Menu Penutup 2008 Kemarin


menu sederhana tutup tahun di rumah
menu sederhana tutup tahun di rumah. Ada pecel lele, Ayam Goreng, lalapan, dan itu Palu bukan untuk dimakan.

Ini foto menu tutup tahun 2008 kemarin dirumah. Saya dan beberapa orang tetangga saya yang punya pekerjaan tetap sebagai penjaga kosan putri di Jl. Asrama UKDW,  Seturan. Memang sepertinya sudah terlambat untuk memposting hal yang seperti ini, tetapi tidak ada salahnya, karena setiap orang mempunyai cerita yang ingin disampaikan walaupun telat-tapi nggak parah-parah amat lho ya.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk merayakan malah pergantian tahun 2009 kemarin, ada yang menikmati kemacetan dijalan raya, ada yang bertasbih di tempat-tempat ibadah, ada yang ke tempat clubbing, dan berbagai macam cara mengekspresikan kegembiraan dimalam pergantian tahun kemarin. Tetapi setidaknya saya mencoba untuk menyadari bahwa setiap malam pergantian tahun sama artinya ketika kita merayakan hari ulang tahun yang bermakna waktu kita sudah semakin berkurang untuk hidup-lebih tepatnya lagi jatah hidup di dunia. Kita boleh senang, tetapi kita juga boleh merenungi pada malam itu. Merenungi setahun lalu yang sudah kita lewati, dan membayangkan setahun kedepan kita mau seperti apa(katanya resolusi). Dan malam tahun baru kemarin bagi saya seperti malam-malam sebelumnya, maklum akhir desember dan awal januari adalah hari-hari tegang bagi saya(mungkin teman-teman satu kampus saya) karena tanggal segitu kami masa minggu sibuk Ujian Akhir Semester yang berarti kami garap tugas-tugas untuk UAS.

Ketika banyak orang berpergian keluar kota-seperti tetangga sebelah rumah saya itu ke tempat keluarganya untuk berlibur di akhir tahun. Dan saya mencoba untuk menyadari arti hidup dengan lebih mendekatkan diri dengan orang-orang sekitar rumah saya, seperti kemarin tahun baruan dirumah. Rencananya pun seminggu sebelumnya, daripada saya berpikir keluar kemana-mana dan tugas juga tetap numpuk mending ngumpul-ngumpul makan, ngobrol, dan maen kartu(saya tidak bisa main kok) yang mungkin bisa membuat menjadi lebih guyub dalam bertetangga.

Ini Namanya Pak Mardi sebut aja Pak De penjaga kost putri Artha
Ini Namanya Pak Mardi sebut aja Pak De penjaga kost putri Artha

Mungkin tidak terlalu mewah sajian malam itu, tetapi nikmat dari sebuah kebersamaan dalam menyiapkannya yang mungkin lebih nikmat. Karena saya yang juga masih tergolong penghuni baru di daerah situ. Jadi mungkin ini cara yang asik buat menghabiskan malam tahun baru kemarin. Yaitu mencoba mendekatkan kepada lingkungan sekitar kita ketimbang membuang-buang uang(dengan dalih setahun sekali).  Jadi ya urunan, belanja, terus masak sendiri(pak de sing masakke), trus siap-siapinnya di teras rumahku. Saya juga cuma bisa menyumbangkan tempat untuk menikmati sajian akhir tahun itu.

Tetapi malam itu saya juga kembali berkutat dengan Multiply saya. Maklum kelar makan-makan ini saya akhirnya mengabiskan namanya pergantian tahun di warnet untuk memasukkan foto dan tulisan-tulisannya. Beserta nyari bahan buat UAS, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Pak Nur(Keamanan Komplek), Mas Adi (penjaga kost putri Audia), Pak De, dan Mas Sugeng (penjaga kost putri juga tentunya)
Pak Nur(Keamanan Komplek), Mas Adi (penjaga kost putri Audia), Pak De, dan Mas Sugeng (penjaga kost putri juga tentunya)

Kebersamaan adalah segalanya, dan saya cuma jepret-jepret aja. Setelah itu baru menikmati sajian malam itu.

REMI
REMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s