Ini Dini hariku, malam kesunyianku


suara dengkuran tak beratur dari dua temanku sudah mendahului sejam yang lalu
tapi aku disini masih cukup tegang menatap layar ini.
kalau dulu mungkin aku sudah ditemani oleh suara hentakan mesin tik yang ditemani juga dengan merdu suara jangkrik dinihari.

memang cukup kunikmati sunyinya malam dengan menghabiskan waktuku untuk bercerita untukmu duhai engkau penenang hatiku.
yang mungkin engkau sedang tertidur nyenyak ataupun masih terjaga untuk rencana esok hari.

saya hanya bercerita tentang senangnya mendengarkan suaramu itu, hanya beberapa detik sebelum dirimu mengatakan sedang meeting.
tentang bagaimana saya menikmati suasana hati yang sedang senang itu.
kalau dulu dengan teknologi pak pos yang setia mengantarkan, saya tak perlu melakukan itu lagi karena sudah ada telepon ataupun teknologi yang lebih cepat.
dan itu membuat orang semakin tak sabar, tapi sabar itu sangat tak ada batasnya.

saya hanya bersabar dan berusaha untuk suatu saat kembali mendengarkan suaramu. kapan aku boleh berdebat? memperdebatkan hal yang penting,
atau kapan saya boleh membantah omongamu, karena saya tidak sesuai dan saya berikan alternatif menurut saya.
dan kapan saya harus kembali mendengar suaramu,
hanya ingin kembali bilang kalau aku masih sayang kamu.

from my notes facebook in 13 April 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s