HUT kota Samarinda ke-341



Ahay. kartu ajaib? ihiy, mungkin ini bukan sesuatu yang menggembirakan ketika seorang fotografer pers kampus memotret konser band. apalagi dari pers kampus UGM dan motretnya di Samarinda. Njuk ngopo?

UGM punya nama besar begitu pula Bulaksumur Pos yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dibidang jurnalistik, ahay agaknya nggak cuman Bulpos(singkatnya) tapi ada juga tetangga kita Balairung. nggak usah dibahas berlebih dengan tetangga itu, yang jelas kita punya hubungan sangat baik, erat, dan saling berkengkram di B21.

Nah mungkin beberapa kru dari Bulpos ini kadang memanfaatkan kartu pers ini untuk masuk gratis ada juga yang nggak. Tapi kembali kepada persoalan penyalahgunaan dari kartu pers itu sendiri. Tetapi saya sangat jarang sekali menggunakan kartu pers ini di Samarinda, itu pun saya cuma ngeliatin tanpa detailnya dari mana, maklum kalau ketahuan habislah saya diomelin(untungnya belum pernah).

Rencana motret pun disiapkan, batre di charge biar nggak habis tiba-tiba, trus siapin motor(booking sama Ayah biar nggak dipake), dan rencana motret jam 8 malam teng. Aha. si kakakku merengek-rengek mau ikutan nonton, dan seperti biasa saya bukan orang yang gampang mengajak doi untuk nonton konser2 outdoor beginian karena saya motret dan dia mau ngapain disana? klo ilang kasihan udah kecil, imut, ntar keselip dikerumunan penonton yang hingar bingar, bau keringat, bau pipis, dll lah pokoknya malam itu. Jadi berdasarkan pengalaman tahun 2008 yang saya juga moto ini, saya pun menepis ajakin bocah satu ini. Dia pun berguling-guling tak jelas akhirnya dirumah.

Kembali ke pemotretan yang akan saya langsungkan di Lapangan GOR Segiri, Samarinda tentunya. Sebenarnya acara ini rutin tahunan diadakan oleh Pemkot Samarinda dalam meramaikan hari ulang tahun Samarinda dan Pemkot dengan mengundang band-band ibu kota. Tahun lalu band yang ditampilkan ada ChangChuters(maaf klo nggak salah inget), dan tahun ini ada dua yaitu Peterpan sama Maia&friends.

Acara yang dihadiri oleh pejabat pemkot ini sangat dijaga ketat sekali berbeda dengan tahun 2008, yang ketika itu saya ingat sekali banyak penonton yang ada di back stage tentunya. Dan tahun ini benar-benar ketat, terbukti saya lupa pakai baju sakti (Samarinda Pos) dan cuma bawa kartu pers dari Bulaksumur Pos yang notabene di Jogja dan saya di Samarinda saat motret. Tapi hebatnya tahun lalu saya bisa masuk dengan gampangnya, tinggal keluarin kamera trus motret tanpa embel-embel ditanyain ID card dari panitia.

Penjagaan ketat yang ada tahun ini setidaknya membuat saya berpikir keras untuk memotret aksi Peterpan dan Maia, pokoke piye carane lah iso motret. Tetapi sebenarnya ada dua penjagaan, yang pertama lolos dan yang kedua ini agak ribet karena dimintai ID card jadinya susah. Wait a few minutes, waiting and…… akhirnyaaa….. Koh Gono pun datang, dan langsung negur saya.

“eh wan, rupanya di kantor nggak ada orang. jadinya aku yang motret” kata orang kulit putih ini
“duh aku nggak bisa masuk je” kataku
“aku juga nggak bisa masuk, kartu IDku ketinggal di kantor” lanjutnya

menunggu…. temannya(wartawan jg tentunya) gono dari dalam udah datang ngasih ID 2, satu saya dan satu gono.
Alhmamdulillah, batinku dalam hati nggak percuma datang ke Samarinda.
tetapi setelah masuk rupanya kartu itu sementara, yang penting udah masuk. eh diambil lagi tuh ID.
Agak bimbang…. beberapa saat ketika mau motret dan udah ngeluarin kamera. Ada mas-mas ngasih ID buat saya(thanks a lot,saya lupa namamu tapi Gono mungkin tahu). “mas klo mau masuk sini(daerah khusus depan stage) mesti dipasang IDnya” pesan yang ngasih kartu tadi.
“siap mas! makasih ya!” ujarku singkat.
Langsung saja saya pasang itu ID, agak ribet sih. Mau dipasang di leher, diiket di tas, iket ditangan. Nah daripada njelimet ribetnya minta ampun, langsung aja iket di tas pake simpul jangkar(hayo Pramuka nih). Dan setelah agak ribet berdebat di depan pintu masuk bisa sukses dengan puas memotret aksi panggung kedua band papan atas ini dengan leluasa, dan lagi-lagi kartu pers Bul nggak mempan waktu itu.

“hufh” batinku.
“untung aja masih ada yang inget sama saya” masih membatin
“klo nggak ada? kayak kodok bego deh” membatin juga

Sekitar CF 1Gb itu hampir penuh, karena saya benar-benar mengikuti dari awal Maia, Peterpan, sampai penutupan dengan kembang api yang cukup meriah. Karena hari itu saya benar-benar menikmati memotret panggung, karena bisa lebih menikmati atmosfer hentakan peralatan band yang baru-karena agak asing dengan rental musik di Samarinda yang satu ini. Dan alat multimedianya juga baru, apa mungkin saya lama nggak di Samarinda banyak hal-hal baru seperti rental alat baru ini. Atau juga alat-alat ini didatangkan dari luar kota. maaf nggak usah banyak dibahas, ntar larinya ke perkap-perkapan.

Selamat hari jadi Kota Samarinda ke-341 dan HUT Pemkot Samarinda ke-49.
Acara ini sebenarnya di Sponsori oleh L.A. Lights-tapinya saya males ngebahas karena udah kebanyakan doi branding di acara ini.

6 thoughts on “HUT kota Samarinda ke-341

  1. ardiwilda said: sayang panitia konser musik ini belum kenal sama lo wi, kalo dah kenal gw jamin lo bisa nanggung semuanya..

    ak sempat untuk memasukkan lamaran ke Deteksi production, atw beberapa EO besar.tapi akhirnya saya ke Media aja we.hehe…

  2. fakhritaksendiri said: pas baca paraprap terakhir aku udah nyium bau-bau perkap kok wi…sekalian di list kira-kira buat acara Komako butuhnya apa, ntar sekalian minta CP-nya yang ngurus sound ama rigging pas konser HUT Samarinda itu, inget ya wi sesuaikan ama rider artist juga….lho kok dadi melu-melu merkap ngene..ha..ha..ha

    acara komako musik batal.itu di urus semua dari EO Jakarta semua rupanya, sampai Sound system (project 13), lighting, dan peralatan multimedia.apalagi kalau ditunggani sama brandingnya L.A Lights live in concert.*invis mulu di YM

  3. danangwawan said: Atau juga alat-alat ini didatangkan dari luar kota. maaf nggak usah banyak dibahas, ntar larinya ke perkap-perkapan.

    pas baca paraprap terakhir aku udah nyium bau-bau perkap kok wi…sekalian di list kira-kira buat acara Komako butuhnya apa, ntar sekalian minta CP-nya yang ngurus sound ama rigging pas konser HUT Samarinda itu, inget ya wi sesuaikan ama rider artist juga….lho kok dadi melu-melu merkap ngene..ha..ha..ha

  4. ardiwilda said: lha iya lah wi, gw juga pernah denger dari siapa gitu kalo lembaga pers mahasiswa pada dasarnya g boleh nerbitin kartu pers..masalah prinsipil gitu lah, kagak ngarti dah gw

    nah itu we.sepertinya emang kan nggak boleh. tetapi kalau buat belajar, setidaknya ada yang bisa diambil ketika menggunakan kartu itu.Tetapi saat itu tidak mempan.

  5. danangwawan said: dan lagi-lagi kartu pers Bul nggak mempan waktu itu.

    lha iya lah wi, gw juga pernah denger dari siapa gitu kalo lembaga pers mahasiswa pada dasarnya g boleh nerbitin kartu pers..masalah prinsipil gitu lah, kagak ngarti dah gwtapi setidaknya buat kita yg megang ya harus jaga kartu itu dengan baik-baik, kalopun dipake di luar tgs peliputan sebenarnya paling gak apa yg kita lihat atau nonton meningkatkan pengetahuan jurnalistik kita, bukankah pers kampus emg diciptakan buat itu..semua soal belajar dan belajar bukan?gaya bgt lah gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s