[seperti] Mosi tidak percaya


Sebenarnya pemerintah ini salah apa? tapi selalu dikritisi, karena sebuah pengaruh media massa. Dan kemudian aksi jalanan turun, protes, demonstrasi. Itulah pemerintah yang selalu dikritisi, dan tidak mau menerima masukan rakyatnya. Lain halnya dengan sebuah bagian kecilnya, sangat kecil sekali dan mungkin tidak perlu diperhatikan. Ini hanya sebuah person, perorangan, yang sedang menyendiri dibalik kamar, tirai jendela yang tertutup rapat.

Saya ingin kembali membawa lirik Mosi Tidak Percaya milik Efek Rumah Kaca, kedalam tulisan kecil ini.

ini masalah kuasa, alibimu berharga
kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?
kamu tak berubah, selalu mencari celah
lalu smakin parah, tak ada jalan tengah
jelas kalau kami marah, sebab dipercaya susah
pantas kalau kami resah, sebab argumenmu payah
kamu ciderai janji, luka belum terobati
kami tak mau dibeli, kami tak bisa dibeli
janjimu pelan pelan akan menelanmu
ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya
ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya

Sambil menikmati malam aku kembali berfikir setidak percaya apakah orang-orang disekitarku? Entah se apatis apa mereka terhadapku? bahkan setidak peduli apa mereka semuanya?

Semuanya tampak membuatku untuk mengundurkan diri, entah mungkin kegagalanku membuat yakin orang-orang disekitarku, temanku, sahabatku. Mungkin ini yang membuatku terkunkung dalam sebuah keterasingan, ketika aku dianggap dari orang luar yang bukan siapa-siapa. Aku tahu begitu, ketimbang kamu yang tidak bisa menerima kenyataan hidup sebenarnya(realistis). Atau kamu terkadang apatis untuk beberapa hal, termasuk aku mungkin. Entah berapa lama seperti ini, tetapi ini aku yang memang dibentuk, terbentuk, oleh keadaan disekitarmu dan disekitarku.

Aku tak yakin maka aku mundur, sama halnya teman-temanku yang nggak yakin. Itu pun membuat aku mundur, bukan aku pesimis tetapi ini bukan pribadiku. Tetapi lingkungan sekitarku yang tidak bisa menerimaku, untuk berada dan mengatur kalian. Dan kalian merasa benar, hebat, dan tidak mau membantu.

Tutup saja mulutmu! biarkan aku coba lalui, jauh dari tangan-tanganmu yang mungkin mengganggu atau malah membantu. Tetapi otakmu mengasingkan diriku, sehingga aku kembali berpikir ini mungkin salahku yang ada diposisi ini. Dan biarlah kalian berlalu untuk sebuah hal yang tidak penting.

Mungkin aku yang salah menjadi pemimpin, karena aku tak pernah ikut program Leadership dikampus. Atau latihan kepemimpinan, dan aku sengaja memang tak ikut. Atau memang aku yang tak punya kharisma untuk berhadapan denganmu, dengan kalian.

Sudahlah, semuanya sudah lewat. Memang tampaknya kalian yang tidak memberiku kesempatan, ini kesempatan terakhir untuk aku bisa menunjukkan kalau aku bisa. Bukan mulut dinginmu, atau tingkah angkuhmu. Tutup saja mulutmu itu, biarkanlah alasanmu untuk menjauh dan tidak membantuku. Aku egois karena aku bisa mengerjakannya sendiri, dan masih ada beberapa gelintir orang yang tampaknya ikhlas membantuku.

Ini terakhir bagi yang ingin berbagi, memberi, dan mencurahkan sebelum kita semua terpisahkan oleh skripsi, magang dan sebagainya. Tetapi ini juga bukan hal penting yang kalian harus ikuti, karena kalian membayar dan bukan dibayar. Kalian tidak dapat apa-apa dari sini, kalian tidak akan dapat untung dari sini. Membantu skripsi tidak, apalagi yang baru form 1 skripsinya. Kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan, teori kuliah habis, magang sudah, form 1 sudah disetujui, tinggal kalian menjalankan skripsi yang didambakan.

Saya hanya butuh kawan, teman yang memberikan kepercayaan dan waktunya untuk berbagi dan membantu. Jangan biarkan hal yang sebelumnya terulang kembali seperti Communication Expo yang akhirnya dilimpahkan..

One thought on “[seperti] Mosi tidak percaya

  1. hmmm lirik lagunya keren🙂

    salam kenal

    @kodokz : salam kenal juga😀 ini memang lirik lagu mengena, dan tepatnya jadi renungan buat diri gw sendiri pada wktu itu *curhat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s