Melihat Generasi Muda di Era Web 2.0


yah aku disini mendengarkan lantunan beberapa OST Gie, mungkin kini era web 2.0 dimana kita tak perlu bertemu dan bertatap muka untuk berdiskusi. Mengetahui mimik, ekspresi, ataupun emosi orang. Tetapi aku disini mencoba untuk meresapi apa yang ada sekarang, ketika GIE mampu menangkap realita pada era 60an dimasa pergerakan mahasiswa. Kita tak akan pernah tahu dulu kalau kita enggan membuka lembaran sejarah, bukan hanya buku-buku sejarah.

Tetapi mencoba membaca refrensi dari buku-buku lain, catatan sejarah, diskusi dengan orang yang mengalami dan respect. Dari situlah kita bisa mengetahui sejarah sesuatu, sama halnya membaca tulisan-tulisan GIE dalam catatan seorang demonstran-walaupun saya belum membacanya. Mendapati kutipan-kutipan dari Buku, Pesta dan Cinta yang ditulis oleh sahabat-sahabat Gie pada masa itu. Dan mencoba aku habiskan perlahan, dan aku menangkap bagaimana kegelisahan Gie dimasa itu. Sepinya kegiatan kampus yang dulu membuat Gie gundah, tetapi sekarang dianggap biasa dan wajar oleh mahasiswa. Campur tangan organisasi luar kampus yang saat ini juga masih ada, dengan bendera-bendera partai bersimbolkan agama ataupun sosialis yang memang tak pernah mendapat porsi yang sama dengan partai lain. Dan itu mungkin mempengaruhi apa yang terjadi sekarang.

Gie selalu dikatakan sosok orang yang berpikir bebas, kritis, yah seperti itulah dia yang banyak dikatakan orang. Saya bukan orang yang pada masa itu ikut mendirikan Mapala UI, ataupun mengikuti pergerakannya. Tetapi catatan sejarah yang membuat namanya merupakan tokoh mahasiswa di era 60an tercatat, dan mungki sudah ada di buku sejarah sejak pendidikan dasar.

Walaupun pembelajaran sejarah kita masih terkesan kolot, tidak begitu mampu membuat senang yang belajar. Sejarah makin terlupakan dan tergeserkan, saya hanya ingin menjalani hidup saya buat apa berpikir yang sudah-sudah. Mungkin seperti itulah pemikiran jaman sekarang, antara sejarah, masa lalu, yang sangat harus dijadikan pelajaran malah begitu saja dilupakan karena keapatisan kita saat ini. Soekarno bilang “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, itu sebenarnya sudah sangat kuat sebagai pegangan tentang memahami sejarah. Menikmati perjuangan, kisah cinta, dan perubahan sebuah jaman. Hanya mungkin tercatat di web 2.0 saat ini, bukan dari lembaran-lembaran kertas yang diiringin oleh suara mesin tik yang menemani malam yang sepi untuk mengetik, ataupun suara mesin tik yang bersautan dengan suara jangkring malam. Kini tersimpan rapi oleh sebuah teknologi, dan perjuangan mahasiswa dulu pun mungkin kini berpindah kepada ranah web 2.0 yang mungkin saya sangat apatis tentang perjuangan mahasiwa sekarang. Ah tapi biarlah mereka-mereka yang sibuk ajojing di tempat gemerlap lampu disko, dentuman musik berirama tak menentu yang sama sekali tak bisa dinikmati, ataupun aroma alkohol yang meracuni kaum muda saat ini yang semakin tidak kritis, atau setidaknya care terhadap lingkungan sosial terdekatnya. Beginilah kaum muda, mahasiswa yang ajojing atau pesta tapi melupakan buku.-terkait dengan Buku,Pesta dan Cinta di alam negerinya.

Mungkin kita tak bisa melarang mereka generasi muda yang katanya penerus bangsa yang menikmati jamannya, tanpa bisa mengerti bagaimana dulu.Dan mampu membuat kita berpikir untuk seperti apa nanti harapan bangsa katanya ada dipundak generasi muda. Kita asik menghibur diri, atau malah membunuh diri secara perlahan. Kedalam sebuah kenyataan yang ada, dan kita tak bisa mengelak. Sejarah adalah masa lalu yang menjadi pelajaran, pengalaman, serta renungan. Setidaknya membuat hidup kita lebih bijak memaknai sesuatu yang ada saat ini. Dan kita pun tak mampu menahan gempuran perubahan yang terjadi dimasa ini yang menjadikan generasi muda kita sangat berbeda. Nikmati dan resapi sejarah, sehingga nanti suatu saat aku kan membawamu bernostalgia dengan yang dulu ada. Dengan sebait puisi, ataupun beberapa kata yang mungkin membuat kita sadar akan sebuah perubahan yang sama sekali kenyataan yang tidak begitu baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s