“Golden Gate-nya Tenggarong Tinggal Kenangan”


Kalian sudah berapa kali melewati jembatan Kukar? ya kalau saya pribadi sih ada beberapa kali, walaupun nggak begitu intens. Maklum sih nggak ada teman yang ngajakin main ke Tenggarong, mungkin kalau yang ada keperluan disana akan sering melewati jembatan itu. Jembatan Mahakam II – nama aslinya nih, ketimbang berita yang tertulis rata-rata nyebutnya Jembatan Kukar. Mungkin jembatan ini menghubungkan dengan kabupaten Kutai Kartanegara.

Jembatan ini sih tercatat sebagai jembatan gantung terpanjang yang dimiliki Indonesia, dengan panjang 705,00 m, (lihat data). Dengan spesifikasi ini sudah sewajarnya jembatan ini dibanggakan masyarakat Kutai Kartanegara, secara umum masyarakat Kalimantan Timur. Kukar yang katanya pernah tercatat sebagai kabupaten terkaya (gara-gara tambang), ini juga tidak tanggung-tanggung pada saat proyek pembuatan jembatan mahakam 2 ini sebelumnya juga membuat jalan yang menghubungkan dari Tenggarong Seberang ke arah Tenggarong dengan sistem cor yang katanya lebih kuat. Jadi pengguna jalan untuk menuju Tenggarong dari Samarinda, akan memakan waktu yang lebih singkat ketimbang menggunakan jalur yang memutar (Loa Kulu-Loa Janan) yang memakan waktu sekitar 2-3 jam. Jalur lama dulu waktu saya kecil sempat ngerasain nih, demi liburan ke museum Tenggarong nih.

Taman Kota

Kalau yang warga Tenggarong, atau yang sering melewati jembatan mahakam 2 ini, pasti tahu bagaimana tata kota dipinggir sungai mahakam dekat jembatan ini. Saya lupa persisnya berapa, yang jelas cukup luas sekali area taman kota yang dibuat didekat jembatan mahakam 2. Kemudian pengaturan jalannya pun menurut saya sudah cukup bagus, ibaratnya ini proyek dikerjain serius sekali dan ndak cuma asal jadi aja. Tetapi hasilnya bisa dinikmati warga atau wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Ada tempat duduk yang nyaman, kemudian jalananan kecil serta tanaman yang memperindah taman didekat jembatan ini. Agak bergeser sedikit, ada tempat dimana anak muda sering bermain papan luncur, ataupun olahraga lain termasuk didekat sini ada papan panjat tebing.

Menarik kan? sekarang yang bisa dinikmati ya cuma tamannya saja.😛

Proyek Baru?

Sempat saya agak nyinyirin statment si Bupati Kukar (Rita) yang juga anak mantan Bupati sebelumnya si Syaukani, kok bisa? sampe saya nyinyirin? Gini deh kronologisnya. Ini jembatan ambruk? Nah barang yang sudah rusak memang tidak bisa diperbaiki (woi ini jembatan bukan mobil). Kebayang kan? baja ratusan ton ini kalau mau dibaikin ya sama aja kayak bikin baru. Tapi yang menariknya disini adalah sebelumnya memang Pemda Kukar kalau nggak salah berencana membuat jembatan baru yang posisinya saya agak lupa disebelah mana. Akan tetapi ketika proyek baru dengan lokasi baru? itu bukannya justru akan menambah biaya? contohnya biaya pembebasan lahan? dan pembuatan konstruksi jalan yang menghubungkan.

Lah jelas-jelas kalau membangun jembatan yang baru tepat disebelah jembatan mahakam 2 ini, tidak membutuhkan beberapa biaya tambahan seperti pembebasan lahan, pembuatan jalan ataupun biaya lain yang besar. Dan kalau dibuatnya disebelah jembatan mahakam 2 yang ambruk ini kan secara tidak langsung masyarakat masih bisa melewati jalan yang sama dan masih bisa melihat jembatan dulu yang ambruk tepat disebelahnya. *rasanya gimana ya?* hehe.. Jadi rencana si Bupati Rita ini nggak perlu bikin monumen peringatan didekat jembatan mahakam 2? lah ini bukan bencana alam kok, ini bencana manusia (alias kecelakaan). Habisnya lucu aja, ada kejadian gini malah statment yang keluar akan membuat monumen peringatan dulu. hihihi…🙂

Maaf saya untuk hal proyek infrastruktur di Kabupaten Kutai Kartanegara ini nggak begitu optimis, lah wong menurut saya ini salah satu Kabupaten terkaya dan sekaligus terkorup kok(mungkin). ~la~la~la

Etika Statment

Woh opo meneh iki bro? wah sebenarnya saya sih nggak begitu mudeng tentang etika komunikasi. Tetapi secara pribadi ada sebuah statment yang keluar dari Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Kaltim), mengenai ambruknya jembatan mahakam 2 ini yang agak nggak sreg sama sekali. Kalian bisa membayangkan, ketika ada kecelakaan gitu terus statmentnya malah ngeluh? dan rugi bla bla bla… Dan saya yakin yang ngerasa rugi ya pengusaha batu bara, memangnya disana ada industri apa yang besar? Perdagangan? dilewati sungai aja dan pakai kendaraan transportasi yang lebih kecil (bisa dinaikin perahu).

Menurut Ketua Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo ambruknya jembatan penghubung Tenggarong-Samarinda membuat semua kendaraan harus memutar jalan lebih jauh 20 hingga 30 kilometer. Imbasnya pengeluaran BBM membengkak, dan diperkirakan mencapai Rp 2 miliar per hari. Belum lagi menghitung kerugian waktu karena lebih lama 45 menit hingga satu jam.

Mengutip dari Samarinda Pos, menarik walaupun agak miris kenapa mesti statment kerugian yang kamu wahai Ketua Apindo yang dikeluarkan. Atau mungkin dari medianya? ada dua sisi antara si Ketua Apindo dan medianya sendiri. Semua orang tahu pasti akan memutar, tetapi ada baiknya anda tidak mengeluarkan statment seperti itu.

Menurut saya ada banyak hal yang bisa menggantikan jembatan yang putus. Apakah itu? buatlah dermaga yang lumayan besar untuk menyebrangkan antara Tenggarong Seberang dan Tenggarong. Dengan membeli kapal Fery, Ro-ro atau apapun kapal yang dapat mengakomodir masyarakat menyebrang. Disini juga bisa menjadi lahan pekerjaan yang dikelola dinas Perhubungan, mengapa? lah dari menyebrangkan bisa menyerap sedikit tenaga kerja dan juga memberikan pemasukan dalam jangka panjang, walaupun jaraknya tidak terlalu jauh tetapi kalau dibuat pelabuhan rasanya secara jangka panjang juga jadi alternatif pilihan.

Itu menurut saya? menurut kalian?

One thought on ““Golden Gate-nya Tenggarong Tinggal Kenangan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s