Nilai Tawar Bung! [commex, etc]


Sebuah pengalaman, ataukah hanya sebatas sugesti saja ini. Tentang sesuatu yang sudah lama terjadi. Hanya tentang saya dan bukan kamu atau kalian. Yang tak punya nilai tawar sepertinya, dimana kita harus punya nilai tawar lebih. Berbicara ketika diperlukan, begitu juga diam ketika diperlukan. Atau malah dikala memang perlu ada sebuah diskusi bukan perdebatan itu jalani saja dengan kepala dingin untuk menunjukkan seperti apa anda.
Sempat menarik sebuah benang merah dari sebuah obrolan entah dari YM atau dulu sempat ngobrol langsung dengan salah seorang mantan ketua Komako. Mungkin karena kedekatan saya dengan dia obrolan sangat santai. Kalau sebut nama jatuhlah pada si Jangkung yang ganteng begitu seperti media dadakan beri judul, Adityawira Santika(duile pake nama lengkap men).
Yah seputar bagaimana kepengurusannya dulu sih, tentang bagaimana saya menganggap sebuah organisasi terangkat nama dan gaungnya dari angkatan dia. Dan nangkepnya saya ngangkatnya dari organizer yang dia lakukan. Sungguh mampu merangkul, menggerakan, dan tentunya memotivasi tetapi tanpa seperti menggurui sepertinya. Dan itu membuat suasana enjoy dalam bekerja.
Mungkin karena kemarin sempat ambil dia jadi objek tugas Penulisan Berita, dari situ tahu sedikit aja sih. Tapi lumayan buat bahan yang saya rasa bukan menggurui karena dia senior, buat pegangan aja. Ketika dia berada posisi yang jauh dan sulit untuk sharing, dan saya merasa nyaman sharing dengan orang-orang seperti mas Adit, mbak Ave, mbak Dewi, atau mungkin orang-orang yang memang saya kenal dekat.
Saya sharing bukan berarti di gurui, tapi saya merasa butuh dan mereka memberikan jalannya dan solutif. Tidak sekadar ngecret ra cetho, mengeluarkan uneg2 gak jelas. Dan saya merasa perlu itu, saya butuh pengalaman-pengalaman mereka. Walaupun saya yakin teman-teman seangkatan saya sudah cukup mempunyai pengalaman yang mumpuni, tapi bukan itu saya ingin tahu kalau yang dulu itu seperti apa. Bukan tentang raw[role] model yang kudu jadi template wajib. Tetapi sebagai gambaran saja bung. Itulah kenapa saya butuh orang-orang tersebut untuk menjadi pendamping saya sharing.
Tapi sayang si Mas Adit sudah jadi orang Medan karena kebagian dinas Pertamina disana, tertinggal mbak Ave, dan kawan-kawan yang masih di Jogja yang bersedia untuk ditanyai ataupun direpoti karena ini sebuah keluarga menurut saya. Jangan berprasangka buruk dia cuma bisa ngomong doang tanpa ngasih masukan, yang dibutuhkan adalah kita minta apa siapa tahu mereka yang dulu-dulu bisa bantu. Mungkin saya, tapi sepertinya dengan teman-teman yang lain sama saja sih.
Nilai Tawar
Ketika kita berbicara sebuah nama besar sebuah Universitas, dimana dari situ kita bisa menampakkan kalau kita mampu untuk banding dalam arti lebih kepada berpikir kalau kita disuatu event bukan sebagai jongos(maaf) tetapi diberikan andil untuk memberikan masukan pengisi acara, membuat publikasi lokal. Setidaknya kita harus memberikan tawaran seperti ini yang biasanya membawa ideologi teman-teman.
Tidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi ada sesuatu yang bisa kita sisipi untuk belajar. Kita harus mampu mengatur katanya. Mungkin itu perlu belajar, atau mungkin itu menjadi suatu karakteristik suatu jaman, atau periode. Kalau dianggap sebuah karakteristik maka tidak perlu terlalu banyak dibahas, selesai sudah tanpa di omongkan panjang lebar.
Jangan terus menjadi panitia pelaksana, karena suatu saat kita butuh sesuatu yang berasal dari inisiatif sendiri. Bukan begitu banyak tawaran, ini itu tetapi tetap saja bukan dari inisiatif. Kalau nilai tawar yang saya tangkap adalah kita sendiri yang menggagas sesuatu dan dilaksanakan. Ide-ide menarik yang kemudian dilaksanakan.
Sebuah rencana besar telah direncanakan tetapi tanpa saya berada di dalamnya. Sedikit ringan beban saya karena sudah mewacanakan, dan kembali membuat hangat yang seharusnya dilaksanakan. Tetapi mungkin saya sedikit kecewa kenapa mood teman-teman tim inti sepertinya menurun. Ketika saya yang memblow up malah sepertinya tim yang awalnya saya harapkan bisa ikut membantu tetapi malah nggak bisa. sudah lupakan, toh saya nggak bisa berbuat apa-apa karena saya bukan orang yang bisa mendominasi, malah mungkin bukan seorang leader yang tepat.
Serahkan saya kepada waktu yang bergulir dan saya siap membantu apapun yang teman-teman butuhkan.

4 thoughts on “Nilai Tawar Bung! [commex, etc]

  1. maulinniam said: “Bukan tentang raw model yang kudu jadi template wajib.”role-model wi, yang artinya model peran alias teladan. kalo raw model artinya jadi model kasar.

    wah nuwun wes di ralat…yo kan saya nggak begitu dong maksudnya role dan raw.😀 hehehe…tp mungkinkah? tanpa role model? tapi ide teman2 dahsyat” makanya saya mundur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s