what a tragedy today?


Hari ini saya mengalami sebuah pengalaman cukup bodoh, entah mengapa saya sampai mengatakan diri saya bodoh sekali.

Ceritanya hari senin yang cukup gembira, saya datang ke kampus niatnya mengurus keperluan untuk pinjem ruang seminar. Tentunya untuk kebutuhan Studi Perspektif, yang agendanya pitching ke agen travel. Saya mungkin datang tepat waktunya mendekati jam istirahat pegawai kampus. Terpaksalah saya dan Hirwan beserta Erick nongkrong dikampus, layaknya angkatan tua yang sudah kehilangan teman-temannya. Tapi disiang hari yang nggak begitu rame tersebut, lumayan ada beberapa wajah teman seangkatan yang nongol dengan membawa berkas form 1 untuk skripsi. Olala…

Siang hari yang panas, dan karena nunggu untuk jam istirahat pegawai selesai. Kami pun ngobrol di kantin, walaupun sudah nggak ada jajan apa-apa lagi. Dan tiba-tiba sadar kalau rokok habis, sebenarnya yang habis rokoknya Erick dan Hirwan. Karena saya lagi pengen absen ngerokok dulu, pelan-pelan kan dikurangi ya biar sehat.Nah berhubung dua teman saya ini merasa kehabisan rokok, dan langganan si Babe itu sedang tidak jualan. Kami pun berniat untuk pergi ke kampus tetangga yang jaraknya cukup dekat.

Dengan gagahnya kami menuju Fakultas Hukum, dengan melewati halang rintang konyol alias bangunan Gedung Kuliah Umum yang sedang dibongkar untuk dijadikan gedung Fakultas Hukum katanya. Nah setelah sampai ke Fakultas Hukum, malah diskusi dan memang disana ada yang jualan tapi nggak jual bungkusan. Jadi kudu ketengan, yaelah malah males kedua anak ini. Jadinya kami pun langsung menuju Fakultas Ilmu Budaya, yang punya kantin cukup terkenal bernama Bonbin begitu sebutannya. Walaupun sampai saat ini saya masih bingung, itu punyaFakultas Ekonomi dan Bisnis atau Fakultas Ilmu Budaya.

Alhasil kami pun berniat pindah haluan untuk menuju Bonbin…

Tapi ditengah jalan kami seperti dicegat oleh sesosok perempuan berjilbab yang tergeletak manisdidepan jalan kami menuju Bonbin. Eh, mau tau apa yang kami lakukan dengan sosok perempuan berjilbab itu?

“kalau itu perempuan pake tas berarti mahasiswa” si Hirwan bilang

“atau mungkin kalau rapi mahasiswa” tambah Erick.

Alhasil kami pun mendekati layaknya orang tolol yang kehabisan rokok, dan benar saja rupanya perempuan yang tergeletak ini memang mahasiswa. Terbukti pakaiannya rapi, kagak compang camping ora cetho kayak pengemis yang sebelumnya juga kami lewati. Agak bingung juga nemukan perempuan berjilbab dan tergeletak panas-panas, saya mikirnya mbok mbaknya ini kalau mau pingsan ya ngiup(berteduh) dulu baru pingsan biar adem dan gak kepanasan.

Dan lucunya, kami bertiga pun sempat mikir agak lama. Katakanlah ada jeda waktu setelah melihat dan segera menindak lanjuti perempuan yang tergeletak ini. Mungkin karena kami nggak berani, takut dikira ngapa-ngapain ini perempuan kami pun menunggu SKKK dari FEB datang menghampiri dan membantu kami untuk mengangkut perempuan yang cukup bongsor. Terbukti empat pria dewasa mengangkat satu perempuan pingsan.

Alhasil saya malah motret mbak yang pingsan ini…

buat bukti kalau si mbak ini pingsan dengan sukses panas-panasan pulak, dan si ibu-ibu yang ngebantuin cerewetnya saya motret malah tanya mau ditaroh dimana. Ya ditaroh disini laaahhh… diblog aneh, daripada ane posting di situs foto? wah daripara ribet, akhirnya si ibu cerewet itu kami tinggal beli rokok setelah memindahkan mbak pingsan itu ketempat yang lebih teduh buat diurus oleh orang yang berbaik hati menolong.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s