Belajar foto yang semiotik


hehehe… maafkan saya teman telah mengorbankan kalian untuk menjadi bahan belajar saya dalam memoto detail unik dari suatu acara. Seperti foto ini.

Saya akan memulai bercerita mengenai dasar foto ini, jika kita nggak kenal sama sekali apa maksud foto ini saya anggap wajar saja karena tidak semua tahu apa maksudnya ini kawan. Hanya teman kampus saja sayangnya yang mengerti maksud foto ini, itupun juga tidak semuanya. Lagi-lagi hanya beberapa saja yang mengerti maksud foto ini.

Pengendara Daihatsu Taft ini seorang perempuan manis yang biasa saya sebut dengan R, dan si Toyota Yaris ini juga teman saya panggil aja deh si Y. Ya tepatnya lagi mereka berdua juga teman-teman saya,hehehe…. lagi-lagi maafkan saya menginisalkan kalian yang doyan di facebook daripada di Multiply.

Gosip-gosip hangat yang beredar di kampus ialah Y sedang dekat-dekatnya dengan R, indikasinya ada ketika konser perdana Paduan Suara Gadjah Mada “Bahagia dapat bernyanyi” yang diadakan di Taman Budaya Yogyakarta beberapa bulan lalu. Nah Y mengajak R nonton bareng, ya maklumlah namanya laki-laki kan mesti menjaga perempuan dan harus tanggung jawab kalau ngajak jalan-jalan mesti dipulangin ke rumahnya, nganter jemput juga plus dinner sebelum sampe rumah.

Selang beberapa minggu seiring berjalan diklat salah satu BSO keren tingkat fakultas-maklum jurusan lain belum buat juga, mengadakan serangkaian diklat dan berakhir di malam keakraban tepatnya saya mengabadikan gambar ini.

Yah, saya untungnya cuma sebagai pengantar kayu bakar dan tikar untuk acara makrab malam itu. Sehingga saya tidak terlalu lama-lama setelah mengantarkan kemudian memoto ini dan langsung pulang kerumah untuk tidur sejenak dan menunggu berubah pikiran apakah menginap atau tidak.

Nah singkat kata malam itu menjadi malam yang membuat saya mengerti dan kembali lagi sadar bahwa selama ini saya belum bisa membuat seorang perempuan nyaman bila di dekat saya, apapun kondisinya, kapanpun itu, dan saya juga sadar kalau seorang perempuan itu sangat menginginkan suatu perhatian yang lebih, dan dia tidak suka asap rokok(rokok intinya).
Dan saya mencoba untuk mencoba mundur dari usaha untuk melanjutkan pendekatan, karena saya juga sadar masih seperti yang dulu. Sangat sulit sekali ataukah saya perlu belajar lagi untuk dapat bersikap seperti Y pada malam itu. Ahhh… mesti belajar, harus…
Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk R dan Y, terutama saya yang masih perlu belajar kehidupan yang sebenarnya.

11 thoughts on “Belajar foto yang semiotik

  1. meylanfredy said: tulisanmu sama sekali tidak fokus. Mau ngomongin foto, semiotika, gosip, atau percintaan??Y= Yogi, R= Rizky Aldian

    tepat sekali tulisan saya tidak terfokus kemana, seperti cerminan hidup aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s