Post Syndrom KKN


Masih sering teringat masa-masa melewati jalanan di desa, saling bercengkrama dengan kawan-kawan unit, tetangga pondokan, menikmati udara segar.

Yah andaikata kita diberikan untuk memilih, KKN merupakan sebuah pilihan tepat untuk merasakan kehidupan dimasyarakat yang bukan masyarakat modern.

Sebelum berangkat KKN saya sudah membuat sebuah hashtag di twitter #kknugm dan sedikit efektif untuk semacam merekam apa yang terjadi di KKN mereka. Sedih ataupun senang,gosip atau apapun itu selama KKN UGM periode 2010 teman-teman semuanya ikut mencatat apa yang terjadi.

Post Syndrom KKN akan membawa teman-teman biasanya untuk sedikit menyinggung pengalaman di KKN mereka masing-masing, melalui status facebook, twitter, BBM. Tetapi mungkin itu hanya paling dua bulan saja sudah sembuh, dan kembali normal.

Kuliah Kerja Nyata memang memberikan sebuah dampak yang cukup besar, apabila mahasiswa benar-benar dalam bentuk KKN yang turun ke masyarakat. Dimana ketika mahasiswa diturunkan ke masyarakat, mereka dapat melihat serta merasakan permasalahan, kendala yang ada.

Mendapatkan banyak pengalaman yang tidak mungkin didapatkan dalam proses kuliah dikampus, pergaulan sehari-hari, tetapi ada proses saling mengisi antar pengalaman satu dengan yang lain. Ketika saya tidak memiliki pengalaman dengan teman yang senang berdebat hal yang tidak esensial dalam hidup, maka saya lebih baik diam. Ataupun mengalah dalam memberikan masukan ketika masukan saya dimentahkan diawal apapun alasannya, kembali lebih baik diam diawal dan saya balik mentahkan diawal karena semua proses Kuliah Kerja Nyata sudah selesai dan tidak menganggu jalannya program-progam.

Proses menjalankan program tidak bisa langsung secepat yang diharapkan, karena setelah saya ngobrol dengan salah satu pendamping program PNPM Mandiri. Lupa saya siapa namanya, yang jelas beliau sudah hampir dua tahun melakukan pendampingan untuk 6 desa yang kita KKN juga. Dimana tugas pendamping itu membantu untuk mencari rumusan permasalah di desa kemudian diajukan dalam bentuk proposal pengajuan proyek dan setelah itu disampaikan ke Propinsi.

Untuk benar-benar diterima menjadi pendamping saja disatu desa butuh waktu sekitar dua bulan kata beliau. Itu dengan intensitas santai, mungkin sama halnya intensitas kita KKN berinteraksi dengan warga. Dan ini memang sama ketika kita KKN untuk melakukan pendekatan dengan warga tidak mudah. Kita melakukan kunjungan kerumah(-rumah), tempat kita biasa makan alias ibu piara(yang ngurusin makan kita ditempat KKN), terus ketempat Mandi, Kepala Desa, Ketua RT, Tokoh Masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s