Aku dan Kamu, bukan Kita.


Aku duduk disini, dan kamu tetap disana. Masih dengan posisi yang sama, kamu didepan layar komputer kantor dan aku berhadapan dengan layar iMac-ku atau mungkin televisi diruang tengah. Sudah sekian lama kita tidak pernah ada perjumpaan, sama halnya dengan pasangan yang lain. Aku dan kamu bukan kita lebih tepatnya, aku dan kamu hanya dipertemukan dalam perkuliahan, aktifitas bersama, kemudian saling mengenal tidak lebih dari seorang teman.

Aku yang disini dan kamu yang entah dimana, mungkin saja aku sudah menghabiskan gelas coklat yang kedua, dan gelas kopi yang pertama hanya untuk menunggumu usai pulang kantor. Dan menikmati hangatnya cengkrama obrolan pelepas lelah, tepatnya melepas lelah dirimu setelah seharian bertarung dengan deadline, dan pekerjaan. Dan aku yang masih santai dan ada banyak waktu luang yang bisa kubagi denganmu.

Tak pernah aku bayangkan ketika keputusan kamu dan dia, untuk berpisah entah 4 atau 5 April kemarin. Sulit aku bayangkan, ketika dia yang teman sepermainan, dan juga kamu yang entah berapa lama harus aku menunggu. Mungkin tiga tahun, setidaknya aku harus mengenalmu hanya sebatas teman. Aku dan kamu masih berjarak, obrolan ringan berbagi dan melepas lelah itu hanya bayangan yang belum tahu akan terwujud.

 

One thought on “Aku dan Kamu, bukan Kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s