Individual Life – Kafe Djendelo


“Hari ini, sekarang, atau tidak sama sekali” – sebuah Judul pertunjukan dari Individual Life. Yang dihelat di Djendelo Kafe, sebuah tempat nongkrong yang menyatu dengan Toko Buku Togamas. Dengan konsep yang sangat minimalis, dan peralatan full akustik. Dan tentunya acara yang dimulai sekitar pukul 20.00, Kafe yang menawarkan menu dengan bahasa ejaan lawas ini sudah lebih dulu ramai menunggu aksi dari Individual Life.

Saya secara pribadi ini kali kedua setelah sebelumnya saya menonton Individual Life pada acara FMF (Hastamanana), kira-kira hampir satu tahun yang lalu dan kembali bisa menikmati permainan musik Individual life. Saya secara pribadi tidak terlalu dekat, ataupun mengenal band yang mengusung aliran instrumental (nah sekarang saya pura-puranya nulis semacam wartawan musik). Perkenalan dengan musik instrument band ini sendiri ketika saya mendapat CD kompilasi band Jogja pada acara Lockstock yang diadakan oleh Effort Creative. Dari sekian banyak musik kreatif, terselip rupanya salah satu trak yang nyaman didengar. Hal ini lebih kepada musik instrument yang memberikan nuansa baru dalam dunia musik Jogja.

Sore itu saya memang sedang berniat untuk menikmati pertunjukan mereka, sambil mendokumentasikan. Sayangnya kondisi dari Djendelo Kafe sendiri dengan tata cahaya yang minimalis, memang sesuai dengan konsep pertunjukan ini. Memang tidak seperti tahun lalu di Hastamanana. Kali ini untuk mendokumentasikan secara foto tidak menjadi prioritas utama, karena memang prioritas utama saya adalah menikmati alunan musik band ini. Dan saya tersadar, rasanya kalau permainan musik ini tidak direkam secara video sayang sekali. Makanya saya lebih memilih untuk merekam salah satu judul “Lalualang”. Karena hanya ini yang bisa saya oleh-olehkan kepada teman-teman yang memang tidak sempat datang ke Djendelo Kafe untuk menonton pertunjukan ini.

Untuk pengunaan foto lebih lanjut hubungi saya

This slideshow requires JavaScript.

Tips

Untuk memotret pada acara yang sangat minim cahaya ini saya menggunakan ISO 640-1250, dengan lensa 10-22 mm EFS USM dan 50 mm 1.8, tambahan dengan speedlight 430 EX II dan saya menggunakan Canon EOS 7D. Untuk video saya menggunakan lensa 50 mm 1.8, karena membutuhkan bukaan diafragma lebar dan menjaga penggunaan ISO saat video tidak terlalu tinggi yang menyebabkan noise. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s