Kotaku yang sering banjir


Banjir merupakan permasalahan kota yang paling mendasar dan biasa terjadi di beberapa kota atau wilayah di Indonesia. Terutama kota dimana saya dibesarkan, ditempa, dan dibina-nggak dibinasakan. Yang membuat saya mencoba untuk menganalisa secara sederhana mengenai banjir yang terjadi di Samarinda.

Sebenarnya saya tinggal di Samarinda sejak tahun 1996, dimana kota yang menjadi ibu kota propinsi Kalimantan Timur itu menurut saya populasi penduduknya juga masih sedikit pada masa itu. Tetapi yang saya rasakan pada awal-awal ketika saya tinggal di Samarinda belum ada kejadian banjir yang cukup merepotkan dah hingga kini malah sepertinya menjadi banjir tahunan. Yang saya ingat dulu sewaktu masih duduk dibangku Sekolah Dasar, hampir sama sekali jarang terjadi banjir pada titik-titik banjir yang ada sekitar 4 atau 6 tahun belakangan ini.

Memang saya dulu tidak terlalu mengerti mengenai fenomena banjir di Samarinda yang belakangan ini makin mengerikan merendam beberapa titik rawan. Seingat saya dulu memang kota itu tidak terlalu padat, tidak terlalu ramai, dan tidak sampai macet. Tetapi kini kota ini menjadi sangat berbeda dengan perubahan yang sangat cepat, yang sepertinya mengesampingkan lahan-lahan serapan air di perkotaan. Hal inilah yang paling mendasar dalam masalah banjir dikota ini.

Masalah utama dari banjir yang intensitas semakin meningkat ini mungkin perlu dirunut sebabnya. Coba runtutan perkembanga kota ini dari sekitar 96an, dan saya perlu mengingat bagaimanakah kota ini pada 12 tahun yang lalu. Sepertinya dulu saya nggak pernah ngerasain banjir serutin ini dimusim hujan, hanya saja sempat terjadi banjir karena waduk benanga yang jebol. Cukup saja kejadian itu membuat porak poranda beberapa daerah Samarinda karena terendam air, untungnya hanya waduk dan tidak rutin(itu dulu).

Nah dari kejadian jebolnya waduk benangan itu-saya lupa kapan waktunya,yang jelas pernah kejadian seperti itu. Seusai jebolnya waduk itu, Samarinda kembali membenahi waduk itu menjadi lebih baik. Tetapi itu hanya sebatas waduk itu agar mampu menahan debit air yang lebih disetiap musim hujan.

Tetapi kini setelah sering kali merasakan banjir di Samarinda saya mencoba memikirkan walaupun tidak terlalu perlu, mengapa banjir bisa sering terjadi di kota ini.
Mungkin di album foto itu saya sudah masukan beberapa foto yang saya anggap sebagai sumber, sebab kenapa Samarinda semakin sering dilanda banjir ketika hujan datang ataupun air pasang. Seperti alih lahan dari lahan hijau menjadi pemukiman, selokan-selokan atau drainase yang bodoh(tidak sesuai dengan standar) ataupun yang dangkal tidak terawat.

Dari permasalahan utama penyebab banjir di Samarinda seperti hal diatas perlu ditangai oleh Pemerintah Kota ataupun Daerah, karena tempat-tempat yang banjir hanya itu-itu saja dan semakin dalam kalau banjir.

2 thoughts on “Kotaku yang sering banjir

  1. danangwawan said: Tetapi kini kota ini menjadi sangat berbeda dengan perubahan yang sangat cepat, yang sepertinya mengesampingkan lahan-lahan serapan air di perkotaan.

    oh ini sebabnya. yayya. baru baca wi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s