Hunting Jakarta Kemarin (part I)


Bukan hunting biasa

Duh memang rada susah nih klo mau nentuin judul yang emang rada aneh juga kejadiannya. Sebenarnya sewaktu kumpul-kumpul teman-teman fotografi tertanggal 9 mei 2008, ceileh emang sih rada nggak jelas bahasan waktu itu tetapi dari kongkow rutin tersebut lahirlah rencana untuk berangkat ke jakarta oleh abang mimit yang pengen hunting foto demo di jakarta minggu depannya tepatnya senin 12 mei 2008.

Pertemuan kali itu memang terjadi sedikit konflik antara awe aka ardi wilda dengan brubah aka brama, kedua makhluk ajaib ini sedang bersitegang karena membicarakan dita yang berbeda. hehehe, emang waktu itu sedang hangat-hangatnya dua makhluk ajaib ini sedang dekat-dekatnya dengan dita-dita mereka yang saya juga tidak terlalu tahu rupa wajah dita dari brubah ini. kebetulan malam itu sempat memanas antara kubu awe dan brubah padahal malam itu cuma ada dua orang yang lagi panas-panasan dimalam yang rada adem dan yang laennya hanya menimpali saja argumen-argumen yang ora ceto dari kedua kubu yang sedang memanas tersebut kecuali saya yang cuma meringkuk diem karena sedang dirundung kebimbangan apa yang sedang diomongin kedua bocah ini dan kawan-kawan. karena sangking binungnya sya, hanya bisa ngedengerin kedua bocah ini saling menimpali.
Kongkow rutin para pecinta kamera kali ini benar-benar tidak jelas, karena cuma ngobrolin satu nama beda orang dimasing-masing kubu. Dan lebih tidak jelasnya lagi yang biasanya bisa awet ngobrol sampe jamuran di bolevard kala itu nggak sampe jamuran alias baru masa fermentasi(ah tambah nggak jelas), yang jelasnya sih biasanya bubaran ngumpul jam-jam 11 atau setengah sebelas eh malah jam setengah 10 lewat dikit udah pada kehabisan bahan pembicaraan dan udah pada lelah sendiri.

Untungnya dari perkumpulan pecinta kamera itu mas mimit yang udah nggak tahan pengen hunting demo dijakarta mengutarakan keinginannya di forum malam itu. dan akhirnya saya dan awe pun pengen juga hunting demo dijakarta.

Siap-siap nih,,,
eh abang mimit udah sampe jakarta yang penuh sesak manusia, tetapi untungnya abang itu ditampung oleh pamannya dari pada jadi anak ilang di jakarta yang membawa nikon d70s. jadi untungny pamannya bersedia menampung keponakannya yang doyan foto-foto itu.
sedangkan kami(eh daku dan awe) masih nyantai2 kuliah dan ngobrol2 dikampus karena minggu paginya kita kan mau beres-beres markas baru. jadi ya masih nyantai-nyantai aja. karena malemnya udah smsan ama si awe, “klo jadi k jkt, bsk kita beli tiketnya”. untungny kita mlm itu udah smsan layaknya dua sejoli(ih astaghfirullah deh, daku masih doyan ama gadis kok! begitu pula awe)

kepanikan terjadi!!!

agh udah kelar nih beres-beresnya, gara-gara cat(bukan kucing yg jelas) yang dibeli yogi dengan alasan cat paling murah kita ngecatnya jadi nggak yakin waktu bersih-bersih. tetapi setelah ditunggu kering hasilnya lumayan lah daripada nggak sama sekali jadi rada butut markas yang baru dapat ini.
yuk! siap-siap berangkatnya tar malem sih maunya dan rencananya awalnya ama awe ke jakarta, mari nih beli tiket eksekutif.
brum brum brum,,, hehe aneh lho ini, cabut ke stasuin tugu yang sebelumnya sih awe yang menjemput ke kostku(ujung2nya naek motor masing2, karena kita bodo amat dengan isu pemanasan global yang udah takdir, hehehe)
yup! tujuan pertama ialah stasiun tugu tercinta! hehe,, meluncurlah dengan bangga kesana untuk segera membeli tiket untuk 9 jam kedepan tepatnya berangkat malem sih yang jelas.
buru-buru ngambil antrian buat mesen tiket, dan….
bodoh!!! tiket untuk malam itu semuanya habis!!! eksekutif ataupun bisnis sama sekali tidak ada! dan kita berdua harus tiba di jakarta seninnya. weitss,,, tunggu,,, kita berdua berunding di kursi loby yang saat itu sedang tidak terlalu ramai untuk memastikan bagaimana caranya sampai jakarta sebelum jam 9 pagi hari seninnya besok…
15 menit kemudian stelah berdebat alot dan angel tenan, kita berdua menyetujui dan sudah memiliki kesepakatan yang intinya kita mesti dijakarta bagaimanapun caranya kecuali naek sepeda motor!
kita segera melaju ke lempuyangan untuk segera mencoba membeli tiket ekonomi progo tujuan jakarta. memang waktu itu tidak terlalu banyak untuk mementukan pilihan karena deadline yang sudah mepet banget untuk mementukan suatu pilihan. dan benar-benar mepet! sial! rupanya di lempuyangan blum buka tiketnya, tetapi yang sangat naasnya ialah ketika di lempuyangan sedang nunggu loket karcis dibuka kita berdua mendapat pengalaman yang sangat membuat kita juga berpikir keras bagaimana caranya ke jakarta tetapi tidak naek progo atau ekonomi ataupun naek motor. dan kita pun mementukan untuk naek bus saja, ada beberapa pertimbangan besar kita naek bus ke jakarta. pertama mungkin kita-kita ini punya barang-barang yang tidak murah dan bukan murahan, yang jelas copet atau pengutil mana yg nggak demem ama kamera DSLR kami. kedua yang jelas kita-kita ini nggak terlalu kuat untuk menahan pantat kita diatas papan tempat duduk ekonomi yang keras bisa aja pegel di kereta pantat kita tersayang sehingga mempengaruhi kita dalam memotret nantinya di jakarta. ketiga, kita cari aman dan nyaman aja deh!
langsung cabut deh ke salah satu terminal yang ada dijogja, dan bodonya kenapa kita ke terminal giwangan! kenapa nggak ke terminal jombor aja yang lebih dekat! agh udah yang penting ni sampe dulu ke jakarta ya klo udah sampe giwangan kan intinya beli tiket trus siap2 ke jakarta. eits, kita dapat tiket booo,, asiiiikkk,,,,, dengan tiket 100k kita udah sampe jakarta yang laknat! untuk memoto teman-teman demo. tetapi yang sangat bodohny ialah kita dapat tiket keberangkatan jam setengah lima waktu giwangan! dingdong! sekarang tepatnya sesudah membeli tiket waktu yang tersedia ialah satu jam lagi! parah! cabut langsung dari giwangan, segera siap-siap barang-barang buat ke jakarta. kita pun terpisah ke tempat kost masing-masing buat nyiapin senjata aka kamera buat mfoto di jakarta.

Ada kisah nyata dan bukan fiktif kawan! sya dtitilang! atas pelanggaran lalu lintas, yaitu melanggar lampu merah dan melanggar marka jalan, parah dan sya menyerahkan 30k kepada polisi keparat itu! shit! sya yang bodoh, untungnya saya nggk celaka karena melanggar traffic light tersebut. layaknya yang diceritakan polisi tersebut, “di lampu merah sini sudah 8 orang meninggal karena melanggar lampu merah” bukan karena lampunya yang sakti tetapi simpangan giwangan sangat berbahaya, lawan tabrakannya biasanya bus? ada nggak cerita motor ditabrak bus di simpang giwangan tetapi yang mati supir busnya? ya jelas nggak ada.
eits1 waktu semakin mepet banget, setelah memakan waktu 10 menit berususan dengan polisi sialan itu akhirnya sya bisa bebas melenggang dimotor dengan kecepatan udah mentok banget 75km/jam. dan bisa sampe kost dengan ngos-ngosan motornya, daku pun langsung dengan langkah terburu-buru masuk ke kamar yang memang sedang tidak sedap dipandang untuk menyiapkan perlengkapan perang nanti. untungya batre 400d punyaku udah siph di charge tadi pagi jadi siap tempur sudah! tetapi sempat terpikir cukup atau nggak CF dan batreku, sempat niat minjem tetapi nggak jadi karena semoga saja cukup.
dan akhirnya daku sampe kembali ke giwangan yang butut, dengan diantar oleh kawan kostku. eh benar-benar sial! jam indonesia tepatnya jam keberangkatannya bis nggak pernah ada yang tepat waktu! bisnya sampe jam 5 lewat! sial, udah buru-buru sekalinya telat, dan menunggu di terminal lebih sejam. untungnya ada thomas cup! hehehe,, kami terselamatkan menunggu bis sial dengan hiburan badminton, dan yang hebohnya ada bapak-bapak yang histeris sambil menonton di acara tersebut. yap! bapak itulah yang jadi point of interest dari orang-orang yang diruang tunggu, karena menjerit-jerit sambil menonton thomas cup tersebut melalui televisi. bapak itu menjerti karena terlalu ephoria banget ama badminton.
eh sebelumnya siap di giwangan, tepany waktu di lempuyangan ada suatu cerita bodoh! ada seorang bapak-bapak yang sempat diajak ngobrol ama awe,eh sekalinya itu bapak tiba-tiba didatangi seor
ang cwe yang mungkin istrinya dan tiba-tiba memukul kepala bapak itu dan mengatakan “mw kabur kemana kamu?, ngelariin dompetku ya?” gtu! yah itu yang membuat kita semakin kuat untuk tidak ke jakarta menggunakan progo,.

next,,, klo sempet ya ngelanjutin,,, hehehe

3 thoughts on “Hunting Jakarta Kemarin (part I)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s