Kolaborasi Seniman Jepang-Jogja


Foto diambil pada 11 April 2011.

Lokasi Aphitheater, Taman Budaya Yogyakarta.

Ini adalah stok gambar saya, diambil di Amphitheater, Taman Budaya Yogyakarta. Sayangnya kegiatan yang merupakan perpaduan antara seniman Jepang dan Jogja ini tidak banyak yang datang menonton. Mungkin karena minimnya publikasi yang dilakukan. Tampak dari undak-undakan di tempat pertunjukan, tidak penuh semuanya. Sangat disayangkan sekali, acara yang melibatkan beberapa seniman Jepang dan seniman Jogja tidak mendapat publikasi yang luas. Mungkin dikarenakan tidak melibatkan banyak pihak untuk terselenggaranya acara ini.

So? kenapa sih mesti datang ke pertunjukan ini? Sebenarnya malam itu saya sedang ingin tahu seperti apa sih kesenian Jepang yang berkolaborasi. Ya dengan niat utama untuk menonton dan motret. Nah disinilah ketika sebuah seni (ekspresi), siapapun orangnya, apapun agama, apapun etnis-suku, apapun bahasa dan asal negara. Semua unsur perbedaan yang ada masih bisa bersatu di dalamnya (seni) secara lebih bebas dan rileks. Dimana seni gerak, dan bunyi-bunyian dikolaborasi. Tentunya dengan semangat seni sebuah pemersatu inilah yang menjadi titik awal proses seniman dari Jepang (Makoto Nomura, Kumiko Yabu, Ayako Yamashita, dan Michiko Chida) mengawali dialog budaya dengan seniman-seniman yang ada di Yogyakarta.

Gagasan pentas seni pada malam itu berawal dari munculnya aksi solidaritas seniman Jogja pada malam peduli bagi bencana yang terjadi beberapa waktu silam. Dari aksi spontan itu akhirnya melahirkan dialog budaya yang tidak berhenti untuk konteks aksi peduli kemarin. Mungkin ini akan menjadi langkah awal bagi beragam bentuk-bentuk komunikasi seni-budaya kedepannya.  Harapannya dengan adanya kolaborasi ini, memberi apresiasi, sekaligus inspirasi untuk melahirkan kemungkinan dalam hal lain memaknai persahabatan antar budaya bangsa, khususnya Jepang-Jogja.

This slideshow requires JavaScript.

Foto diambil ISO 1000-1250 dengan bukaan diafragma f 2.8. Sayangnya minim sekali tata cahayanya.

Pada pementasan ini terdapat empat judul repertoar :

1. De’ Kengka !? –
Repertoar ini mengambarkan sebuah komunikasi yang diawali dengan sebuah ketidak-tulusan hati. Masih-masih memegang ego dirinya, sehingga memunculkan kesalahan persepsi yang melahirkan konflik.
Pemain : Ayako Yamashita (seniman tari), Michiko Chida (seniman teater)
Pemusik : Kumiko Yabu
2. BISA APA SAJA
Compeser/pemain : Makoto Nomura
3. Kolaborasi Jepang-Jogja
Pemain : Ayako Yamashita, Michiko Chida, Jemek Supardi, Suwarto,
Ki Mujar Sangkerta
Pemusik : Y Subowo, Haryanto Taliwangsa, Kumiko, Makoto
4. Improvisasi Lepas
Pemain : Kuncung, Iwan, Uti, Kaori, dkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s