Aroma Liburan di Rumah



Sudah hampir 2 minggu saya menikmati libur kuliah dikampung halaman, memang sebenarnya sya tidak punya kampung halaman yang jelas tetapi kembali ke Samarinda merupakan kampung halaman terlama saya tinggal itu sudah cukup melepaskan penat ataupun lelah selama di Jogja. Walaupun bentuk bagaimana menjalani liburan sendiri yang berbeda-beda.

Bukan salah waktu yang memang membatasi saya untuk libur tidak terlalu lama di Samarinda, tetapi semakin lama libur dikampung halaman sebenarnya tidak begitu baik untuk kesehatan. Bukan masalah kurang gizi ketika seperti di Jogja, tetapi lebih kepada psikis yang kurang terhibur dengan adanya teman-teman yang biasa di ajak berkutat dengan kegiatan yang juga pada pulang ke rumah masing-masing. Tapi psikis inilah yang sebenarnya membuat saya lebih tersiksa ketimbang fisik yang masih bisa di akalin dengan cadangan logistik mie instan dirumah Jogja.

Masalah perut bisa diatasi dengan banyaknya logistik di rumah Samarinda, cukup membuka lemari pendingin sudah tersedia semua kebutuhan pangan beku yang tinggal dipanasin saja. Sedangkan di Jogja jangankan lemari pendingin, mau makan saja udah malas duluan keluarnya. Tetapi inilah nikmatnya liburan dirumah ketika mencoba melepaskan sedikit penat yang terkadang malah membuat bingung tidak ada yang bisa dilakukan.

Yap cobalah lepaskan lelah dengan pulang kerumah. Tapi jangan terlalu lama kalau memang tidak ada planning yang jelas, cukup singkat sekitar dua atau tiga minggu terpuaskan dengan aroma masakan Ibu, aroma parfum Ayah ketika berangkat kerja dan saya masih terlelap, dan berisiknya Mbak saya yang tidak bisa saya dapatnya di Jogja. Hal-hal kecil itulah yang membuat saya merasakan nyamannya liburan dirumah.

Bukan masalah batalnya saya ke Pulau Derawan itu membuat saya menjadi lebih malas, tetapi itu yang membuat saya merencanakan perjalanan setelahnya menjadi lebih matang lagi ketimbang sebuah rencana yang tiba-tiba. Dan butuh pertaruhan uang yang tidak sedikit bila ke Derawan, bayangkan sama dengan ke Bali bahkan lebih dari Bali untuk akomodasi di Derawan. Hal inilah yang saya coba urungkan niat untuk pergi kesana, dan juga finance yang sedang ada gangguan juga harus saya mengerti keadaan tersebut.

Aroma kopi pagi si Ayah ketika ku masih tergeletak di tempat tidur. setelah itu dilanjutkan aroma air cucian beras yang sudah didiamkan semalam yang cukup asam yang menjadi siraman tanaman anggrek Bunda yang tersebar di depan dan belakang rumah. Sebenarnya untuk bagian nyiram tanaman pake air cucian beras ini cukup enek baunya, tapi hasilnya memang mantap. Si anggrek warnanya cerah dan rajin berbunga.

Begitu pagi beranjak siang aroma bangun tidur si anak baru keluar kamar, diiringi oleh si Mbak yang juga baru ikutan bangun. sedikit itulah aroma rumah yang tak akan pernah didapat dirumah Jogja, semua tata letaknya tidak begitu banyak berubah dan sepertinya relatif sama. Dari tempat kunci, naroh motor, jemuran, apalagi penataan kamarku. sedikit pun tidak berubah, kecuali perkakasku yang sebagian dibawa ke Jogja.

Aku memang merindukan suasana ini.

2 thoughts on “Aroma Liburan di Rumah

  1. digitaltoys24 said: asik yak bisa pulkam,,,saya gak bisa samasekali bos,,,menyedihkan,,,

    gak bisa po???waduh2 aku emg manja sepertinya….tapi kamu jalan2 ama yogi gak? sopo sing ke Malang mau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s