seatap kita bertiga


Pagi sejuk semua masih tergeletak, setelah menikmati dinihari seperti biasa. Masih tetap pada posisinya sejak awal tidur, atau berpindah ke posisi dimana tadi sholat subuh.

tepat setahun kalau tidak salah, saya menikmati hidup bersama Yustan dan Ikrar. Eits bung… kami bukan homo… yustan sudah punya gebetan, ikrar udah jadian… dan saya tetap doyan ngelabain cewek ngalor ngidul nggak jelas orangnya yang mana.
punya sibuk sendiri-sendiri rasanya enaklah, tetapi hari yang paling sibuk rumah jadi ramai dan menyenangkan. Eh udah waktunya sepi? polll… sepi banget dah, dan saya yang pergi keluar..
oh ya tadi diatas nyinggung dua kawan saya itu… nggak apa-apa disinggung aja, orangnya baik semua kok. hehehe…
mungkin mereka tau hitam putih hidup saya, abu-abu ada atau RGB dan CMYK… menarik bukan? tenang bung… saya mengharapkan sekali mereka memberikan pengaruhnya ke saya…
dalam hati sempet mbatin.. mbok aku didorong-dorong (kebaikan), biar ngerasain juga nikmatnya, nikmat yang nggak pernah tak rasain. sepele memang sepertinya (pandangan orang liberal) – sholat, puasa senin-kamis, damn… eh dwi itu kewajiban, *rasanya pengen selalu diingetin toh nggak salah mengingatkan dalam hal kebaikan. walaupun STMJ (sholat terus maksiat jalan)…
nggak habis pikir juga kenapa mereka berdua begitu cerdas, terutama teman-teman lain yang bertandang kerumah.
seatap bertiga… rawkzzz…
*tulisan ra cetho tenan jal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s