Informasi yang meragukan


Kembali pada dinihari yang dingin bercelana kolor, berkaos oblong. walaupun posisi sedang tidak banyak berubah untuk menuliskan kata-kata yang tidak jauh dari tema sebelumnya.

Entah mengapa setiap kali saya ingin bercerita, tidak menemukan teman cerita. Ibarat kata kalau Jenny itu Sahabat Pencerita. Sedangkan saya masih merasa sulit untuk mencari teman berbagi cerita setidaknya bisa segera mengetahui seperti apa nantinya. Kembali rasanya membutuhkan teman untuk cerita, tetapi mungkin saya yang sangat sulit sekali untuk berbicara. Bukan bisu, apalagi gagap.

Cerita, itu yang saya butuhkan saya ingin cerita sama kamu. Tapi kayaknya nggak respect deh, dan tentunya ngapain saya juga ngemis respect kepada yang diinginkan. Kasian banget jadi ceritanya kalau nanti kudu begini begitu, wah males banget sih emang kalau harus sedikit dipaksa. Tapi sungguh malas hanya membutuhkan teman cerita tetapi malah nguber-nguber? untung ada laptop ikrar dan ini blog nganggur. Jadinya cerita disini, eh balik lagi ke cerita intinya ya.

Dalam hal ini saya ingin berbagi, bagaimananya ketika kita ngtweet sesuatu hal yang belum pasti. Dan dalam proses, kemungkinan itu akan menjadi sangat bias sekali ketika berkaitan dengan sebuah kegiatan. Dalam hal ini #sepep21, studi perspektif ini merupakan sebuah kegiatan rutin yang diadakan oleh teman-teman ilmu komunikasi UGM. Kali ini kebetulan angkatan 2007, dan kami yang akan melaksanakannya.

Mungkin ini bisa dikatakan sebagai acara angkatan, akan tetapi satu dan lain hal ketika banyak yang dalam posisi tidak bisa ikut. Seperti magang, nggak ada uang itu wajar, kemudian ada alasan skripsi itu parah. Dan banyak hal-hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan kegiatan ini berjalan atau tidak. Terutama perihal budget, fasilitas dan lain-lain.

Saya merasakan emosi saya yang masih sangat labil dalam hal ini, entah mungkin saya merasa terlalu percaya diri. Atau mungkin juga saya tiba-tiba merasa bukan siapa-siapa. Menunggu akan bergerak apa dan bagaimana?

Kita bekerja bersama-sama dengan deadline yang sangat-sangat mepet, ini bukan mengenai acara internal dangdutan, band-bandan yang kecil seperti yang dulu. Kembali ini adalah mengenai kenyamanan, dan saya dalam hal ini membuat tidak nyaman teman-teman yang mau ikut. Entah saya sebodoh apa sebagai seorang ketua dan lebih pantasnya memang disebut sebagai koordinator.

Mungkin saya bukanlah koordinator yang pantas dan layak, sudah hampir terpikir untuk mundur. Tapi yang di sms pun ngasih responnya dingin, secara komunikasi saya mengharapkan respon yang tidak seperti itu. Ya lebih tanggap, tapi apa daya? memang bisanya segitu. Makin membuat saya bingung mau seperti apa? maju atau mundur… Sudah terlanjur tanda tangan mengenai kegiatan di kampus, tetapi internalnya sendiri masih carut marut mungkin inilah kesalahan saya. (seperti posting sebelumnya)

Untuk menebus kesalahan-kesalahan itu tadi kenapa lagi-lagi saya membuat kesalahan disaat-saat seperti ini. Saya merasa bersalah ketika ngtweet sebuah informasi yang malah membuat ragu teman-teman. Apalagi mengenai harga, dan sebagainya saya menjadi tak cukup yakin untuk kegiatan ini berjalan lancar diawal. Maafkan karena start yang tersendat-sendat, dan susah ini.

Saya memang tak begitu yakin ketika, banyak dari angkatan saya yang beralasan sibuk. Kalaupun memang ada magang dan lain-lain itu pun saya maklumi. Tetapi saya harus rajin-rajin memaklumi teman sendiri yang memang seperti itu, apalagi saya sempat mendengar selentingan kabar. kalau ketua studi perspektifnya dwi (saya), aku nggak mau ikut. Ketika saya mengetahui gosip ini, menjadi sangat tertohok sekali. Sepertinya saya aib, dosa besar, dan harus segera mungkin lulus atau DO.

Tapi masih ada beberapa teman yang memberikan saya kepercayaan, walaupun saya memang nggak pantas dipercaya atas kelabilan saya menyampaikan informasi. Lagi-lagi saya menyia-nyiakan kepercayaan teman-teman untuk saya memimpin mereka untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Andai kata waktu pasca KKN saya sudah mencari travel agent, kemudian jauh=-jauh hari sudah survey apa dan berapa jumlah bayarnya. Mungkin lain hal ketika semuanya dilakukan serba mendadak disko seperti ini, tampak tidak selo dan mungkin seperti membuat saya mumet. Sebenarnya sih nggak begitu mumet sih… saya lebih mumet mikirin kenapa kok masih nggak percaya dengan saya? memang dianggap nggak dipercaya sama teman sendiri kali. Walaupun sekarang lagi usaha mengembalikan hal itu.

Andai saja saya sudah memulainya jauh-jauh hari, mungkin sekarang pun sudah mulai bayar dan tidak perlu seperti ini terjadi. Informasi yang simpang siur, masih sangat sulit saya bendung, sangat sulit saya tahan. Padahal notabene saya sebagai ketua harus mengontrol semuanya, tetapi saya merasa harus sedikit diktator eh tapi itu salah. Karena dalam hal ini terkati dengan banyak kepala yang cerdas-cerdas seperti Habibie.

Dan akhirnya saya salah mendiktatori, walaupun tampaknya masih sedikit tersendat-sendat. Mungkin karena mendadak juga sih, dan teman-teman peserta cukup pengertian mengenai ribetnya mengurus hal seperti ini. Dan saya menangkap hal itu, atau saya lebih mengerti teman-teman tidak mau tahu seperti apa ngurusin duit dan itu juga akan kembali kepada mereka sendiri. Disini sekedar menyampaikan.

Berapa kesanggupanmu? malah pada ngece, bisanya rendah-rendah. Itu mati wae.. dikasih harga yang sudah cukup sebanding, karena yang peserta ini kagak tahu standar hotel di Jakarta masih aja dibilang mahal? so alternatifnya adalah nggak perlu jalan-jalan ke Dufan lah. Cuma Dufan doang, mending cari gratisan langsung cabut ke Bandung bisa jalan-jalan sampai capek dan sebagainya. Bisa liat gadis-gadis geulis, ketimbang liat gedung-gedung pencakar langit, dan kemacetan di Jakarta.

Berapa sanggupmu? apa maumu? – itu semua salahku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s