Trie Utami & Idang Rasjidi – Ngayogjazz 2011


Idang Rasjidi
Awal Karir Idang bermain musik dibuka ketika ia berkenalan dengan Abadi Soesman untuk mengisi acara paket anak-anak di TVRI. Kala itu ia tidak bermain piano, tapi sebagai pemain bass. Kemudian Idang dipercaya untuk mengisi keyboard di kelompok musik Abadi Soesman Band. Sejak itulah nama Idang Rasjidi mulai dikenal sebagai seorang pianis yang memiliki warna jazz. Selain belajar dari Ny. Kardana, guru pianonya yang pertama, Idang mengembangkan ketrampilan bermain piano secara otodidak.
Kepandaian Idang berpiano semakin terasah ketika ia berinteraksi dengan seniornya Ireng Maulana dan Kiboud Maulana, Idang bergabung dalam wadah Ireng Maulana Associate. Idang juga banyak menimba pengalaman bersama Maryono (saxophone), Benny Mustapha (drum), Oele Pattiselanno (gitar), Benny Likumahuwa (Trombone), Dullah Suweilleh (perkusi), Jeffrey Tahelele (bass) ketika mereka tergabung dalam band yang bernama The Galatic. Idang bersama Kiboud Maulana pernah membentuk The Djakarta All Stars, yang beranggotakan antara lain alm. Embong Rahardjo (saksofone), Cendi Luntungan (drum), Jeffrey, dan Adjie Rao (perkusi). Bersama The Djakarta All Stars, Idang tampil empat kali dalam North Sea Jazz Festival, Belanda.
Selain bermusik, Idang Rasjidi dikenal memiliki perhatian pada jazzer muda khususnya mereka yang berada di daerah. Ia rutin berkunjung ke Pekalongan, Batam, Yogyakarta, Semarang hingga Makassar untuk mengadakan coaching clinic. Ia telah merilis sejumlah album antara lain Sound of Belief, Live at Four Season dan Jazzy Ramadhan
 
Trie Utami
Lie, demikian panggilan akrab untuk Trie Utami. Lie dikenalkan pada musik oleh Ayahnya sejak kecil. Rumah mereka selalu dipenuhi suara Pat Boone, Glen Muller, Perry Como, serta berbagai lagu klasik yang diputar lewat piringan hitam. Sejak tahun 1972-1986, bersama kedua kakaknya, Purwa Tjaraka dan Thea Ika Ratna lie berlatih piano.
Awal karier professional lie adalah saat dia ‘dilamar’ oleh Krakatau, grup band beraliran jazz yang sangat mashyur saat itu. bersama Krakatau, lie membuat album pertamanya tahun 1986 bertajuk First Album. Meskipun demikian, nama lie mulai dikenal saat menjadi pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987) membawakan lagu “Keraguan”, karya Edwin Saladin dan Adelansyah. Lie juga berhasil menjuarai Festival Penyanyi Lagu Indonesia (1989)
Selain menyanyi, lie pun menciptakan lagu. Telah puluhan lagu diciptakannya, baik untuk dinyanyikan dirinya sendiri, maupun dinyanyikan oleh orang lain. Sejumlah lagu lie yang sempat menjadi hit, antara lain “Kau Datang”, “Untuk Ayah dan Ibu” (ciptaannya sendiri), serta “Nurlela 1” dan “Nurlela 2”. Yang terakhir ini dinyanyikannya berempat bareng Vina Panduwinata, Atiek CB, Malyda, yang tergabung dalam kelompok Rumpies. Beberapa tahun terakhir Trie Utami aktif terlibat dengan kegiatan musik bersama Djaduk Ferianto dan kawan-kawan Kua Etnika. Penampilannya di Ngayogjazz tahun ini adalah penampilannya yang ketiga.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk Penggunaan foto lebih lanjut hubungi saya disini.

Postingan Ngayogjazz 2011 yang lain.

Tesla Manaf feat. Mahagotra Ganesha – Ngayogjazz 2011 

Rieka Roslan – Ngayogjazz 2011

2 thoughts on “Trie Utami & Idang Rasjidi – Ngayogjazz 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s