Buat Dia yang di Sana


Mungkin ada waktunya ketika benar-benar merasakan kebosanan mengenai pacar, mencari, berusaha untuk mendapatkan sesosok lawan jenis dan mendapatkan status pacar.
Mari melihat masa lalu yang bisa dikatakan kurang indah-ceile dah ni parabola banget. mungkin bukan kurang indah tetapi buruk malah… ah ini malah berlebih juga… tetapi dari semuanya itu intinya adalah ya itu tadi. malah bingung? ya udah dijawab tadi kok.

Nah memasuki sebuah perasaan yang nggak bisa lepas, sesosok perempuan-cewek lho ya. yang mungkin membuat perasaan selalu senang, bahagia, stress, mumet, tetapi mungkin bukan yang sekarang justru sosok yang dulu yang mampu membuat spirit dari dalam untuk membuat sesuatu yang terbaik-terbaik menurutku,bukan menurut orang lain. memang tampak egois sangat memang saya ini, ketika hidup tidak terkecuali ketika tidur.

Memang seseorang ini mampu membuatku sampai di Yogya untuk menuntut ilmu, dia memang bukan Bundaku yang masih sering kucuekin, apalagi pacar, yang jelas cuma cewek biasa aja dan teman tentunya. Tetapi dari rasa ingin memiliki status pacaran dengannya,apalagi ketika itu masih kecil-kecilnya tepatnya SMP masih marmos-marmosnya dan masih belum tahu arti apa-apa mengenai cinta, sayang, yang ada hanya rasa penasaran dan ingin mencoba dan saya memang ada rasa ingin mendapatkannya menjadi kekasih(gitu dah kata-katanya wagu).
Dan jelas dari rasa ingin jadi pacarnya sampai mengebu-gebu seorang bocah cilik yang menginginkan mencoba menyayangi seorang perempuan lain dari anggota keluarganya itu. Tetapi apa daya, keinginan itu memang sulit diwujudkan apalagi sampai SMA dan hingga lulus. Apakah mungkin dulu sempat saya tanamkan benih-benih ilfeel yang berlebihan, ataukan feel yang lain sehingga dia hingga kini sulit sekali membuka hati, pikiran apalagi.
Tepatnya siapa yang nggak kenal cerita cintanya dwi waktu SMP(sohib2 saya lho ya), terutama sampai SMA yang deket aja masih pada inget gimana ceritanya. Ketika kebodohan-kebodohan menghinggapi pikiran saya, ketololan menghampiri, dan kedunguan yang datang malah justru membuat segalanya yang saya anggap iseng menjadi pembibitan ilfeel tersebut.
Sangat susah sekali ketika ingin mengembalikan kepercayaan, serta keyakinan yang berbeda antara yang dulu dan kini. apalagi ketika sudah dihadapkan pada rasa gengsi, malu, dan enggan untuk memberikan kesempatan-saya berharap banget. tetapi dari situ saya nggak mau kalah pamor dengan doi yang punya kesibukan yang nggak ada hentinya-cuma rapat2 nggak penting menurutku. yah memang sangat sulit untuk menemui dia karena kesibukannya, dan dari kesibukannya saya rasa dia memang sibuk untuk sesungguhnya ataukah hanya menjadi alasan agar sulit ditemui.
Singkat cerita dengan rasa enggannya dia kepada saya,saya berusaha untuk lebih baik. Tetapi saya memang tidak ada perubahan dari dulu,saya merasakan kestatisannya hidup dari dulu sampai kini tetapi ada dia yang membuat tidak statis tetapi lebih bersemangat untuk menjadi lebih baik dan produktif dalam hal kegiatan.

Yang dapat diambil ketika mengadapi seperti ini,saya sepertinya sudah mulai terkonsep kenapa susah-susah ngejer2 dari SMP sampai SMA malah nggak dapat-dapat, nggak jadi-jadi, dan nggak ada kontak-kontakan lagi.
Saya males maksa untuk jadian, malas terlalu berharap banyak, malas cemburu-belum jadian, malas jaim didepan yang disukain, tetapi saya tetap berusaha sayang untuk itu dan tetap bertahan. Kini memang masih ada sifat-sifat itu,karena saya merasa udah terkonsep seperti itu, lelah mengejar-ngejar dari cara baik-baik sampai yang buruknya, tetapi inilah dampak yang kau buat dulu dan berdampak kini. dan ini bukan salahmu tetapi salahku yang memang nggak bisa mengerti kamu, memahaminya dan kini masih berharap walaupun masih mencoba mencari yang lain agar lebih baik.

dituliskan berdasarkan kisah nyata(hehehehe….)
buat seorang gadis yang masih kuharap nantinya entah kapan dan ku malah mencari yang lain.
28 April 89, FKIP Bahasa Inggris UNMUL 07. kira-kira identitas apalagi yang bisa ada bayangan buat kalian…
Eva Suci Ramadhani…

2 thoughts on “Buat Dia yang di Sana

  1. zulfigitu said: Ini kata-kata yang kontradiktif dengan pembicaraan di postinganmu, wi…Kalo ga spesial, tentu ga akan bisa memotivasi dirimu utk berbuat sejauh itu

    dia memang bukan siapa-siapa zul, klo menurutku spesial banget karena saya merasa harus bisa lbih baik daripada doi yang udah nolak gw mentah2 6 tahun…

  2. danangwawan said: Memang seseorang ini mampu membuatku sampai di Yogya untuk menuntut ilmu, dia memang bukan Bundaku yang masih sering kucuekin, apalagi pacar, yang jelas cuma cewek biasa aja dan teman tentunya.

    Ini kata-kata yang kontradiktif dengan pembicaraan di postinganmu, wi…Kalo ga spesial, tentu ga akan bisa memotivasi dirimu utk berbuat sejauh itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s