Terlalu Lelah Hari Ini


Hari yang indah untuk jiwa yang sepi…
benerkah itu salah satu lirik lagu dari Peterpan? semoga saja salah karena saya takut dimintain royalti sepeser pun.
Dan sebenarnya pun saya tidak memutar lagu itu sebagai playlist belakangan ini, apalagi dari band tersebut. Tetapi yang belakangan ini yang saya dengarkan adalah radio Swaragama FM yang kebetulan Mayda terkadang siaran pada jam-jam tertentu dan saya tentunya rajin mendengarkan apalagi berkirim salam la
yaknya saya waktu SMP dulu.
Dan lagi-lagi tadi pagi saya insomnia dan mendengarkan siaran Insomnia dengan penyiar yang rodho waton ngomong. Maklumlah sudah dini hari dan memang jam-jamnya orang normal menikmati alam lain, justru penyiar ini cuap-cuap
bersama microphonenya.

Waduh… saya tersadar kalau saya harus membantu Wilda untuk mengambil gambar Sheila On 7 saat nampil disalah satu program live televisi nasional yang kebetulan mampir di Jogja, tepatnya di Amplaz. Ok tadi pagi cukup membuang waktu saya, dan saya sadar kalau saya memang tidur larut hanya untuk berkutat dengan dunia maya.
Oh ya! kembali lagi saya harus mengingatkan Wilda unt
uk bangun pagi agar saya tidak menunggu lama pada tadi pagi, dan betul saja saya tidak menunggu lama seperti biasanya menunggu makhluk satu ini. Lebihya udah tau watak makhluk ini.
Memang begitu sulitnya membayangkan kalau janjian d
engan makhluk ini dan ngaret janjiannya sampe 7 jam berikutnya. Memang tergolong parah sekali orang ini. Tetapi tidak ada tendensi apa-apa untuk sekadar menggambarkan seperti apa orang ini.

Oh ya sebenarnya sendiri saya memang sud
ah mempersiapkan kaset untuk Camcorder yang digunakan untuk merekam SO7 yang kata Wilda bakalan manggung pagi. Dan saya memang hadir lebih dulu untuk melihat suasanya, tepatnya survey lokasi dulu sebelum si Wilda dateng.

Tingtung… pukul 8 waktu ponsel saya.
Menungguu…. dan melihat-lihat suasana pagi itu yang masih tampak sepi sekali di spot acara Dahsyat RCTI. Itung-itung cari suasana baru kan, sekalian olahraga jalan dari parkiran sampe spot acara.

“kamu nggak usah bawa apa-apa, bawa
in aja kaset buat camcordernya(dia bilangnya Handycam)”
duh untungya juga saya tidak berminat membawa re
pot-repot, dan sekarang utamakan tujuan dan prioritas.
“Yo wes, aku tak bawa kasetnya aja” sambungku.

Pagi harinya setelah bertemu Wilda, dan sebelumnya cukup menghabiskan sebatang rokok untuk menunggunya. Benar-benar cukup asik menikmati Amplaz waktu masih sepi, udara segar masih menyelimuti pagi tadi. Dan aku tersadar
kalau ada tugas yang harus dikerjakan.

Hufhh… ckrrriitttt…. seperti itu mungkin bunyi dari dinamo yang membuka tempat kaset camcorder yang penuh mekanika unik dan menarik di dalamnya yang tak sanggup ku pelajari.

Oh ya… aku sebenarnya hanya membawa kaset itu, beserta badan yang sudah sehat dengan perut terisi sarapan secukupnya. Maklumla
h pagi itu masih cukup dini sekali bagi para kru RCTI untuk segera beres-beres, apalagi kru dari Thunder yang masih baru nongol dibagian gensetnya doang, itupun cuma seorang saja.

Saya sebenarnya belum cukup istirahat, dan mesti dihadapkan syuting ditengah kerumunan penonton yang tidak ada toleransinya. Saya sebenarnya sudah mengatur siasat, pagi itu. Karena kami pun buta masalah jadwal acara live sendiri jam berapa. Tetapi setelah saya mendapat informasi dari teman saya yang tidak cukup yoi, saya pun meyakinkan diri saya untuk dapat bertahan sampai acara dimulai.

Yap! Partner saya satu ini sepertinya masih buta waktu, karena saya minta hubungin untuk kepastian acara dimulai jam berapa masih tetap kalah cepat dengan saya. Dan saya coba meyakinkan dia untuk membantu mengatur agenda hidupnya
hari ini. Karena dia mempunyai jadwal yang hampir tabrakan, seperti janjian motret di KickFest yang diadakan di JEC dengan merekam SO7 main.
Jadinya menunggu kepastian waktu, setelah yakin dan dia yakin juga buat ninggalin aku sendirian di Amplaz untuk suting SO7 itu. Dan akhirnya ngalah karena nggak tega ngeliat wajahnya yang tidak rupawan dan mesakke banget.
Rencana awalnya yang ingin mengambil gambarnya dengan menggunakan 2 handycam itu pun kandas karena dia akhirnya memang tidak bisa karena ketidak tahuannya dengan jadwal acara sendiri dimulai kapan.

Untungnya Wilda tepat sekali menyuruh saya buat suting bagian ini walaupun tidak kepake tapi nggak masalah. Karena ada banyak pengalaman untuk suting hal beginian. Seperti ketika kru RCTI beres-beres kamera broadcast itu, si awe cukup terkagum-kagum dengan bentuknya. Dan kusuruh dia buat nyatet serinya untuk dicari informasi barangnya. Dan mengeset peralatan-peralatan untuk siaran langsung.

Tapi sulitnya untuk kali ini benar-benar puoll… lebih parah ketimbang demokrat kemarin yang dapat tempat di tenda mixer. Keti
mbang ini di halaman timur Amplaz yang kecil dan tidak mungkin untuk mendapatkan tempat yang pewe untuk memgambil gambar. Dan saya benar-benar sungguh menahan emosi, gejolak jiwa untuk menghemat energi terakhir untuk pulang kerumah.

Bisakah anda bayangkan kalau menggunakan tripod dengan keadaan massa yang tidak kondusif dan bringas?
silahkan coba sendiri dan jangan sendirian tentunya. tepatnya lagi memang saya bangun terlambat dan dia juga begitu-terjadi bukan karena ada kesamaan hati,tapi karena sa


Foto-foto by Dwi Kurniawan(Handycam Aji)

4 thoughts on “Terlalu Lelah Hari Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s