Analisa CSR pada PT. Kaltim Prima Coal


kita pindahan kesini ya -> fotodeka.com
07/21899
Ujian Akhir Semester Ganjil
Hubungan Masyarakat

Analisa CSR pada PT. Kaltim Prima Coal

Corporate Social Responsibility di Indonesia
World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P, singkatan dari profit, planet dan people. Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit). Melainkan pula memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).
Pengertian CSR di Asia sebagai Komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan, seraya menyeimbangkan beragam kepentingan para stakeholders. Stakeholders dapat mencakup karyawan dan keluarganya, pelanggan, pemasok, masyarakat sekitar perusahaan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa dan pemerintah selaku regulator. Jenis dan prioritas stakeholders relatif berbeda antara satu perusahaan dengan lainnya, tergantung pada core bisnis perusahaan yang bersangkutan (Supomo, 2004).
Penggunaan istilah CSR (Corporate Social Responsibility) semakin popular digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (Corporate Social Activity) atau “aktifitas social perusahaan”. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara factual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan. Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional. Kepedulian social perusahaan terutama didasari asalan bahwasannya kegiatan perusahaan membawa dampak – for better of worse, bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekiar perusahaan beroperasi.
Undang-undang tentang CSR di Indonesia diatur dalam UU PT No.40 Tahun 2007 yang menyebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1). UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa ”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” Selajutnya lebih terperinci adalah UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN. UU ini kemudiaan dijabarkan lebih jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No.4 Tahun 2007 yang mengatur mulai dari besaran dana hingga tatacara pelaksanaan CSR.
Kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian keuntungannya (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan (planet) secara berkelanjutan berdasarkan prosedur (procedure) yang tepat dan professional merupakan wujud nyata dari pelaksanaan CSR di Indonesia dalam upaya penciptaan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

CSR pada PT. Kaltim Prima Coal

Tentang PT. Kaltim Prima Coal
KPC merupakan perusahaan tambang batubara yang terletak di Kabupaten Kutai Timur yang didirikan dengan akta No 28 tanggal 8 Maret 1982 dan mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman RI sesuai dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/208/25 tanggal 16 Maret 1982 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 20 Juli 1982 No 61 Tambahan Nomor 967. Sejak awal beroperasi pada tahun 1992, KPC merupakan perusahaan modal asing (PMA) yang dimiliki oleh British Petroleum International Ltd(BP) dan Conzinc Rio Tinto of Australia Ltd. (Rio Tinto) dengan pembagian saham masing-masing 50%. Berdasarkan Akta No. 9 tanggal 6 Agustus 2003 dan Bukti Pelaporan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI No. C-UM 02 01.12927 tertanggal 11 Agustus 2003, saham KPC dimiliki oleh BP dan Rio Tingo telah dialihkan kepada Kalimantan Coal Ltd. Dan Sengata Holding Ltd, dan yang selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2005, sesuai dengan Akta Notaris No 3 tanggal 18 Oktober 2005, PT. Bumi Resources Tbk telah mengakusisi saham Kalimantan Coal Ltd dan Sengata Holding Ltd. Berdasarkan akta notaris No 34 tanggal 4 Mei 2007, pemegang saham PT Kaltim Prima Coal mengalihkan 30% sahamnya kepada Tata Power (Mauritius) Ltd.

Berdasarkan Perjanjian Kontrak Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang ditandatangai pada tanggal 8 April 1982, pemerintah memberikan izin kepada KPC untuk melaksanakan eksplorasi, produksi dan memasarkan batubara dari wilayah perjanjian sampai dengan tahun 2021. Wilayah perjanjian PKP2B ini mencakup daerah seluas 90.938 Ha di Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur.

Pada Pelaksanaannya
CSR mencakup tujuh komponen utama, yaitu: the environment, social development, human rights, organizational governance, labor practices, fair operating practices, dan consumer issues (lihat Sukada dan Jalal, 2008).
Jika dipetakan, menurut saya, pendefinisian CSR yang relatif lebih mudah dipahami dan bisa dioperasionalkan untuk kegiatan audit adalah dengan mengembangkan konsep Tripple Bottom Lines (Elkington, 1998) dan menambahkannya dengan satu line tambahan, yakni procedure (lihat Suharto, 2007a).

Kaltim Prima Coal (KPC) mengalokasikan dana US$5 juta setiap tahun bagi aksi corporate social responsibility (CSR) yang berbentuk tujuh program untuk masyarakat sekitar lokasi usahanya. Dari alokasi dana tadi diatas PT. Kaltim Prima Coal mengelompokkan program pengembangan masyarakat ke dalam tujuh bidang, yaitu pengembangan agribisnis, kesehatan dan sanitasi, pendidikan dan pelatihan, pembangunan infrastruktur, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), pelestarian alam dan budaya, serta penguatan kapasitas masyarat dan pemerintah. Program-program pemberdayaan masyarakat PT KPC tersebut diarahkan kepada pengembangan sumber daya alam (SDA) yang terbarukan serta diselaraskan dengan program pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Harry Miarso, GM External Affair & Sustainable Development KPC, menjelaskan dana tersebut dialokasikan untuk masyarakat di Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, tempat KPC beroperasi. Menurut Harry, ketujuh program itu adalah pendidikan dan pelatihan, kesehatan masyarakat, pembangunan agribisnis, perbaikan infrakstruktur, pembinaan usaha kecil dan menengah, konservasi alam, dan meningkatkan kapasitas masyarakat. Untuk program agribisnis, katanya, KPC membangun 300 hektare untuk penanaman kakao. Masyarakat setempat diberikan bibit, pupuk sampai kepada pelatihan mengenai penanaman itu.
“Untuk program agribisnis ini juga dibuatkan kolam udang untuk masyarakat di Desa Muara Bengalon,” katanya dalam diskusi mengenai The Role of third sector organisations in philanthropy and corporate social responsibility yang digelar Universitas Trisakti di Jakarta, kemarin. Program agribisnis lainnya adalah membangun perkebunan pisang dan peternakan ayam di Kampung Kabo. KPC juga memberikan kredit mikro kepada masyarakat Bengalon dengan total peminjam tak kurang dari 700 orang. Sedangkan pembangunan infrastruktur telah dilakukan program irigasi di Desa Sepaso, dan pembangunan jalan. Masyarakat setempat juga dimanjakan dengan fasilitas olah raga berupa pembuatan lapangan sepakbola.
Sampai saat ini program CSR yang telah dijalankan oleh PT. Kaltim Prima Coal belum sepenuhnya efektif, karena secara keseluruhan masih terdapat beberapa variable dibawah rata-rata kesenjangan. Ini mengidikasikan bahwa masyarakat sebagai penerima manfaat masih belum puas dengan kinerja program CSR yang telah dijalankan pihak PT. Kaltim Prima Coal, sehingga kinerja program CSR harus lebih ditingkatkan lagi.
Dalam meningkatkan efektivitas program CSR maka PT. Kaltim Prima Coal harus memperhatikan beberapa aspek yang menunjang efektivitas program tersebut. Aspek yang dimaksud adalah aspek individu, kelompok dan organisasi.
Yang dimaksud untuk efektivitas Individu adalah kemampuan petugas dalam mendampingi masyarakat, kesigapan petugas dalam menanggapi permintaan masyarakat lokal selama pendampingan, kesungguhan petugas dalam memperhatikan kepentingan masyarakat yang didampingi.

Pengertian kelompok diantaranya adalah hubungan komunikasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat, program pendidikan life skill training yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kehidupan sehari – hari dan program pendidikan yang dilaksanakan secara berkelanjutan (kontinuitas program pendidikan). Berbeda dengan efektivitas organisasi dalam hal ini adalah PT KPC, variabel yang termasuk didalamnya adalah pemantauan dan pengevaluasian program CSR, dan kepedulian perusahaan mangenai sarana penampungan keluhan masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Menurut hasil penelitian yang diungkapkan dalam buku yang dirilis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dengan judul “Mempertanyakan Tanggung Jawab Sosial Masyarakat”, CSR adalah wujud minimnya tanggung jawab pemerintah dalam pemenuhan hak masyarakat. Pengalihan tanggung jawab pemenuhan hak ekosob kepada korporasi besar, membuat perusahaan lebih berkuasa dan menghapuskan kewajiban negara. “Ada pemerintahan daerah yang justru membangun infrastruktur untuk perusahan besar itu. Korporasi jadi raja, dan kewajiban negara menjadi hilang,” kata George Aditjondro, Koordinator tim peniliti.
Perbedaan pandangan sebuah instansi mengenai keberhasilan implementasi suatu program CSR disuatu daerah terutama pada PT. Kaltim Prima Coal ini menunjukkan bahwa pada setiap kecamatan di Kabupaten Kutai Timur masih terdapat variable – variable yang harus diprioritaskan untuk dibenahi perusahaan walaupun sebenarnya sulit untuk mengidentifikasi kapan perusahaan-perusahaan lain, seperti PT. Kaltim Prima Coal (KPC), memulai program CSR. Namun fakta menunjukkan bahwa perusahaan milik Aburisal Bakrie ini merealisasikan program-program tersebut secara intensif pada tahun-tahun setelah diberlakukannya otonomi daerah. Kebijakan yang telah memberi kebebasan yang lebih besar kepada masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. (Muladi, 2004. Peneliti PSKK-UGM). Seperti studi yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada, Menunjukkan program CSR yang dilakukan PT. Kaltim Prima Coal (pertambangan terbesar batu bara) terkesan untuk menghindari konflik dengan masyarakat sekitar.
Prinsip-prinsip good corporate governance, seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility kemudian menjadi pijakan untuk mengukur keberhasilan program CSR. CSR juga berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh license to operate, baik dari pemerintah maupun masyarakat. CSR juga bisa berfungsi sebagai strategi risk management perusahaan (Suharto, 2008). Pendekatan CSR yang berdasarkan motivasi karitatif dan kemanusiaan ini pada umumnya dilakukan secara ad-hoc, partial, dan tidak melembaga. CSR pada tataran ini hanya sekadar do good dan to look good, berbuat baik agar terlihat baik. Perusahaan yang melakukannya termasuk dalam kategori ”perusahaan impresif”, yang lebih mementingkan ”tebar pesona” (promosi) ketimbang ”tebar karya” (pemberdayaan) (Suharto, 2008).

Daftar Pustaka
• Majalah Bisnis dan CSR (2007), Regulasi Setengah Hati, Edisi Oktober
• Suharto, Edi (2006), Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Stategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bandung: Refika Aditama (cetakan kedua)
• Suharto, Edi (2007a), Pekerjaan Sosial di Dunia Industri: Memperkuat Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility), Bandung: Refika Aditama.
• Suharto, Edi (2007b), Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik: Peran Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial dalam Mewujudkan Negara Kesejahteraan di Indonesia, Bandung: Alfabeta
• Wikipedia (2008), Corporate Social Responsibility, http://en.wikipedia. org/wiki/Corporate social_responsibility (diakses 20 Februari)
• Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2007 PT. Kaltim Prima Coal, “Tidak Hanya Menambang”.
• Workshop Seminar Indonesian Bussiness Links 4th, “CSR For Better Life” A Learning Forum Series. Balikpapan, 26 Juli 2007.
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/08/25/haram-hukumnya-terima-csr-dari-korporat-perusak-lingkungan-dan-pelanggar-ham-2/

8 thoughts on “Analisa CSR pada PT. Kaltim Prima Coal

  1. Sebenarnya fakta dan hal-hal penting yang telah saya isi pada blog saya hanyalah sebagian kecil dari ribuan rahasia lainnya yang masih terpendam. Dan saya sebagai blogger dan pencari informasi sejati, akan berusaha mencarinya untuk Anda semuanya kelak. Jadi tetap sering mampir and baca postingan-postinganku yach..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s