Samarinda Kembali Terendam Banjir


Minggu(8/02) dini hari Samarinda kembali diguyur hujan yang cukup deras diiringi oleh angin yang kencang.  Malam minggunya saya juga menyempatkan untuk menikmati angin malam Samarinda di sekitaran Awang Long untuk menikmati hotspot sekaligus nongkrong(postingan sebelumnya).

Sabtu(7/02) malam sudah ada awan-awan hujan yang sudah terkumpul, pada siang harinya pun seperti biasa kalau mau hujan cuacanya pun akan terasa panas sekali. Dan benar saja ketika minggu dini harinya benar saja sebelum hujan turun, angin deras pun bertiup kencang serasa atap-atap dirumah mau beterbangan-karena tahun baruan kemarin 1 lembar atap lepas dan mendarat dirumah tetangga.

Angin hujan mulai ada sekitar pukul 23.00 wita dan beberapa saat kemudian listrik pun padam entah kenapa. Dan selama hujan turun sempat terjadi byar pet aliran listrik mungkin karena angin kencang dan hujan itu kali. Nah ketika pagi tiba saya pun langsung menuju ke beberapa tempat yang rawan banjir di Samarinda. Lagi-lagi Samarinda terendam banjir dengan tempat-tempat yang sama seperti biasa. Berangkat dari rumah sekitar pukul 8 pagi lewat dikit dengan berbekal busi cadangan dan perkakas motor-siap2 motor mati karena banjir.

Sebenarnya hujan yang baru reda sekitar pukul 3 pagi itu sudah menggenangi beberapa titik rawan banjir seperti di Kemakmuran, Pelita, Merdeka, Pemuda-semuanya satu daerah, Antasari. Nah karena saya berangkat sekitar pukul 8 pagi. Hanya ada tersisa titik-titik rawan banjir, karena yang rawan banjir ini biasanya lama sekali airnya surut. Dan akhirnya saya coba untuk memperhatikan sepanjang jalan yang dilalui. Beberapa baliho tumbang-kampanye parpol, kemudian beberapa pohon ada yang tumbang di ruas jalan. Dan kemudian ada beberapa baliho parpol yang rubuh karena tiupan angin kencang.

Jalan Antasari tidak seperti 1 Februari kemarin, kali ini sedikit lebih dalam dan arusnya lebih deras. Kemudian saya melanjutkan menuju daerah Kemakmuran dan sebelumnya melewati Pemuda. Sebenarnya kedua daerah ini merupakan daerah rawan banjir yang bulan November 2008 kemarin sempat terendam cukup lama dan dalam-sampai masuk media nasional gara-gara banjir besar melanda Samarinda.

Di daerah kemakmuran ini sebenarnya banjir sudah datang mulai pukul 2 pagi ketika hujan masih mengguyur Samarinda. Dengan lubang jalan yang menganga di sepanjang Kemakmuran membuat beberapa pengemudi motor yang melalui sekitar pukul 2 pagi(8/02) terjatuh ketika melewati jalan Kemakmuran tepatnya lagi di depan gang Aman. Menurut pengakuan warga sekitar yang sedang menambal lubang jalan tersebut dengan batu dan tanah seadanya, sekitar jam-jam 2 pagi banyak yang naik motor jatuh karena tidak bisa melihat lubang yang kebetulan tertutup oleh air-saat itu jalan kemakmuran terendam air-aku salah seorang warga yang bekerja bakti.

Samarinda Flood Again!!

Iring-iringan kendaraan dinas KOREM Aji Suryanata saat melintas banjir di Jalan Antasari Samarinda(8/02)
Iring-iringan kendaraan dinas KOREM Aji Suryanata saat melintas banjir di Jalan Antasari Samarinda(8/02)
Penduduk sekitar daerah sini memang sudah menjadi langganan banjir karena memang dekat dengan aliran air.
Penduduk sekitar daerah sini memang sudah menjadi langganan banjir karena memang dekat dengan aliran air.
Pengguna jalan mesti berhati-hari karena baliho yang jatuh ini belum sempat disingkirkan agar tidak mengganggu.
Pengguna jalan mesti berhati-hari karena baliho yang jatuh ini belum sempat disingkirkan agar tidak mengganggu.
Salah satu pohon yang tumbang di depan FKIP UNMUL karena angin kencang disertai hujan tadi malam(8/02)
Salah satu pohon yang tumbang di depan FKIP UNMUL karena angin kencang disertai hujan tadi malam(8/02)
Air yang menggenang jalan yang menghubungkan Jalan Pemuda dan Kemakmuran ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mencuci motor, apalagi kendaraannya yang mogok disitu karena ketinggian air sekitar dengkul orang dewasa.
Air yang menggenang jalan yang menghubungkan Jalan Pemuda dan Kemakmuran ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mencuci motor, apalagi kendaraannya yang mogok disitu karena ketinggian air sekitar dengkul orang dewasa.
Anak-anak sekitar daerah banjir ini memanfaatkan genangan air ini untuk bermain, padahal air ini sudah bercampur dengan kotoran disekitar saluran air. semoga nggak dibredel karena UU Pornografi
Anak-anak sekitar daerah banjir ini memanfaatkan genangan air ini untuk bermain, padahal air ini sudah bercampur dengan kotoran disekitar saluran air. semoga nggak dibredel karena UU Pornografi
Masyarakat sekitar menambal lubang yang memakan korban saat jalan digenangi air ketika banjir. Ini merupakan insiatif dari warga gang Aman jalan Kemakmuran
Masyarakat sekitar menambal lubang yang memakan korban saat jalan digenangi air ketika banjir. Ini merupakan insiatif dari warga gang Aman jalan Kemakmuran
Karena kejadiannya hari minggu jadi pohon yang menutup sebagian belum diangkat sampai siang harinya.
Karena kejadiannya hari minggu jadi pohon yang menutup sebagian belum diangkat sampai siang harinya.

4 thoughts on “Samarinda Kembali Terendam Banjir

  1. wah kebetulan saya muter-muter Samarinda. Karena saya sadar ketika hujan malamnya itu kalau bakalan ada yang something yg terjadi di Samarinda jadinya ya saya sudah siap2 muter-muter Samarinda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s