Semarang 18 Jam


Touring ke Semarang,

Jum’at malam seperti biasa teman-teman satu alumni untuk berkumpul bersama disalah satu kosan mereka. Tak terencana dari awal sebelum bertemu untuk hanya kumpul-kumpul saja tetapi malah langsung rencana yang mendadak dan hampir tidak masuk akal. Lah wong malam itu aku yg woro-woro kumpulnya jam 9 malam, aku sendiri jam 9 malam baru berangkat dari kosan ke tmpt kos hariz. Tetapi itulah yang menjadi kebiasaan, yang awalnya mau rencana buat alumni-alumni yang sama dari satu sekolah akhirnya gagal karena kami seperti biasanya kalau jalan-jalan ngajak median juga. Dan rencana yang hampir tidak masuk akal yang ditentukan serta dipikirkan tidak lebih dari 10 menit ini akhirnya benar-benar terjadi. Yaitu kita semua urunan buat nyewa mobil untuk pergi ke Semarang, jalan-jalan. Hariz yg tmnnya dkt sama yang mnyewakan mobil akhirnya coba untuk mengurus peminjaman mobil itu. Awalnya urunannya 30 rebu, tetapi setelah dicek biaya peminjamannya tidak nutupi blas, dan akhirnya dari 7 orang itu membayar 50 rebu untuk sewa dan beli bensin. 250 rebu buat rental mobil selama 24 jam, kemudian 100 rebu lgi buat isi bensin pertama kali plus duitku 20rebu. Peminjaman pun akhirnya disetujui dengan menggunakan daihatsu xenia, yang sebelum tempat rental kami melewati rental mobil juga dan coba menannyakan. Dan dapatnya 275rb dengan menggunakan Suzuki APV yang lumayan lega dibanding xenia, tetapi kembali ke suara terbanyak. Mobilnya apa saja asal jangan nambah lagi, kemudian karena yang APV nggk bisa kurang lagi akhirnya hariz pun menyewa yang Xenia dengan menjaminkan Mxnya, Helmnya, Helm Ricky, STNK, KTMnya hariz. Tanki bensin yang belum terisi inipun akhirnya diisi dengan duti 120rebu tadi untuk sementara dan akhirnya hanya dapat setengah meteran lebih sedikit. Untungnya xenia yang membawa 7 bocah inimasih hemat.

Pukul 11.30 kalau nggk salah inget….

Udah ngambil mobil dan langsung meluncur cari makanan jam segitu yang nggk terlalu mahal, dan akhirnya nggk dapat. Kemudian kita meluncur ke daerah angkringan di tepi sungai code yang selalu ramai dikunjungi. Akhirnya supaya tidak terlalu mengantuk kami pun memesan kopi panas untuk supaya dalam perjalanan kami dapat terjaga dari tidur.

Driver pertama setelah diambil itu Hariz kemudian Median dan lanjut ke Rizal.

Setelah dari kos Median untuk mengambil minuman ringan kami pun menuju seperti cerita singkat diatas, kemudian setelah usai dari tempat itu kami langsung menuju Semarang melalui Magelang.

Saat malam itu drivernya Median kebetulan Median pernah ke Semarang dan dia masih ingat jalannya, tujuan kamipun langsung ke Mesjid Agung Semarang untuk mampir sejenak kemudian istirahat dan rehat..

Pukul 3.00 dini hari banget yang ini pasti,, coz yg ini dicatat

Dengan joki Median akhirnya mampu menyampaikan kita ke Masjid Agung Semarang setelah sempat dua kali berhenti di SPBU untuk sekadar numpang buang air kecil saja. Dalam udara yang dingin dalam perjalanan menuju Semarang, pendingin kendaraan pun akhirnya dinyalakan untuk mencegah embun yang ada. Setelah melewati jalan panjang melewati Magelang yang dingin tenan, yang dinginnya menusuk kulit akhirnya sampai juga pada Semarang yang masih buta…. Kami pun langsung menanyakan letak Mesjid Agung untuk singgah dan sholat subuh berjamaah disana. Tepatnya sampai di Mesjid Agung Jam 3 dinihari, kami pun berfoto-foto ria untuk mengabadikan moment itu dengan menggunakan kamera HP masing-masing. Dan aku menggunakan Digicamku serta kamera Hpku. Memang kolaborasi yang baik, kalau saja hasil dari digicamnya jelek masih ada foto dari kamera Hp. Sesi pemotretan yang memakan waktu hampir satu jam ini akhirnya mesti berakhir karena datangnya waktu sholat Subuh sekitar jam 4.00. kamipun langsung menuju tempat wudhu yang pada saat itu kami sama sekali tidak tahu dimana tempat wudhunya. Berdasarkan pengalaman di Mesjid Raya Darussalam di Samrinda itu, tempat wudhunya dibawah bangunan mesjid. Dan akhirnya benar, tempat wudhu serta ada toilet tepat dibawah bangunan mesjid agung. Kamipun lansung membuang hajat kemudian mengambil wudhu untuk sholat subuh. Usai sholat subuh tadi kami sadar, ada dua makluk yang menghilang dari peredaran, yaitu ricky dan rizal. Mereka berdua pusing mencari toilet dan tempat wudhu untuk mencuci muka. Mereka yang terpisah akhirnya bertemu kembali usai sholat subuh. Kamipun berkumpul di depan pintu mesjid Agung untuk menikmati udara dingin sambil mencoba untuk menutup mata sejenak beristirahat. Tetapi tidak kesampaian, karena udara dingin sangat ini membuat kami tidak dapat tidur. Ketika sang fajar sudah mulai merangkak naik aku, ricky dan rizal mencari toilet di sekitar lingkungan mesjid. Dan akhirny dapat setelah berjalan lumayan menjauh dari mesjid tepatnya di ruko-ruko diwilayah mesjid. Disitu aku mengantarkan ricky yang sudah tidak tahan lagi, kemudian aku memesan popmie untuk mengganjal perutku, sama dengan rizal yang sudah memesannya terlebih dahulu. Kami bertiga yang jalan-jalan tidak tahu bagaimana keadaan keempat teman kami yang kami tinggalkan, tetapi akhirnya kami bertemu setelah kami bertiga berfoto-foto ria di bedugnya.

Pukul 6.00 pagi

Setelah pergi meninggalkan mesjid Agung kami pun berjalan untuk mencari sarapan pagi yang murah dan pas dilidah, maklum lha wong nggk tau jalanan Semarang jadinya mau nyari makan aja mesti ngelewati pasar dengan arah berlawanan. Muterin simpang lima, karena nggk tau jalan. Dan akhirnya kami putuskan untuk makan di Warteg di jalan gendingan arah baratnya PasarRaya Sri Ratu. (saya tahu banget tempat ini, karena aku ngeliatin papan nama jalannya dan ngeliatin gedung besar yang menjadi patokan warteg ini dan arah matahari terbit)

Pas makan para banget, pake acara ngelirik mbaknya yang ngejual makanan. Untungnya nggk ditanggapi, kalau direspon ntar malah pada salting dan bingung.

Usai makan di warteg mbak cantik itu kami pun langsung pergi tanpa peta, entah mau kemana, dan akan si
nggah dimana kemudian.

Pukul 08.15 masih pagi

Tiba di tempat wisata yang bernama Citra Asri Gonoharjo, tapi dalam perjalanan yang menghabiskan waktu lama ini rupanya kita berputar-putar simpang lima sampai sekitar 5 kali untuk tahu mau kemana selanjutnya setelah sarapan tadi. Tetapi malah justru naas, karena nggk da yang tau jalan Semarang dan nggk punya peta Semarang jadinya ya itu tadi kita berputar-putar simpang lima sampe kayak mobil kebingunan mau kemana. Saat itu Agung yang pegang kendali xenianya, putaran pertama sampai ketiga belum dapat hasil mau kemana. Setelah putaran kelima akhirnya tahu arah tujuan selanjutnya, tetapi karena salah mengambil jalan mau nggak mau mesti mutar lagi. Saat itu aku yang disuruh tanya sama anak-anak, dimana tempat wisata di semarang, lama perjalanannya. Sempat kutanya ke tukang jualan gorengan disalah satu jalan yang aku lupa namanya jalan apa. ”duh mas kalau saya nggk tahu tempat wisata di Semarang” jawab penjual gorengan itu. (sialan nie orang, kayaknya baru aja tinggal di Semarang deh ni orang) ngedumel nih dalam hati tanya sama orang yang salah. Jadinya kita coba terus saja entah mau kemana lagi, tetapi aku melihat ada papan nama tempat wisata pemandian air hangat. Aku yang jadi navigator dan Agung yang jadi supirnya akhirnya menuju tempat pemandian air hangat itu. Dan setelah itu, Agung langsung tancap gas meluncur ke tempat itu.

Akhirnya tiba setelah melewati beberapa ratus tikungan dengan jalan yang kecil untuk menuju ke tempat wisata itu, dan jalan yang menanjak 50 derajat. Saat sampai, rencana yang hanya jalan-jalan saja rupanya mau mencoba pemandian air hangat. Dengan tiket 7500 akhirnya kita masuk kedalam tempat pemandian itu, sempat jadi bingung juga, masuk aja nggk mandi bayar. Sialan! Mungkin judul untuk bagian ini “Dengan 7500 kami tertipu” yaa maklum karena inginnya mandi air hangat karena udah seharian nggak mandi, kemudian melihat kolam besarnya yang bukan air hangat lagi dibersihkan. Asem tenan! Dikirain terawat, rupanya lagi dibersihkan. Kemudian melihat kolam air hangatnya, dan betapa Naasnya!! Satu kata buat tempat itu! ”Jorok!” ya jelas, kolam air hangatnya saat itu nggk hangat sama sekali!!! Yang hangat malah tempat mandi untuk bilasnya, emang kita Cuma mau numpang bilas aja. Dan kolamnya itu, nggk disikat atau nggk dibersihkan sih. Jorok banget, tobat aku kesana lagi nggk tahu kalau dalamnya nggk ada yang bisa dinikmatin. Dan akhirnya hanya bertahan satu jam setengah saja, dan kemudian kami kembali lagi ke jogja karena sudah nggk tahu mesti kemana lagi. Dan tentu jelas, kami langsung menuju ke jogja dengan supir Rizal. Dalam perjalanan pulang kamipun mengisi perut dengan kupat tahu sebagai makan siang kami.

One thought on “Semarang 18 Jam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s