Aku Masih Bodoh Rupanya


Setelah beberapa saat mengikuti diskusi di MP dan memperhatikan beberapa bahasan yang mengenai agama saya merasa tiba-tiba perlu untuk meng-upgrade ilmu agama saya.Untungnya saya masih merasa sadar kalau saya merasa kurang akan ilmu agama, dan saya sadar akan kebutuhan itu.
Saya yakin perlu banyak belajar dari orang-orang yang bisa membawa saya kesesuatu yang lebih baik, akan ada banyak jalan untuk mendapatkan ilmu tersebut. Semoga jalan menuju ilmu itu pun benar, karena aku pun takut kalau-kalau makin jauh dari sesuatu yang benar.
Saya sadar kebenaran datangnya dari Allah, tetapi kadang aku pun melanggarnya. Saya sadar Al-Qur’an dan Sunnah itu pegangan hidup saya. Saya sadar kehidupan itu tidak hanya di dunia saja, tetapi akan ada kehidupan setelah mati.

Saya sadar akan saya membutuhkan guru yang dapat memberikan saya pencerahan. Karena saya jauh dari guru Rafi’i, atau pun Habib Abdurrahman bin Abdullah As-syihab-yang tiap malam minggu mengadakan pengajian di Mushola dekat rumah. Tetapi di Jogja saya merasa jauh dan semakin jauh. Dan sadar ketika dihadapkan pada kehidupan yang munafik pada diri saya dan sulit untuk melepaskannya. Ingin rasanya menikmati ceramah-ceramah beliau ataupun diskusi dengannya. Tetapi sayangnya sudah jauh di Jogja, hampir tak pernah ku mendapatkan ceramah-ceramah lagi. Ataupun saya yang malas untuk mencarinya-karena takut malah mendapatkan guru yang salah bagi saya.

Tetapi itulah hidup, kadang sadar tetapi enggan untuk berubah. Aneh memang, tetapi untungnya liburan ini bisa memberiku sedikit pencerahan untuk melanjutkan apa yang mungkin aku rasa masih kurang.

7 thoughts on “Aku Masih Bodoh Rupanya

  1. ajpasaribu said: tenang kawan. agama itu masalah subyektifitas.

    Waduh, ga sekedar subyektifitas, Bung..Tapi, lebih dari itu… ada masalah iman yang menjadi penopang dari semua tindakan kita yang bersifat transenden….Sulit menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan agama kalo menggunakan rasio… ada hal2 yang memang harus diimankan dalam hati, baru kemudian dicari pembenarannya lewat rasio yang empiris

  2. 2nggul said: Dan juga sangat personal.. Lakoni aja Bro.. itu akan jauh lebih berarti.. Mari kita belajar dan jalan bersama… Peace!!

    emang bener mas.sangat personal sekali ini. hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s