Eid Mubarak Day


Sholat Ied

Selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakannya di tanggal 16 November, walaupun ada juga yang merayakan tanggal 17 November. Sesuai keyakinan masing-masing lah untuk hal yang religius ini. Baru kali ini setelah 21 tahun hidup, saya puasa arafah mungkin karena dulu saya lupa atau memang nggak sama sekali puasa sunah yang satu ini. Dan saya sehari sebelumnya dengan benar-benar tidak tahu apa itu puasa Arafah, dijelaskanlah dengan sabar oleh Yustan sedikit tentang puasa arafah. Huhu.. Baiknya kakak satu ini… ketimbang tanya sama Ikrar yang udah molor duluan, karena dia bakalan balik ke Sukabumi buat berlebarang dirumah.

Dan pagi tadi saya dibangunin sama kakak kedua sudah tentu Yustan buat berangkat sholat Ied yang hampir saya lupa, karena bangun agak siang dan buru-buru juga. Walaupun ditinggal saya pun menyusul ketempat sholat pagi itu, dilapangan rusunawa daerah selokan mataram. Maklum lah sehari sebelumnya saya tepar karena meriang disko, ndak bisa bangun dari peraduan *halah*. Terkapar tidak berdaya dikamar, mau berdiri eh kepala langsung berkunang-kunang, kuning gitu deh. Seperti darahnya susah naik ke otak, hmmmm… lebih tepatnya apa ya? mungkin otak saya kekurangan suplai oksigen mungkin jadi berkunang-kunang dan pusing. Perlu penyesuaian, dan istirahat seharian dengan makan teratur. Walaupun minum obat cuma sekali aja, buat nurunin panas waktu awal-awal.

Keterteparan hari itulah yang membuat saya tidak bisa tidur, dimana paginya harus sholat Ied. Karena sudah tidur lama dan jadinya malah nggak bisa tidur. Memang beruntung masih ada Yustan yang ngebangunin buat sholat Ied, kalau kagak bisa kayak Idul Adha waktu di Bandung malah si tuan rumah nge-game sampe pagi dan sama-sama telat bangun buat sholat. Kejadian itu bersyukur tidak terulang lagi hari ini.

Suasana logistik di pengungsian Maguwoharjo

Setelah selesai sholat, akhirnya saya bisa kembali tidur setelah sedikit sarapan apa adanya yang bisa masuk mulut dan ada dirumah. *lagi males cari makan* rencana di hari yang fitri ini saya berjalan-jalan untuk membereskan dua lensa kit bosok saya. Yang satu jamuran, yang satu lagi auto fokusnya kagak beres, ditambah lagi lensa Imam yang auto fokusnya mati sama sekali. Walaupun terealisasi agak siangan dikit sih, yang penting berangkat. Dari utara menuju ke selatan! Pak Tumijo aku datang.. *sambil bawa toples isi 3 lensa kit canon*. Percakapan singkat sama Pak Tumijo, selesai dapat nota servis langsunglah saya kembali ke rumah sebelumnya mampir ke crown buat jajan cardreader baru dan tisu lensa. Sekali jalan beberapa tempat dan kebutuhan dipenuhi.😀 efektif dan efisien kata teman saya.

Setibanya dirumah kembali bertengger didepan layar mantau teman-teman lagi berkicau di twitter *like online stalker lah* sambil sabar tiba-tiba Awe datang buat ngerjain sesuatu gitu. Ya mau ndak mau ngalah sebentar lah doi buru-buru bo tadi. Kelar Awe pake sudah sore ya sudahlah, liat-liat timeline lagi eh nemu ada yang nulis kalau ada pemutaran Sang Pencerah sekaligus temu artisnya di Stadion Maguwoharjo yang menjadi tempat pengungsian korban merapi dengan jumlah yang cukup besar. Ya maklum lah Production Housenya sendiri beserta beberpa artisnya datang buat silahturahmi dengan pengungsi, nonton bareng pun di lapangan parkir timur. Dengan layar tancap ukuran 4×6 meter, dan soundsystem yang cukup membuat penonton terhibur malam itu. Tepatnya setelah acara dibuka oleh Bupati Sleman, kemudian penyerahan simbolis bantuan barulah film Sang Pencerah diputar.

2 thoughts on “Eid Mubarak Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s