Pak Suharman [sekilas]




Pak Suharman kemarin waktu di Bandung setia mengantarkan kami yang sedang menjalani proses produksi profile salah satu finalis Srikandi Award yang berasal dari Kabupaten Bandung. Sekitar 4 hari 3 malam beliau menjadi driver kami, dan tidak banyak yang saya tahu karena memang beliau tidak banyak bicara. Atau memang kami yang sulit untuk mencairkan suasana.

Hanya ada sekilas cerita yang bisa tergambar dari tangan pak Suharman dengan tuas perseneling Kijang Inova yang kami tumpangi selama di Bandung. Saya yang tidak kunjung bercuap-cupa sekaligus nyampah di mobil tak sekedar untuk menghangatkan suasana di mobil apalagi suhu Desa Sukapura yang lebih dingin ketimbang Bandung saat itu.

Perjalanan dari Jakarta-Bandung saat baru tiba mungkin belum begitu cair, hanya bahasan-bahasan tidak penting sekaligus pendalaman seperti apa nanti ketika dilokasinya. Dan lebih banyak kita menikmati istirahat sambil melihat kemacetan yang berada tepat disamping kendaraan yang kita tumpangi. Tapi ketika kembali setelah kita produksi sepertinya ada sesuatu yang saya ingin sampaikan, bagaimana menjalai pekerjaan sesuai keadaan, kemampuan, atau apalah yang katanya dengan dalih sulitnya lapangan pekerjaan tapi beliau tampak sangat menikmati pekerjaan itu.

Pak Suharman tampak sudah 50 tahun keatas, padahal umurnya baru 45 tahun dengan dikarunai seorang anak lelaki, beliau bercerita kalau memang bukan asli Jakarta. Dengan merantau jauhnya dari Madiun ke Jakarta untuk mengadu nasib. Dengan kerut-kerut wajahnya tampak tua, tapi mungkin umurnya lebih banyak dihabiskan di jalan. maklumlah jalanan Jakarta ataupun Bandung terkenal dengan macetnya.

Beliau bercerita kalau selalu menyempatkan untuk mudik bersama keluarga ke kampung halaman di Madiun saat lebaran ataupun disaat senggang. Beliau juga tampak nyambung dengan obrolan kendaraan ataupun seputar otomotif yang menjadi sehari-hari beliau. “Pegangan” enak yang mana, seperti apa, sampai tingkat konsumsi bahan bakar, biaya servis sungguh sangat hafal. Enaknya lagi ada Mas Tunggul yang kameramen yang juga nyambi kerja apapun, termasuk pernah menjadi supir. Dan hal itulah yang mulai mencairkan suasana saat mengantarkan kembali kita ke Bandara untuk kembali ke Jogja.

Tak banyak kisah yang ada hanya ada sedikit pelajaran dari ke ikhlasan ataupun sifat menerima terhadap pekerjaan serta mensyukuri yang ada.

Menerima dan mencoba mensyukuri yang diberikan oleh Nya

9 thoughts on “Pak Suharman [sekilas]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s