Samarinda City In My Frame


Setiap perubahan di suatu kota perlu direkam. Melalui gambar mungkin bisa membantu agar kita tidak akan lupa dengan apa saja yang sudah dilakukan. Mungkin saya hanya bisa memberikan gambaran singkat bagaimana sebuah kota Samarinda melalui foto hasil jepretan saya.

24 Januari 2009. Mungkin kita tahu saat ini bagaimana bentuknya Samarinda dilihat melalui bentuk jalan. Bergelombang atau berlubang. Padahal saat ini sedang ramai-ramainya Kampanye anggota DPRD.
24 Januari 2009. Mungkin kita tahu saat ini bagaimana bentuknya Samarinda dilihat melalui bentuk jalan. Bergelombang atau berlubang. Padahal saat ini sedang ramai-ramainya Kampanye anggota DPRD.
24 Januari 2009. Untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang selalu meningkat kadang menuntut untuk melakukan bongkar pasang jalanan. Sebenarnya mungkin ada cara lain agar tidak setiap ada penambahan jaringan tidak melakukan hal ini. Mungkin bisa dilakukan secara bersamaan dengan operator lain. Terkadang penggalian jalan ini mengganggu para pengguna jalan raya.
24 Januari 2009. Untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang selalu meningkat kadang menuntut untuk melakukan bongkar pasang jalanan. Sebenarnya mungkin ada cara lain agar tidak setiap ada penambahan jaringan tidak melakukan hal ini. Mungkin bisa dilakukan secara bersamaan dengan operator lain. Terkadang penggalian jalan ini mengganggu para pengguna jalan raya.

Pembangunan Plaza Mulia

Salah satu mall besar yang memakan lahan yang tidak terpakai. Tepatnya Bioskop Parahyangan yang telah mati kemudian tanahnya dibeli oleh pengembang.
24 Januari 2009. Salah satu mall besar yang memakan lahan yang tidak terpakai. Tepatnya Bioskop Parahyangan yang telah mati kemudian tanahnya dibeli oleh pengembang.
24 Januari 2009. Masih tempat yang sama dengan sudut yang berbeda.
24 Januari 2009. Masih tempat yang sama dengan sudut yang berbeda.
24 Januari 2009. Pembangunan besar-besaran. Gedung-gedung raksasa pun tampak begitu megahnya.
24 Januari 2009. Pembangunan besar-besaran. Gedung-gedung raksasa pun tampak begitu megahnya.
24 Januari 2009. Semoga saja tidak. karena kita tahu sendiri Samarinda sudah semakin kehilangan tempat resapan air, apalagi parahnya drainase di Samarinda. Semoga ini bukan drainase yang sesungguhnya.
24 Januari 2009. Semoga saja tidak. karena kita tahu sendiri Samarinda sudah semakin kehilangan tempat resapan air, apalagi parahnya drainase di Samarinda. Semoga ini bukan drainase yang sesungguhnya.

Jalan Menuju Balai Kota Samarinda

24 Januari 2009. Sejak saya tiba disini agak terkaget-kaget ada plang tulisan seperti ini. Dulunya anak-anak sekolah, atau pengguna jalan memanfaatkan lintas balaikota sebagai tempat untuk memotong jalan. Tetapi kini dikhususkan untuk pegawai Balai Kota dan mengingat juga akan ada Plaza Mulia yang hadir tepat bersebelahan dengan Balai Kota Samarinda.
24 Januari 2009. Sejak saya tiba disini agak terkaget-kaget ada plang tulisan seperti ini. Dulunya anak-anak sekolah, atau pengguna jalan memanfaatkan lintas balaikota sebagai tempat untuk memotong jalan. Tetapi kini dikhususkan untuk pegawai Balai Kota dan mengingat juga akan ada Plaza Mulia yang hadir tepat bersebelahan dengan Balai Kota Samarinda.

Pembangunan Grand Mahakam Residence

24 Januari 2009. Sebenarnya ini dulunya merupakan daerah turunan dari bukit yang ada. Dulunya pun adalah rawa-rawa daerah resapan air, tetapi kini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman. Untungnya ada saluran air, walaupun tidak terlalu besar. Apakah ini salah satu penyebab banjir?
24 Januari 2009. Sebenarnya ini dulunya merupakan daerah turunan dari bukit yang ada. Dulunya pun adalah rawa-rawa daerah resapan air, tetapi kini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman. Untungnya ada saluran air, walaupun tidak terlalu besar. Apakah ini salah satu penyebab banjir?

Potret Pengendara Roda Dua di Samarinda.

24 Januari 2009. Setelah jalan Bhayangkara dibatasi pada waktu-waktu tertentu digunakan sebagai jalan satu arah. Tempat ini pun tetap dijadikan tempat perpotongan jalan, tidak hanya motor tetapi mobil pun terkadang menggunakan jalan yang dapat dibilang sempit ini.
24 Januari 2009. Setelah jalan Bhayangkara dibatasi pada waktu-waktu tertentu digunakan sebagai jalan satu arah. Tempat ini pun tetap dijadikan tempat perpotongan jalan, tidak hanya motor tetapi mobil pun terkadang menggunakan jalan yang dapat dibilang sempit ini.
24 Januari 2009. Simpang 3 Hotel Mesra dari jalan Pahlawan terkadang pengguna jalan memaksa berputar arah ditempat yang dilarang.
24 Januari 2009. Simpang 3 Hotel Mesra dari jalan Pahlawan terkadang pengguna jalan memaksa berputar arah ditempat yang dilarang.
Masih tempat yang sama. Tetapi dari sini yang berbeda.
Masih tempat yang sama. Tetapi dari sini yang berbeda.

Setelah berjalan-jalan sendiri menikmati kota tanggal 24 Januari kemarin, inilah hasil jepretan saya mengenai kota Samarinda. Mungkin melalui foto kita dapat melihat secara jelas seperti apa yang terjadi sebenarnya. Street Fotografi mungkin seperti pada foto-fotoku, candid dan jurnalistik menjadi dasar hasil karya ini. Karena dibalik ini semua kita bisa tahu seperti apa kota Samarinda tanpa melihatnya secara langsung.

Deka.

8 thoughts on “Samarinda City In My Frame

    1. @manggis salam kenal balik wal ai. tetap eksis di foto.hehehe
      @Pak Hartoyo tidak begitu bagus kalau hanya ada foto itu sekarang,saya berencana untuk membandingkan ketika beberapa tahun kemudian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s