Hunting Waisak 2553


Jumat(8/5) kemarin saya dan teman-teman dari Publisia Photo Club beserta Unit Fotografi UGM, berangkat dari Gelanggang sekitar Ba’da Maghrib. Hal ini dikarenakan padatnya jadwal teman-teman yang ada kuliah dan tidak bisa ditinggalkan, sehingga membuat agenda yang sangat mepet sekali tetapi tetap tidak kehilangan moment.

Malam sekitar pukul 20.00 waktu Magelang,kami tidak dipenginapan dan telah berada dikamar masing-masing untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan dari Jogja dengan kondisi cuaca yang kurang baik(gerimis). Setelah kelar istirahat sejenak,kami pun berencana mencari makan malam diluar penginapan. Kami mendapat rekomendasi dari Mas Budi yang kakak tingkat kami, kebetulan freelance National Geographic juga. Menyarankan beberapa tempat,tetapi ada satu tempat yang terdekat. Yap! saya lupa tempatnya, yang jelas sekitar 10 menit perjalanan dari penginapan, menunya cuma bakmi kalau tidak salah.

Kita pindahan kesini ya kawan fotodeka.com

Tetapi di tempat yang menjadi rekomendasi Mas Budi itu rupanya perlu memesan jauh sebelumnya,karena memang dibuat tidak banyak. Berhubung langsung dibuat oleh pemilik warung itu sendiri. Menu bakmi(kalau tidak salah) itupun sudah habis ketik kita sampai disana. Dan menariknya lagi,walaupun warung itu kecil tetapi pengunjungnya sangat menarik. Karena yang datang pun tidak semua orang yang berbondong-bondong datang, tetapi hanya ada kira-kira 6-8 orang 6 diantaranya turis dan sisanya guide mereka. Beserta beberapa fotografer media, seperti Kompas, Reuters, Jakarta Post yang sedang menikmati suasana ditempat itu.

Dewi Fortuna malam itu tidak berpihak kepada kami, sehingga membuat kami pun pergi meninggalkan warung kecil itu untuk mencari makan ditempat yang lain. Setelah melewati persimpangan antara penginapan dan Borobudur, kami pun terpisah menjadi dua kelompok. Secara spontan teman-teman Unit Fotografi tersebut berinisiatif untuk memotret Borobudur pada malam itu yang kebetulan lagi gladi bersih untuk acara besok malamnya. Setelah kami terpisah, teman-teman PPC mencari makan dan saya yang ikut dengan teman-teman UFO blusukan ke Borobudur. Hal ini terjadi karena beberapa pintu ditutup, dan membuat kami saat itu masuk lewat pasar di Borobudur.

Setelah tiba didalam,rupanya suasananya sudah sepi sekali. Dan lampu sorot yang mengarah ke Borobudur itu sudah mati, mungkin dinyalakan lagi besok malam ketika acara berlangsung. Dan kami pun berlapar-lapar untuk memotret beberapa bagian di Borobudur. Sedang asiknya motret, Babol yang salah satu dituakan di UFO ditawari makanan dari Panitia Walubi. Sekitar 10 dos, makanan yang cukup mengganjal perut kami yang sudah lapar sejak tadi.

Setelah makanan itu habis, barulah teman-teman PPC lain yang juga kelar makan sampai di Borobudur. Tepatnya tidak jauh dari kami makan, mereka datang juga untuk memotret-motret. Kelar motret-motret malam itu pun kami kembali kepenginapan untuk mempersiapkan tenaga, buat hunting keesokan harinya yang bakal menyita banyak energi.

Sabtu(9/5) Waisak hari ini, kami sudah bangun sejak tadi pagi sekitar pukul 5.30 ada juga yang jam 6.00 baru bangun. Tetapi tak masalah karena acara baru dimulai pukul 9 pagi, masih ada waktu cukup untuk bersiap-siap.

Intinya sepanjang hari kami hunting di daerah Candi Mendut, dan sarapan di dekat situ….

Setelah kelar hunting seharian tadi, kami pun kembali ke Penginapan dengan energi yang tersisa. Kemudian mencari makan sebelum akhirnya kami tidur siang karena hujan dan kehilangan moment jalannya para biksu dari Candi Mendut ke Borobudur.

Sore hari tiba menjelang senja dan akan mendekati pekatnya malam…
terjadi pergolakan diantara teman-teman, ada yang mau lanjut motret malam(tanpa bekal tridod ataupun monopod) ada juga yang tak tahan ingin segera pulang ke Jogja. Dan tepatnya beberapa dari kami bertahan, sekitar 6 orang termasuk saya. Dan sisanya pada pulang semua ke Jogja. Maaf ya,padahal momentnya asik banget malam itu.

Ini dia foto-foto hasilnya saya jepret…

Kami mendapat makan malam gratis dari Panitia Walubi
Kami mendapat makan malam gratis dari Panitia Walubi
Berdoa memohon kebaikan di Dunia.
Berdoa memohon kebaikan di Dunia.
Menunggu detik-detik Waisak di Candi Mendut dengan berdoa.
Menunggu detik-detik Waisak di Candi Mendut dengan berdoa.
My friend with her girl friend when Waisak.
My friend with her girl friend when Waisak.
Biksu yang menuju ke tempat doa sebelum pelepasan lampion
Biksu yang menuju ke tempat doa sebelum pelepasan lampion
Melepaskan Lampion yang akan pergi kemana saja, dengan doa baik
Melepaskan Lampion yang akan pergi kemana saja, dengan doa baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s