Merasa Tua dan Belum Berbuat Apa-apa



Ketika saya kembali melihat kesebelah kiri ada cermin-baru beli(setelah 2 tahun di Jogja) dan disebelah kanan ini ad sebuah jendela yang menghadap sebuah bangunan kosan. Dan saat ini tepat di depan saya ada meja kerja lengkap beserta aksesorisnya tertata tidak cukup rapi. Disinilah salah satu tempat saya mencari inspirasi semuanya, walaupun ada tempat lainnya juga.

Kembali ke cermin itu. aku tahu kalau saja mungkin banyak orang selalu berkaca kebelakang untuk menyadari apa yang sudah dia perbuat, dia lakukan. Baik atau buruk kah? itu semua tergantung dari pandangan yang orang lain. Dan saya hanya bisa berusaha sebaik mungkin yang tidak menutup kemungkinan tidak baik dimata orang lain.

Belakangan ini saya semakin sadar kalau saya belum berbuat banyak. Padahal umur saya semakin bertambah usia, dan saya selalu lupa berapa usia saya. Apalagi beberapa kali saya merasakan aroma-aroma skripsi di dekat saya, yang begitu lekat apalagi aroma KKN. Hal itulah yang membuat saya tersadar akan usia saya yang semakin bertambah.

Dan parahnya lagi saya baru sadar kalau saya tidak berbuat apa-apa untuk mereka yang saya tinggalkan di kota tercinta Samarinda. Tetapi saya pun tidak tahu apakah yang saya lakukan itu baik atau buruk. Dan saya kembali bercermin.

Saya takut sakit terlebih ketika orang tua saya tahu kalau saya sedang sakit jadinya saya berusaha untuk selalu melaporkan kalau saya sehat. Saya takut kalau orang tua saya sadar kalu saya sedang krisis finansial, jadinya saya berusaha untuk tidak meminta sampai mendapat kiriman. Saya takut kalau-kalau saya menjadi seorang yang makin tidak jelas arah dalam hidup. Semua ketakutan itu lahir ketika saya kembali bercermin dan sadar harus ada cara menghilangkan ketakutan itu.

Saya sudah semakin tua dan belum bisa berbuat apa-apa saat ini.

*foto-Sunset At Jabal Rahma

18 thoughts on “Merasa Tua dan Belum Berbuat Apa-apa

  1. danangwawan said: Apalagi beberapa kali saya merasakan aroma-aroma skripsi di dekat saya, yang begitu lekat apalagi aroma KKN.

    yaelah wi, kkn lo mah setaun lg, nyantai aja..ampe dipikir sebegitunya

  2. @ mbak Idays – terima kasih juga mbak.saya sadar tetap tua mbak dari saya.tapi itung2 saya merenungi tadi malam.@ Yogi – saya rasa sudah Yog,tapi apa yang saya rasa itu masih belum cukup dan sepertinya belum ada apa2nya.

  3. hmmmm….syndrome kayak gini nih yang sering melanda…”saya baru sadar kalau saya tidak berbuat apa-apa”sekarang sudah sadar. mari berbuat apa-apa,sebelum makin berlarut larut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s