Pesan Singkat – Tidak Penting


“halo x, sudah makan belum?” – sent 19 April 2011

“halo x, sibuk apa nih?” – sent 20 April 2011

“halo x, maaf ya ganggu kamu” – sent 21 April 2011

Sejujurnya saya nggak habis pikir kenapa ada saja orang yang mencoba berusaha, tetapi usahanya selalu gagal. Dengan kata pepatah mungkin, perbaiki diri dulu kemudian semua akan berubah. Benar begitu adanya, coba bayangkan kalau kamu mempunyai sebuah trademark tertentu yang itu mungkin sudah tidak baik untuk kamu. Kamu butuh sesuatu yang baru, fresh tentunya berbeda. Bukan seperti pakaian yang habis keluar dari laundy, lebih wangi dan rapi. Tapi sepertinya perlu pakaian baru, karena berbeda, walaupun awalnya memang masih bau toko.

Melihat kutipan sms diatas, apa yang kalian pikirkan?

Pertama, orang ini sangat getol sekali mengirimkan pesan singkat kepada x. Pertanyaan sepele, dan tidak penting. Tentunya dengan kondisi dimana x tidak pernah membalas dari ketiga pesan singkat itu. TIDAK PENTING adalah sebuah kewajaran ketika x tidak ingin membalas pesan singkat. 

Kedua, sungguh si Y (pengirim pesan ke x) ini adalah orang yang sangat tidak ada kerjaan, iseng. Nggak ada kerjaan, atau nggak mencari kesibukan maka dari itu si Y dianggap tidak ada kerjaan oleh x. Ah simple think lah, kira-kira seperti itu perumpamaannya.

Kalian jelas punya hak jawab, sama halnya dengan media, narasumber dalam sebuah dunia komunikasi. Tapi sayangnya ini nggak bisa disamakan dengan perumpamaan diatas antara x dan y. Diatas itu terlalu personal sekali, dan hak jawab dalam komunikasi itu lebih luas. Berkaitan dengan banyak pihak. Maaf sudah mulai ngelantur kan… Kembalikan kepada pesan singkat itu saja.

Sebenarnya kasian juga kalau Y tidak pernah mendapat balasan dari X. Mengapa? yaaa banyak faktor deh. Coba bayangin aja kalau kamu mengirim pesan singkat, benar-benar singkat sampai terpikir oleh penerima bahwa pengirim pesan ini kurang kerjaan dan ini wajar juga dianggap tidak penting. Nah lho? kenapa saya berpikir selalu tidak penting. Hal yang mendasari seseorang itu ada (baca : eksistensi) adalah ketika seseorang tersebut dianggap penting, merasa dibutuhkan, dan sebagainya. Dan hal ini adalah yang mendorong orang untuk menjaga eksistensinya, dengan berbagai hal. Termasuk mengirim pesan pendek yang tidak penting. Sama halnya dengan yang lagi baca tulisan ini juga menganggap tidak penting tulisan ini. (makin njilimet, muter-muter kan?)

Rata-rata pembaca blog (sebenarnya nggak cuma blog) itu adalah orang-orang yang memiliki kemampuan cerna sebuah tulisan itu tinggi, ketimbang yang nggak pernah baca. Kemungkinan tidak mengalami kesulitan mengartikan analogi tidak penting dalam pesan singkat seperti cerita diatas yang juga ngalor-ngidul (ke utara-selatan, nggak jelas). Tapi bertumpu pada kemampuan minat dan baca masyarakat blogger Indonesia bisa mengerti analogi itu. Yaitu sebuah ketidak pentingan kamu dalam hidup saya melalui pesan singkat.

Kenapa juga ada Y yang doyan sms ke X dengan kondisi si Y itu dianggap pengganggu dan tidak penting hidupnya oleh si X ? karena dia ingin menunjukan kalau Y masih ada, bukan hanya untuk X tetapi untuk semuanya. Sederhana tetapi kembali anggap saja tidak penting. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s