Tanpa ikatan yang jelas


sering kali terlibat diskusi mengenai seperti apa sih yang tanpa ikatan itu.
saya menarik kedalam sebuah komunitas yang berbasis kesamaan kesenangan, kegemaran, hobi, sejenisnya lah seperti itu.
tanpa ada struktur yang disahkan dalam sebuah lembaga, organisasi, ataupun sejenisnya tetapi memiliki program yang sudah direncanakan. tentang kegiatan dalam selama setahun kedepan disebuah komunitas itu setiap awal pergantian pemimpin.
tanpa ada paksaan, tanpa ada bayar uang pangkal, uang bulanan rutin, walaupun memang sudah jelas akan ada pengeluaran untuk apa. Tetapi dengan adanya uang pangkal, uang iuran rutin, itu bentuk pengikatan secara tidak langsung (walaupun tidak mengakui).

lebih vulgar aja deh daripada susah menyampaikan kalau muter-muter malah tulisannya kagak sampe.
Publisia Photo Club dan Kine Komunikasi UGM.
tempat dimana saya numpang eksis, tempat dimana saya cari pengalaman, tempat dimana saya ngerasani orang-orang yang tidak berada dalam lingkup komunitas seperti ini.
dimana sekarang ragamu kini wahai PPC dan Kine Kom, eh raganya ada denk. pigura, sama foto. tapi jiwanya dengan semboyan “pokoke piye carane” itu sudah harus mengikuti alur kehidupan remaja tanggung akhir-akhir ini.
kalau ngomongin Kine itu apresiasi, maka sekarang susah apresiasi film dengan mengkritik, diskusi, sampai menghasilkan karya tulisan. mungkin kalau sekarang musimnya produksi, atau sekadar nonton bareng setelah itu keluar dan tidak berbekas dan menghasilkan output. Yah itulah sekarang kami pun harus mengikuti jaman.
Kalau PPC itu identik dengan hunting bareng, tapi kalau skrg sudah hunting bareng. mending PPC diganti piknik bareng aja? kan tetep Publisia Piknik Club. asik gak?
piknik sambil foto-foto, yah tapi tetap kudu sesuai urutan belajar. dari pengenalan kamera, teknik foto, bla bla bla… dan tentunya dengan film 35 mm. jangan jadi orang2 yg kaget pake digital, tapi ogah belajar pake analog.
PPC itu nggak harus pake digital, tapi kalau belajar mah kudu pake analog. masak tiba-tiba belajar pake digital. *jelek delete, untung gw kagak di delete.
PPC dan Kine sama-sama doyan nongkrong di bunderan UGM. Sebut saja Angkringan Lek Har, dihari yang berbeda agar kita bisa berbagi orang karena teman-teman Kine dan PPC orangnya itu-itu aja.
keduanya tanpa ada paksaan, sekali kecebur mandi aja. jangan cuma anyep-anyep ntar malah masuk angin. *sebuah analogi kalau lagi hujan2an dekat empang.
Ngobrolin tugas dan les.
*duh aku ada les nih, yo wes nggak usah ikut kumpul2 rutin yang penting klo dimintain bantuan siap gitu kan gampang. setuju nggak?? karena ini adalah rasa kekeluargaan, rasa memiliki, bukan ra urusan karena udah bayar duit masuk.
saya yakin dari sekian banyak teman-teman tiap angkatan pasti punya rasa memiliki, kekeluargaan yang sama dengan maksud saya. *semoga

Saya yakin semua itu bisa berjalan dengan maksimal tanpa harus ada ikatan yang jelas, yang penting kalian semua anak komunikasi UGM adalah anak PPC dan Kine. Berangkat dari situlah rasa memiliki kalian tinggi. Dan saya yakin mau kalian anak UFO, TGM, Pramuka, Menwa, sampe Ukesma atau Unit Tari atau anak apapun kamu, siapapun, kalau anak komunikasi ya kalian anak PPC dan Kine yang bernaung langsung dibawah jurusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s