Jalan Sosiohumaniora Pada Akhirnya


Setelah sekian lama Fakultas-fakultas yang melewati jalan Sosiohumaniora, disuatu sore Jumat (6 Mei 2011) saya menyempatkan untuk menikmati sore di kampus yang sudah tenang. Tetapi tampaknya ada pemandangan yang agak berbeda ketika melewati jalan masuk menuju kampus. Tepat dipos antara fakultas Hukum dan fakultas Pertanian sedang dipasang tenda-tenda yang kemungkinan difungsikan untuk penjaga karcis KIK. Oke, daripada sekedar lewat nyempetin aja ngambil beberapa gambar pemasangan tenda-tenda yang nanti akan difungsikan sama dengan fakultas-fakultas lainnya.

Universitas Gadjah Mada memang benar-benar mencoba melakukan banyak perubahan, tentunya mendapat respon negatif dari beberapa elemen mahasiswanya sendiri. Mulai dari pembuatan portal yang membatasi akses masuk atau melewati kampus biru ini, kemudian menutup beberapa short cut untuk menuju satu kampus, dan mengatur alur kendaraan yang berada dilingkungan UGM sendiri.

UGM sebagai kampus kerakyataan seperti yang digaungkan oleh teman-teman aktifis mahasiswa, tampaknya kini bukan sesuatu yang ideal untuk diterapkan. Melihat adanya beberapa UU yang dianggap kontradiktif, seperti UU BHP yang akhirnya dihapuskan kemudian diganti oleh RUU yang lain dan tentunya isinya hampir sama hanya mungkin merubah beberapa pasal. Toh tetap sama, ya anggap saja anggota dewan kita itu sangat tolol sama tololnya dengan komisi 8 yang memberikan jawaban email resmi komisi@yahoo.com itu. Tetapi setidaknya pembuatan Undang-Undang ini tolol jangka panjang, selain membuang uang rakyat juga RUU baru pengganti UU BHP ini sendiri tidak pro rakyat.

Jalan Sosiohumaniora, dimana jalan yang dilewati oleh kebanyakan kawan-kawan yang menolak komersialisasi kampus, komersialisasi pendidikan, sampai menolak KIK ini berada. Tepat Jumat sore, dimana kawan-kawan mahasiswa sedang beristirahat diakhir pekan, berdiskusi bersama tentang kuliah, atau apapun itu. Dari pihak kampus sangat cerdas sekali untuk segera memasang tenda-tenda pemeriksaan tersebut.

Setelah terjadi beberapa kali aksi, penolakan dari gerakan mahasiswa. Jalan ini merupakan jalan terakhir yang dipasang pengecekan KIK. Dimana jalan ini menghubungkan fakultas pertanian, teknologi pertanian, fakultas hukum, fakultas ilmu sosial politik, fakultas kehutanan, dan tentunya rektorat sendiri. Tepat ketika semua mahasiswa tak acuh, dan mencoba mengikuti perkembangan jaman. Memang tidak ada namanya kampus kerakyatan seperti dulu, sudah tidak ada lagi semangat mahasiswa pejuang rakyat, perubahan demokrasi kini hanya ditangan pemilik kepentingan.

Untungnya Wisnu “demo” salah seorang aktifis yang juga teman saya. Sore itu langsung saya tanyakan melalui pesan singkat, mengenai pos pemeriksaan ini. Dia menjawab untuk sebulan pertama belum diberlakukan,jelas dari pesan singkat ini bisa saya bayangkan KIK yang saya miliki sudah tidak berbentuk lagi (baca tulisan identitasnya udah mau lepas). Tentu mudahnya buat

Kaget. Pengendara roda dua ini, tampak bingung karena jalan sosio humaniora yang biasanya tidak ada pos penjagaan KIK ini baru dipasang hari Jumat sore.
Pemasangan tenda pemeriksaan KIK
Pemasangan tenda pemeriksaan KIK
Kejar Pasang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s