[Tips] Memilih Tas Kamera


Ehem-ehem… Jumpa lagi bersama blog ini, ditengah ke seloan saya yang luput nggak datang ke acara @IDBerkibar dan gagal eksis untuk kesekian kali dengan teman-teman blogger dan penggiat social media movement. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat postingan baru. Apakah itu? Liat bawah gih.
Setelah mengikuti panduan memilih kamera digital, rasanya kurang pas kalau nggak tulisan mengenai tas kamera. Ibarat kata, tas dan kamera ini sepaket. Seperti jualan-jualan ditoko online gitu kan kadang ada yang jual kamera dengan embel-embel bonus tas. Ya walaupun harganya sudah masuk hitungan harga jualnya.

Apa sih yang perlu diperhatikan ketika memilih tas kamera? Pada dasarnya prinsip ada uang, ada barang itu memang benar. Ada harga ada kualitas, tetapi untuk mencari yang murah tetapi tidak murahan itu biasanya yang dicari para hobi fotografi dengan budget terbatas. Fungsinya tetap sama, untuk melindungi kamera saat berpergian.

  1. Ada harga ada kualitas.

Disini sedikit berbagi soal, harga dan kualitas. Mungkin kalau kalian bingung beli tas kamera bisa berselancar sebentar ke facebook ataupun kaskus dan juga bursa fn soal tas kamera. Disini banyak sekali produsen lokal yang membuat tas-tas kamera dengan model menarik dengan harga miring.

Contohnya tas kamera KW-nya merk National Geographic ataupun LowePro. Udah tahu merk tersebut kan? Nah kalau kalian perlu untuk gaya-gayaan tapi budget minim carilah tas KW dengan merk oke. Tapi jangan tanyakan kualitasnya, jangan samakan dengan yang asli.

  1. Pilih sesuai kebutuhan

Point yang ini yang paling penting sih, kenapa? Ya misalnya begini. Kamu baru memulai hobi fotografi dengan anggaran tidak terbatas. Nah kamu lebih baik sekalian beli tas kamera yang tahan air, tahan banting (baca: Pelican). Atau beli LowePro yang edisi sejenis, nah sebaliknya kalau kamu baru punya peralatan DSLR saja? Yasudah beli aja yang tas KW murah atau beli yang asli tetapi yang ukurannya pas untuk kebutuhan.
Terus kalau ada yang tanya, “aku mau pake tas kamera punggung aja sekalian, jadi kalau mau nambah perlengkapan lain nggak perlu ganti kamera gimana?”, mungkin saya jawab ya sono beli sendiri, toh kalau nambah juga masih setahun lagi. Nggak ribet apa? Pake tas punggung tapi isinya cuma kamera 1 body + 1 lensa kit dan flash. Kalau saya rempong aja, itu semua masih bisa saya jejelin di tas biasa yang disekat dengan sarung, dan spons.

  1. Yang hemat dan murah

Nah sekedar masukan aja ya, daripada kalian beli tas kamera KW atau produksi lokal (yang nggak recommended) ada baiknya mengamankan kamera anda dengan tas yang ada miliki sebagai tas kamera. Caranya cukup mudah, anda kan ngeh tuh sekat-sekat busa yang dimiliki oleh tas kamera. Tinggal mengadaptasi sekat-sekatnya saja ke tas yang anda miliki.
Bisa cari spon dengan ketebalan yang diinginkan, kemudian potong-potong sesuai ukuran tas. Kemudian masukan potongan spon tersebut ke tas, jadi deh. Eh tips ini diadaptasi dari teman-teman fotografer jurnalis. Kenapa? Biar nggak mencolok gitu. Soalnya kalau beli tas backpack kamera yang nggak mencolong agak mahal gitu deh, jadi diakalin aja. Jangan lupa kalau mau irit lagi, kamera dimasukin kedalam tas dengan balutan handuk agak tebal dan sarung. Jadi kalau keringatan bisa dipakai, atau mau sholat bisa dipakai sarungnya.

Sekian tipsnya, tidak semua produk lokal jelek. Tetapi prinsip ada harga ada kualitas itu tetap berlaku. Model boleh menarik, tetapi kalau bahan ecek-ecek sedangkan penggunaan kalian ekstrim (misalnya motret sambil lari-lari atau ngetril motor kan nggak mungkin beli ecek-ecek). By The Way saya juga pake produk lokal kok, tapi produsen recommended yang produknya digunakan fotografer jurnalis. You know lah?

9 thoughts on “[Tips] Memilih Tas Kamera

  1. I do accept as true with all of the ideas you have introduced in your post. They are really convincing and will certainly work. Nonetheless, the posts are very short for newbies. May just you please lengthen them a bit from next time? Thanks for the post.

  2. I’m not sure why but this website is loading incredibly slow for me. Is anyone else having this issue or is it a issue on my end? I’ll check back later
    on and see if the problem still exists.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s