti panitia yang kuliah ataupun yang kerja, mereka pun menyempatkan untuk menghadiri atau menyiapkan apa yang sedang direncanakan. Karena hal ini sudah menjadi tanggung jawab tentang bagaimana rencana itu berlanjut. Memang sungguh sangat minim sekali panitia sampai saat ini, tidak lebih dari 30 anggota panitia dan semuanya pun tidak bisa optimal karena kesibukan kerja. Maaf untuk yang kuliah saya akan singgung, karena ada yang bilang kuliah itu sibuk. Maaf kalau kamu-kamu yang kuliah itu nggak ikut kegiatan kampus, atau ekstra kampus seperti HMJ, BSO, UKM, partime-maaf, bullshit.

Karena kita tahu akan sebuah kerja sosial seperti ini memang diperlukan rasa tanggung jawab yang lebih dan tidak sekedar tercatat dan kerja-tapi terpaksa, tetapi lebih diharapkan kepada ke arah komunitas. Karena sebagai komunitas Alumni bisa lebih dekat dengan alumni masing-masing. Mungkin kalau ada yang tidak suka, bisa cepat-cepat sadar akan pentingnya silahturahmi sesama alumni SMA 3 Samarinda. Karena sejauh ini pun saya yang selalu mengingatkan sepertinya dianggap memaksa oleh beberapa teman dan saya sadar kalau orang-orang itu nggak bisa dipaksa kalau sudah tercetak di otaknya untuk acuh tak acuh terhadap almamater SMAnya.

Mungkin kalau teman-teman yang ingin bergabung sebagai panitia bisa menghubungi teman-teman melalui nama-nama dibawah ini

Chusnul Khotimah : Email/YM  ch_elshirazy69 0852 8084 3040

Ula:  e-mail/YM: ula.bulu@yahoo.co.uk  mobile: 08195040044

Faisal : e-mail: faizal_mataharikusatu@yahoo.co.id mobile 08125542007

format sms : nama lengkap (spasi) tahun masuk-lulus (spasi) alamat sekarang (spasi) email.  Atau bisa di email ke email-email diatas.

Tahap 1 : Januari – Februari 2009.
1). Pembentukan Tim Kecil – Tim Sukses.
2). Penelusuran Data Kontak Alumni.
3). Penggalian pendapat tentang Reuni Akbar.
4). Pendaftaran Panitia.

Tahap 2 : Maret – Mei 2009.
1). Membuat Information & Data Center (Website, milis, dll).
2). Mengembangkan pendataan Alumni.
3). Penggalangan Dana (Maret – November 2009).

Tahap 3 : Juni – Agustus 2009.
1). Pembentukan/ Pengukuhan (Launching) Panitia Reuni Akbar.
2). Pembuatan Proposal
3). Sosialisasi Konsep.
4). Audiensi nonformal dengan ‘pimpinan’ SMU 3 Samarinda (Konsep).
5). Hunting sponsorship.
6). Penyempurnaan Pendataan Alumni.

Tahap 4 : September 2009.
1). Evaluasi Capaian-capaian Panitia.
2). Pemantapan Koordinasi Panitia.
3). Evaluasi dan pemantapan database alumni.
4). Evaluasi sponsorship.
5). Evaluasi dan koordinasi via web, milis, media informasi lainnya.

Tahap 5: Oktober – Desember 2009.
1). Sosialisasi Konsep Final Teknis Acara ke seluruh Alumni terdata (via web, milis).
2). Penyebaran undangan.
3). Pengkoleksian Dana peserta Reuni via Rekening (rekening bersama sekolah dan panitia).
4). Pembuatan merchandise, dll.
5). Booking Tempat Acara.
6). Proposal ke Media Lokal dan Nasional.
7). Pemantapan Panitia (Konsep, koordinasi, dll).

Tahap 6 : Januari 2010.
1). Finalisasi Peserta dan Pengisi Acara.
2). Finalisasi Pembiayaan.
3). Finalisasi Sponsorship.
4). Finalisasi Publikasi.
5). Finalisasi Tempat Acara.
6). Finalisasi Merchandise Tools.

Tahap 7 : Februari – Mei 2010.
1). Finalisasi Agenda.
2). Finalisasi Konsep Follow-Up.
3). finalisasi lain-lain.

Tahap 8 : Juni – Juli 2010.
1). Rehat Panitia (Persiapan Pra Acara).
2). Evaluasi Keseluruhan Kerja Panitia Reuni Akbar SMU Negeri 3 Samarinda.

TAHAP 9: Agustus 2010.
KICK OFF REUNI Akbar SMU Negeri 3 Samarinda.

Sumber : klik sini

Please leave a comment please

(more…)


Samarinda Kembali Terendam Banjir


Minggu(8/02) dini hari Samarinda kembali diguyur hujan yang cukup deras diiringi oleh angin yang kencang.  Malam minggunya saya juga menyempatkan untuk menikmati angin malam Samarinda di sekitaran Awang Long untuk menikmati hotspot sekaligus nongkrong(postingan sebelumnya).

Sabtu(7/02) malam sudah ada awan-awan hujan yang sudah terkumpul, pada siang harinya pun seperti biasa kalau mau hujan cuacanya pun akan terasa panas sekali. Dan benar saja ketika minggu dini harinya benar saja sebelum hujan turun, angin deras pun bertiup kencang serasa atap-atap dirumah mau beterbangan-karena tahun baruan kemarin 1 lembar atap lepas dan mendarat dirumah tetangga.

Angin hujan mulai ada sekitar pukul 23.00 wita dan beberapa saat kemudian listrik pun padam entah kenapa. Dan selama hujan turun sempat terjadi byar pet aliran listrik mungkin karena angin kencang dan hujan itu kali. Nah ketika pagi tiba saya pun langsung menuju ke beberapa tempat yang rawan banjir di Samarinda. Lagi-lagi Samarinda terendam banjir dengan tempat-tempat yang sama seperti biasa. Berangkat dari rumah sekitar pukul 8 pagi lewat dikit dengan berbekal busi cadangan dan perkakas motor-siap2 motor mati karena banjir.

Sebenarnya hujan yang baru reda sekitar pukul 3 pagi itu sudah menggenangi beberapa titik rawan banjir seperti di Kemakmuran, Pelita, Merdeka, Pemuda-semuanya satu daerah, Antasari. Nah karena saya berangkat sekitar pukul 8 pagi. Hanya ada tersisa titik-titik rawan banjir, karena yang rawan banjir ini biasanya lama sekali airnya surut. Dan akhirnya saya coba untuk memperhatikan sepanjang jalan yang dilalui. Beberapa baliho tumbang-kampanye parpol, kemudian beberapa pohon ada yang tumbang di ruas jalan. Dan kemudian ada beberapa baliho parpol yang rubuh karena tiupan angin kencang.

Jalan Antasari tidak seperti 1 Februari kemarin, kali ini sedikit lebih dalam dan arusnya lebih deras. Kemudian saya melanjutkan menuju daerah Kemakmuran dan sebelumnya melewati Pemuda. Sebenarnya kedua daerah ini merupakan daerah rawan banjir yang bulan November 2008 kemarin sempat terendam cukup lama dan dalam-sampai masuk media nasional gara-gara banjir besar melanda Samarinda.

Di daerah kemakmuran ini sebenarnya banjir sudah datang mulai pukul 2 pagi ketika hujan masih mengguyur Samarinda. Dengan lubang jalan yang menganga di sepanjang Kemakmuran membuat beberapa pengemudi motor yang melalui sekitar pukul 2 pagi(8/02) terjatuh ketika melewati jalan Kemakmuran tepatnya lagi di depan gang Aman. Menurut pengakuan warga sekitar yang sedang menambal lubang jalan tersebut dengan batu dan tanah seadanya, sekitar jam-jam 2 pagi banyak yang naik motor jatuh karena tidak bisa melihat lubang yang kebetulan tertutup oleh air-saat itu jalan kemakmuran terendam air-aku salah seorang warga yang bekerja bakti.

Samarinda Flood Again!!

View more post


Report Hot Spot di Samarinda


hari ini lagi melakukan test hotspot di Samarinda semoga hasilnya memuaskan.

Jum’at sore dari Perpustakaan Daerah di Jalan Juanda. Yang menyediakan akses free hotspot bagi anggota perpustakaan yang berada di lantai 1 dekat pintu masuk ini suasanya sungguh nyaman dengan dilengkapi meja dan kursi yang membuat kita comfort dan pendingin ruangan-tetapi belum terpasang,jadinya masih menggunakan kipas angin. saat ini ada 12 user yg menggunakan akses internet. dan hasilnya menurut speedtest

Laporan dari Kantor Telkom Awang Long Samarinda jam 8 malem ada 2 user dan masih sepi lumayan cepet banget ketimbang di perpusda kemarin. trus mau login mesti password dulu dari yang njaga. tapi asik klo belum ramai dan sudah siap colokan listrik seperti di perpusda. cuma suasana pinggir jalan dan ramai. Dan sampai jam 10 sebelum hujan turun user yang menggunakan sudah 12 orang dengan notebookny masing-masing, setiap notebooknya pun dikenakan biaya untuk speedynya sendiri Rp. 3.000 untuk sekali pakai-sampai tutup juga tetap mungkin.

Suasana hotspot Flexi Samarinda yang terletak di Jalan Awang Long pada malam minggu (7/02)

Suasana hotspot Flexi Samarinda yang terletak di Jalan Awang Long pada malam minggu (7/02)

Menu yang bisa di nikmati disini ada
mie dahsyat alias mie goreng atau juga mie kuah
roti bakar trendy dengan pilihan coklat keju dan abon mayo
pisang trendy dengan pilihan keju panggang

kalau minumannya yang bisa dipesan ada :
es campur classy
juice (alpukat, mangga, apel dan jeruk)
milkshake (coklat, strawberry, dan kopi)
cokelat (panas atau dingin)
rootbeer freeze
orange squash
es jossua
es fantasia
es mega mendung
cappucino
milo
coffeemix
extra joss
jeruk
teh
kopi hitam

rata-rata harga menu yang tersedia disini sekitar Rp. 3.000 sampai Rp. 7.000. selamat menikmati.

dari semuanya sih untuk sampai saat ini masih sementara ini saja tetapi akan saya lanjutkan ke beberapa tempat Speedy yang ada layanan prepaid Speedy…

Posted From Speedy Samarinda Awang Long Street


Banjir di Samarinda 1 Februari 2009


Samarinda memang tidak luput dari banjir yang bisa datang kapan saja, mungkin tidak hujan tetapi air pasang besar pun bisa menyebabkan air menggenani beberapa jalan di kota Samarinda, tetapi berbeda kalau hujan beneran mungkin akan lebih parah lagi dampaknya. Hal tersebut juga sempat terjadi beberapa minggu yang lalu sebelum saya sampai di Samarinda. Ketika itu saya masih di Jogja pun mendengar berita yang tersiar di media nasional sungguh sangat miris sekali dengan apa yang terjadi di kota Samarinda.

Tetapi saat aku datang dikampung halamanku ini aku pun rindu akan yang namanya banjir-karena pengen hunting banjir. Bukannya mendoakan banjir, saya sadar doa tidak baik itu sungguh tidak baik pula tetapi saya tahu kalau saja kita lebih peka apa yang menyebabkan Samarinda banjir ini kita dapat menguranginya. Ini kan juga membantu pemerintah dalam mengatasi banjir yang kerap kali datang ketika musim penghujan.

Mungkin sebenarnya yang tampak sekilas ialah jalan yang tergenang air, tetapi itu dulu dan diangap biasa oleh pemerintah. Dan makin tahun dengan banyaknya pengembangan kota yang nggak rapi jadi terkadang daerah resapan air pun menjadi ruko-ruko, perumahan, atau alih lahan pada intinya.

Dan yang perlu kita ketahui sebagai warga Samarinda-kalau merasa, sebenarnya jalan air nggak punya jalan keluar(sungai). Atau juga kita kurang sadar akan kebiasaan membuang sampah sembarangan di parit,sungai sehingga membuat saluran air itu tersumbat.

Foto-foto banjir di Jalan Antasari Samarinda

Antasari Street

Kendaraan yang melintas jalan Antasari mesti berjalan berhati-hati.

Kendaraan yang melintas jalan Antasari mesti berjalan berhati-hati.

Salah satu perabotan rumah tangga salah satu warga Antasari yang dipindahkan.

Salah satu perabotan rumah tangga salah satu warga Antasari yang dipindahkan.

Joroknya masyarakat Samarinda!

Joroknya masyarakat Samarinda!

Mobil Strada ini mencoba menerabas genangan air yang tergolong tidak dalam di Jalan Antasari

Mobil Strada ini mencoba menerabas genangan air yang tergolong tidak dalam di Jalan Antasari

Jalan Antasari yang tergenang air biasanya dijadikan tempat anak-anak warga sekitar untuk bermain air, tetapi perlu diketahui bahaya akan arus deras yang ada di paritnya.

Jalan Antasari yang tergenang air biasanya dijadikan tempat anak-anak warga sekitar untuk bermain air, tetapi perlu diketahui bahaya akan arus deras yang ada di paritnya.

Genangan air dekat Polder Antasari yang merendam rumah didekatnya

Genangan air dekat Polder Antasari yang merendam rumah didekatnya

Keep clean….

Keep take a picture…


Samarinda City In My Frame


Setiap perubahan di suatu kota perlu direkam. Melalui gambar mungkin bisa membantu agar kita tidak akan lupa dengan apa saja yang sudah dilakukan. Mungkin saya hanya bisa memberikan gambaran singkat bagaimana sebuah kota Samarinda melalui foto hasil jepretan saya.

24 Januari 2009. Mungkin kita tahu saat ini bagaimana bentuknya Samarinda dilihat melalui bentuk jalan. Bergelombang atau berlubang. Padahal saat ini sedang ramai-ramainya Kampanye anggota DPRD.

24 Januari 2009. Mungkin kita tahu saat ini bagaimana bentuknya Samarinda dilihat melalui bentuk jalan. Bergelombang atau berlubang. Padahal saat ini sedang ramai-ramainya Kampanye anggota DPRD.

24 Januari 2009. Untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang selalu meningkat kadang menuntut untuk melakukan bongkar pasang jalanan. Sebenarnya mungkin ada cara lain agar tidak setiap ada penambahan jaringan tidak melakukan hal ini. Mungkin bisa dilakukan secara bersamaan dengan operator lain. Terkadang penggalian jalan ini mengganggu para pengguna jalan raya.

24 Januari 2009. Untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang selalu meningkat kadang menuntut untuk melakukan bongkar pasang jalanan. Sebenarnya mungkin ada cara lain agar tidak setiap ada penambahan jaringan tidak melakukan hal ini. Mungkin bisa dilakukan secara bersamaan dengan operator lain. Terkadang penggalian jalan ini mengganggu para pengguna jalan raya.

Pembangunan Plaza Mulia

Salah satu mall besar yang memakan lahan yang tidak terpakai. Tepatnya Bioskop Parahyangan yang telah mati kemudian tanahnya dibeli oleh pengembang.

24 Januari 2009. Salah satu mall besar yang memakan lahan yang tidak terpakai. Tepatnya Bioskop Parahyangan yang telah mati kemudian tanahnya dibeli oleh pengembang.

24 Januari 2009. Masih tempat yang sama dengan sudut yang berbeda.

24 Januari 2009. Masih tempat yang sama dengan sudut yang berbeda.

24 Januari 2009. Pembangunan besar-besaran. Gedung-gedung raksasa pun tampak begitu megahnya.

24 Januari 2009. Pembangunan besar-besaran. Gedung-gedung raksasa pun tampak begitu megahnya.

24 Januari 2009. Semoga saja tidak. karena kita tahu sendiri Samarinda sudah semakin kehilangan tempat resapan air, apalagi parahnya drainase di Samarinda. Semoga ini bukan drainase yang sesungguhnya.

24 Januari 2009. Semoga saja tidak. karena kita tahu sendiri Samarinda sudah semakin kehilangan tempat resapan air, apalagi parahnya drainase di Samarinda. Semoga ini bukan drainase yang sesungguhnya.

Jalan Menuju Balai Kota Samarinda

24 Januari 2009. Sejak saya tiba disini agak terkaget-kaget ada plang tulisan seperti ini. Dulunya anak-anak sekolah, atau pengguna jalan memanfaatkan lintas balaikota sebagai tempat untuk memotong jalan. Tetapi kini dikhususkan untuk pegawai Balai Kota dan mengingat juga akan ada Plaza Mulia yang hadir tepat bersebelahan dengan Balai Kota Samarinda.

24 Januari 2009. Sejak saya tiba disini agak terkaget-kaget ada plang tulisan seperti ini. Dulunya anak-anak sekolah, atau pengguna jalan memanfaatkan lintas balaikota sebagai tempat untuk memotong jalan. Tetapi kini dikhususkan untuk pegawai Balai Kota dan mengingat juga akan ada Plaza Mulia yang hadir tepat bersebelahan dengan Balai Kota Samarinda.

Pembangunan Grand Mahakam Residence

24 Januari 2009. Sebenarnya ini dulunya merupakan daerah turunan dari bukit yang ada. Dulunya pun adalah rawa-rawa daerah resapan air, tetapi kini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman. Untungnya ada saluran air, walaupun tidak terlalu besar. Apakah ini salah satu penyebab banjir?

24 Januari 2009. Sebenarnya ini dulunya merupakan daerah turunan dari bukit yang ada. Dulunya pun adalah rawa-rawa daerah resapan air, tetapi kini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman. Untungnya ada saluran air, walaupun tidak terlalu besar. Apakah ini salah satu penyebab banjir?

Potret Pengendara Roda Dua di Samarinda.

24 Januari 2009. Setelah jalan Bhayangkara dibatasi pada waktu-waktu tertentu digunakan sebagai jalan satu arah. Tempat ini pun tetap dijadikan tempat perpotongan jalan, tidak hanya motor tetapi mobil pun terkadang menggunakan jalan yang dapat dibilang sempit ini.

24 Januari 2009. Setelah jalan Bhayangkara dibatasi pada waktu-waktu tertentu digunakan sebagai jalan satu arah. Tempat ini pun tetap dijadikan tempat perpotongan jalan, tidak hanya motor tetapi mobil pun terkadang menggunakan jalan yang dapat dibilang sempit ini.

24 Januari 2009. Simpang 3 Hotel Mesra dari jalan Pahlawan terkadang pengguna jalan memaksa berputar arah ditempat yang dilarang.

24 Januari 2009. Simpang 3 Hotel Mesra dari jalan Pahlawan terkadang pengguna jalan memaksa berputar arah ditempat yang dilarang.

Masih tempat yang sama. Tetapi dari sini yang berbeda.

Masih tempat yang sama. Tetapi dari sini yang berbeda.

Setelah berjalan-jalan sendiri menikmati kota tanggal 24 Januari kemarin, inilah hasil jepretan saya mengenai kota Samarinda. Mungkin melalui foto kita dapat melihat secara jelas seperti apa yang terjadi sebenarnya. Street Fotografi mungkin seperti pada foto-fotoku, candid dan jurnalistik menjadi dasar hasil karya ini. Karena dibalik ini semua kita bisa tahu seperti apa kota Samarinda tanpa melihatnya secara langsung.

Deka.


Opening Ceremony National Sports Weekend


Stok Foto Pekan Olahraga Nasional Kalimantan Timur 2008

Semoga bisa berbagi….


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,429 other followers