Peringatan Hari Bumi tanpa Kendaraan Bermotor


Kamis(22/04) lalu kampus Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Gadjah Mada, mengadakan sebuah gerakan untuk memperingati Hari Bumi. Acara yang diprakarsai oleh Mahasiswa Pecinta Alam Setrajana ini dengan membawa tema “No Vehicle on Earth Day” sebagai gerakan Fisipol UGM peduli Bumi. Acara yang mendapat dukungan dari pihak dekanat, Badan Otonom serta Himpunan Mahasiswa Jurusan ini lagi-lagi gagal. karena belum mampu mewujudkan satu hari tanpa kendaraan bermotor, hal ini terbukti masih ada kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat yang parkir. Aksi ini tidak melarang mahasiswa untuk menggunakan kendaraan bermotor, tetapi lebih kepada menyadarkan bahwa hanya sehari saja kita tidak menggunakan kendaraan bermotor untuk memperingati hari bumi.

Berhubung hari itu saya sama sekali tidak ada ujian dikampus, karena hari itu adalah jadwalnya Ujian Tengah Semester dikampus kami. Tetapi kebetulan hari itu tidak ada ujian, jadi saya pun bertahan dirumah. Kan katanya bebas kendaraan bermotor, walaupun ujung-ujungnya sore harinya ke kampus untuk singgah setelah habis survey dari gedung University Club. Suasana waktu ujian memang tampak lengang, tidak terlalu ramai karena yang datang hanya kalau ada ujian saja. Di depan hanya tampak beberapa mobil, apalagi masuk ke dalam parkiran hanya ada mobil dinas kampus yang memang parkir disitu setiap harinya. Di depan pagar masuk teman-teman berpartisipasi untuk menjaga pagar, tetapi bukan bermaksud untuk menghalangi hanya sebagai posko pencatatan kendaraan yang keluar masuk.

Sebuah aksi untuk menyadarkan bahwa kita juga harus memberikan bumi sebuah udara bebas polusi, penghematan bahan bakar. Walaupun dalam cakupan yang kecil, tetapi untuk sebuah rasa kepedulian dengan lingkungan dalam arti yang lebih luas. Memahami hari bumi, dan merenungi sudah sebanyak apakah yang bumi berikan kepada kita, kekayaan alamnya, nyamannya tempat tinggal kita. Walaupun kita makin hari makin apatis terhadap diri kita sendiri, makin acuh dengan keadaan lingkungan kita. Tetapi kita harus segera bergerak untuk kembali kepada hubungan timbal balik yang baik antara bumi dan penghuninya. Mengembalikan keseimbangan yang sekian lama telah terlupakan. Sebuah metode pragmatis tapi menarik dan menggunakan yang monumental bagi Gading Narendra Paksi yang turut membantu, Mbak Hermin juga turut berpartisipasi pada acara ceremonialnya yang menjadi wujud dukungan dari dekanat untuk sehari tanpa kendaraan bermotor pada hari Bumi

Setelah seharian dengan kampanye no vehicle di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Mbak Hermin selaku perwakilan dari Dekanat hadir untuk memberikan ucapan hari bumi, ini juga dihadiri oleh perwakilan dari setiap jurusan.
Simbolis. Dengan menyalakan api yang membakar miniatur bola dunia, yang dilakukan oleh Hermin Indah perwakilan dari Dekanat dan Afrizal selaku Ketua Setrajana.
Acara yang diselenggarakan teman-teman dari Setrajana ini juga didukung oleh teman-teman HMJ dan BO yang ikut hadir.
Dari catatan ini terbukti bahwa gagalnya aksi no vehicle dalam rangka memperingati hari bumi. Hanya mampu mengurangi pengguna kendaraan bermotor, tetapi setidaknya pada hari itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s