Cerita Budi dari Iwan Fals


Gelak tawamu ceria diiringi oleh tawa disekelilingmu. Mungkin bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak itu untuk melepaskan diri dari sulitnya hidup disebuah kota, tapi mereka harus bertahan hidup bagaimanapun caranya. Tapi aku pun tak tega dengan mereka yang setiap hari seperti itu, tapi ku harus belajar hidup itu seperti apa.

Sore Tugu Pancoran

By Iwan Fals

si budi kecil kuyup menggigil
 menahan dingin tanpa jas hujan
 di simpang jalan Tugu Pancoran
 tunggu pembeli jajakan koran

menjelang maghrib hujan tak reda
 Si Budi murung menghitung laba
 surat kabar sore dijual malam
 selepas isya melangkah pulang
anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
 demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
 anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
 dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal
cepat langkah waktu pagi menunggu
 Si Budi sibuk siapkan buku
 tugas dari sekolah selesai setengah
 sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Mungkin sedikit Iwan Fals melakukan penggambaran yang tepat menurut saya mengenai anak-anak jalanan yang menjadi realita simpang jalanan, kolong jembatan, ataupun tempat-tempat yang dikatakan tidak layak. Tapi itulah kenyataannya, bayangkan saja betapa sulitnya hidup di sebuah kota Metropolitan. Butuh sesuatu yang lebih ketika pemerintah memberikan kampanye pendidikan gratis saat ini, mungkin lebih tepatnya lagi ketika sedang ramai-ramainya para calon Presiden kemarin melakukan kampanye. Tapi realitasnya pun tidak banyak berubah dari apa yang sebenarnya.

Saya tak bosan memandang pinggir jalan, jauh dari kehidupan layak. Tapi itulah standar kehidupan yang bisa mereka raih untuk saat ini. Entah sampai kapan mereka dapat berubah, anak-anak yang harusnya bergelut dengan tumpukan buku, alat tulis yang malah tergantikan dengan pekerjaan. Dimana mereka harus membiayai sekolah dan hidup mereka sendiri. Dan itu lagi-lagi mereka harus berbagi waktu dan tenaga. Habislah sudah tenaga untuk berpikir dibangku sekolah, tapi dia ingin meraih ilmu, mendapatkan pengesahan sekolah berupa Ijazah nanti yang masih cukup lama sekitar dua atau tiga tahun lagi. Tapi dia tetap berusaha untuk hal yang dia impikan.

Kemudian memendam dalam-dalam keinginan untuk bermain bersama-sama teman sebayanya, tetapi dia harus kembali di jalan yang tak lepas dari gangguan kesehatan, debu, gas buang kendaraan, dan ganggguan lainnya. Biarkan Budi tumbuh dengan baik, jangan biarkan Budi tumbuh dan berkembang di jalan. Jangan sampai ada Budi-Budi yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s