Sebuah Catatan KKN Maluku Utara (part II)


Setelah sedikit vakum tak melanjutkan bagaimana Jamet bisa sampai sana, saya kembali menulis tentang bagaimana jamet advance sampai di Halmahera. Menjadi hal yang sulit kalau tidak ada catatan harian rutin dari kami berempat, Lolitya Anindita, Giri Indra, Fitra Sukma dan saya. Hanya ada foto-foto dari setiap perjalanan, walaupun ada beberapa bagian yang luput kamera ponsel saya. Mungkin dikamera teman mereka ada hal yang luput dari saya.

26 Juni 2010
Kami berempat menuju Surabaya menggunakan Travel yang dipesan 5 kursi sama Aga. Mungkin karena dia tahu bawaan kami cukup banyak, jadinya kami dilebihkan tempatnya untuk menghindari mobil travelnya penuh bagasi. Saya agak lupa berapa travel ke Surabaya, kalau tidak salah Rp. 100.000/orang. Dan kami berangkat sungguh selisih jauh dengan jam penerbangan kami. Kami berangkatnya dari boulevard sekitar pukul 10 pagi, itupun sudah sedikit mendapat paksaan dari supir travel yang belum menjemput penumpang lain.

 

Foto oleh anonim

 

Didalam sebuah perjalanan panjang, kalau tidak salah sekitar 8 jam kami menembus belantara jawa yang sudah semakin padat. Tidak begitu terasa lama karena banyaknya rumah-rumah yang kita lalui selama perjalanan, apalagi sampai ditempat berhenti travel. Tempat berhentinya pun sama dengan travel yang dulu pernah saya naiki juga, mungkin ini tempatnya sebagian besar mobil travel singgah istirahat dan makan. Makanya tampak kendaraan yang ramai disitu.

Setelah berbalap ria dengan mobil travel akhirnya kita semua sampai dengan selamat. Entah jam berapa lupa saya tepatnya sekitar senja, atau Maghrib waktu Surabaya lah. Hmmm… cukup lama Memang kita harus menunggu, tetapi bukan suatu masalah di Bandara besar dan ramai 24 jam non stop di Juanda. Apalagi kita berempat yang heboh dengan bawaannya seabrek-abrek buat bekal dua bulan. Oh ya sekadar berbagi, kembali lagi Aga sang akomodasi kita dapat tiket Rp. 890.000 perorang untuk penerbangan Surabaya-Makassar-Ternate yang kalau tidak salah sekitar sebulan sebelumnya dipesan. Saya duduk berpasangan dengan Fitra, Lolitya dengan Giri. Dan inilah tiketnya yang masih tersimpan.

Bayangkan kita harus menunggu sekitar enam jam di Bandara Juanda, karena kita memang penerbangan malam kalau tidak salah jam 23.30 atau jam 00.30 gitu deh. Bayangkan saja sampai sana sekitar maghrib kemudian istirahat dulu sebentar diluar kalau tidak salah sekitar sejam. Sekaligus mikirin mau makan apa dengan budget terbatas dari Tatik yang jadi Bendahara dan line Bendahara Advance dipegang langsung oleh Fitra. Dengan barang seabrek, istirahatnya pun gantian mau sholat, ke toilet, ke ATM. Ya gantian jaga barang diluar gitu, dan tepatnya lagi kita dapat moment yang pas. Waktu kami di Bandara itu rupanya ada Pameran Foto dalam rangka Hari Ulang Tahun kota Surabaya entah yang keberapa. Yang jelas dari sebuah perkumpulan fotografer mengadakan pameran di selasar Bandara Juanda dekat anjungan pengunjung. Lumayan sambil nunggu barang, sambil liat karya-karya foto dalam rangka Ulang Tahun Kota Surabaya.

Kalau tidak salah sekitar pukul 00.30 lah kami baru berangkat dari Surabaya menuju Makassar, Bandara Sultan Hassanudin.

-bersambung-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s