Efisiensi dan perasaan tidak enak.


Sudah dua tahun berurut-urut saya turut serta kedalam kepanitiaan pengenalan kampus atau ospek di lingkup jurusan. Sepertinya sudah cukup pengabdian saya kepada mahasiswa baru selama dua tahun ini. Walaupun masih berada di satu ranah yang sama, saya tidak begitu mempermasalahkan. Karena jobdesk seseorang itu merupakan suatu spesialisasi dari perorangan di dalam kepanitiaan, walaupun sedikit kemungkinan dapat saja rolling bagian dengan yang lain.

Pada acara ospek kemarin memang sebenarnya saya harus masuk ke ranah fakultas, tetapi mungkin sedang tidak terlalu mood untuk mengikuti rapat pertama yang pada awalnya di ajak yustan. Dan berakhir saya tidak bergabung kedalam kepanitiaan ospek fakultas yang lebih meriah dan lebih kompleks. Jelas saja saya cukup menyesal,tapi sudah lewat dan jadi pelajaran “kalau ada tawaran lebih baik dijalani dulu dengan sungguh-sungguh, siapa tahu berakhir baik”.

Bertahan disatu bagian mungkin hal yang cukup menyenangkan bagi saya, karena disitu kita bisa lebih jeli ataupun belajar dibagian yang sama terus menerus. Tapi saya sebenarnya ingin mencoba pekerjaan lain ketika terlibat disuatu kegiatan. Karena saya ingin yang lain buat menambah pengalaman.

Berbicara efisiensi mungkin saya disini sedikit saja akan menyinggung, karena dari pengalaman tahun sebelumnya yang ketika penutupan ospek jurusan sangat jor-joran sekali. Tetapi setelah saya evaluasi lagi tahun lalu, sungguh sayang sekali kalau uang yang tidak sedikit untuk menyewa sound system walaupun sebenarnya masih sanggup jurusan membayar uang sewanya. Tetapi saya ingin beda, walaupun keliatan seperti jurusan yang “tidak berada” mungkin ada tanggapan orang seperti itu. Itulah konsekuensinya ketika menurunkan kuantitas alatnya, dan yang ini gratis tidak keluar biaya sepeser pun.

Belajar dari tahun lalu yang saya ngerasa cuma terpakai sekitar dua atau tiga jam saja. Dan bisa membuat imej sebuah jurusan ketika melakukan penutupan ospeknya, tapi tenang saja itu tidak masalah. Karena saya memang punya alasan penghematan untuk itu. Toh jurusan juga tidak begitu menuntut acara penutupan seperti apa. Jadi tidak masalah untuk sedikit dibawah jurusan lain yang menyewa sound system yang lebih besar.

Saya cukup puas dengan kerja tim saya, karena tahun ini mungkin kader-kader tim perkap sudah keliatan seperti Blassius aka Abim, Doni, dan Rere. Sebuah tim yang cukup ramping dengan niat pengkaderan tim perkap, karena formasinya lebih banyak adek kelas. Dan menjadi pembelajaran, walaupun Abim dan Rere sudah setingkat saya untuk masalah urusan peralatan fakultas ataupun yang lain. Dan saya juga tidak menutupi kalau saya malah belajar dari mereka, mengenai peminjaman alat seperti ampli yang memungkinkan untuk dipinjam.

Pengkaderan tim perlengkapan sudah hampir usai, tinggal menunggu sekitar dua kegiatan paling banyak kemudian saya pensiun dari kegiatan di perlengkapan. Dan kemudian menjamah bagian lain yang masih bisa saya handle. Walaupun terlepas dari cemi yang memang lagi magang dan nggak bisa ikutan panitia ospek.
Thx for Abim, Rere, Doni dan Wisnu serta Tama yang H-2 kecelakaan sehingga digantikan Rere.

4 thoughts on “Efisiensi dan perasaan tidak enak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s