[Gladi Resik] Kraton Wedding


Sabtu(15/10), saya bergegas mengarahkan kendaraan saya ke Bale Raos di Kraton Dalam yang dijadikan Media Centre Kraton Wedding. Niat saya memang ingin melihat suasana Bale Raos yang jadi Media Centre, sebelumnya saya memang mengajukan berkas di Kantor Gubernur DIY untuk izin peliputan Kraton Wedding. Yang berakhir berkas dan pas foto berhamburan ria disalah satu meja di Bale Raos, tidak hanya satu tetapi beberapa belas mungkin puluhan. Dari berbagai macam media, yang mungkin sebelumnya sudah pernah mengurus untuk peliputan di Kraton biasanya lebih mudah. Sedangkan untuk ukuran acara Kraton Wedding yang besar ini, sudah tentu banyak dari “media” yang mengurus ID peliputan. Sayangnya saya hanya berbekal dari media kampus, yang mungkin dianggap nggak jelas juntrungannya. Saya pun memberanikan diri memasukan berkas, yang akhirnya ditolak. Lah? kok malah saya curhat ya?😛 setelah di tolak pun saya lebih memilih duduk santai sambil menikmati secangkir kopi dan melihat suasana para wartawan dari berbagai media massa.
Iseng-iseng buka wifi di Bale Raos, eh kecantol hotspot buat media centre coba di connect yang akhirnya gagal karena memang nggak free. Yasudah abaikanlah itu, setelah mengamati gerak-gerik beberapa orang yang mungkin “baru” untuk liputan di Kraton pun lucu juga. Ada yang dari sebuah media yang juntrungannya nggak jelas, latar belakangnya pun nggak begitu jelas tapi bisa lolos. Sambil mengintip kertas yang dibawa oleh salah seorang panitia (Event Organizer-TIGER), #eh lucu dari media di Jakarta ya ampun listnya di booked ada yang sampai 15 lho? itu satu media? yang saya geleng-geleng kepala ya itu dia. Mungkin stasiun televisi anggap aja wajar? tapi ini kelewatan banget sampe segitu? padahal liputan di dalam Kraton paling tiga kameramen, dua reporter, tiga asisten kamera pun sudah jadi?  dalam hati saya pun berpikir. “Oh mungkin driver, sama kru yang di mobile broadcast juga dapat”. Setelah sekitar 15 menit nongkrong di Bale Raos, saya pun jalan-jalan iseng ke Alun-Alun Utara yang lagi gladi resik, untuk persiapan keamanan Pak Beye, Pak Jusuf Kalla, dan beberapa jajaran Menteri. Yang semua pejabat negara datang dan masuk Kraton bukan sebagai pejabat, mereka adalah pribadi masing-masing.


Daripada “maksa” untuk masuk ke dalam dengan mendapatkan ID card resmi Kraton Wedding, akhirnya saya pun menyingkir dan jalan lihat-lihat ke Alun-alun Utara. Ngeliatin heli Puma punya TNI yang tampaknya sudah “senior” sekali helikopter ini. *berharap ada penggantian*. Setelah melihat-lihat dan mengambil beberapa gambar suasana di Alun-alun Utara, akhirnya saya menghubungi mas Suryo, menanyakan keberadaannya dimana. Akhirnya saya menyusul mas Suryo ke mengarahkan saya ke Bangsal Kencana. Dimana saat itu diadakan Gladi Resik, dari prosesi pernikahan yang menggunakan adat jawa. Saya pun bergegas masuk, dan tampaknya belum begitu ramai. Didalam perjalanan masuk, tepatnya saya berjumpa lagi dengan mas Hagi. Sebelumnya juga ketemu, tampaknya mas Hagi lagi bareng dengan teman-teman komunitas Apple, *dan saya sempat kepikiran, mungkin dari @KratonWedding* hehehe…
Jalan agak cepat dari parkiran menuju Bangsal Kencana, sambil membuka tas kamera dan mengeluarkan kamera. Suasana persiapan dari berbagai media pun sudah tampak, mobile broadcast sudah siaga di parkiran, kemudian teman-teman wartawan sudah berada didalam Bangsal Kencana untuk mengambil gambar Gladi Resik. Semua wartawan sudah pada posisi masing-masing, untuk mengambil gambar prosesi. Sekaligus mempersiapkan diri mencari posisi untuk ke esokan harinya.
Beruntung saya bisa mendapatkan moment didalam Kraton (Bangsal Kencana), dimana tidak semua sempat mengambil gambar disini. Karena lebih banyak yang terpusat pada perayaan hari ketiga dimana ada iring-iringan pasangan, yah bersyukur deh walaupun cuma dapat memotret saat Gladi Resik acaranya. Saya sudah senang, walaupun nggak puas lho ya. *beda senang dengan puas :P*, setidaknya ketimbang memaksakan diri terjebak dilautan manusia yang memang saya tidak begitu tertarik untuk mengambil gambar ditengah kerumunan manusia saat itu. Sehingga saya memutuskan untuk tidak berangkat pada hari ketiga dimana ada iring-iringan dilaksanakan.
Sebenarnya ada banyak cerita yang menarik saat itu, bagaimana media lokal yang tampaknya ada beberapa yang luput sehingga tidak mendapatkan ID resmi peliputan. Sedangkan ada juga media lain, yang saya juga nggak begitu ngeh dari mana dan sebelumnya sudah pernah motret didalam lingkungan kraton apa belum? *walaupun saya belum pernah juga sih :P* Tapi beruntungnya saya dapat mendokumentasikan moment Gladi Resik pernikahan Gusti Kanjeng Raden (GKR) Bendara dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara,

Untuk Penggunaan foto lebih lanjut hubungi saya disini.

6 thoughts on “[Gladi Resik] Kraton Wedding

  1. Wuaduh ini nih mas salah satu kejadian sejarah dunia yang saya lewatkan begitu saja, padahal kan ngga terlalu jauh dari Bandung.
    Acara seperti ini mungkin hanya akan terjadi sekali dalam hidup saya, karena ini adalah pernikahan bungsu putri keraton. Mungkin harus menunggu pernikahan cucu-cucunya.
    Tapi saya baru kepikiran setelah acaranya berlangsung, dan saya sangat menyesal. Penyesalan memang datang terakhir😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s