[Tips] Memilih Hardisk


This slideshow requires JavaScript.

Pernahkah kalian mengalami kebingungan dalam memilih media penyimpanan untuk foto atau video? Mungkin bagi kalangan professional yang bekerja dibidang audio visual tentu sudah paham dalam hal memilih media penyimpanan (storage).

Setiap storage memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, dan terkadang prinsip ekonomi (ada harga, ada kualitas) juga menjadi pegangan dalam memilih storage untuk menyimpan arsip foto, video atau masih banyak lagi.

Disini saya ingin berbagi pengalaman mengenai media penyimpanan digital, ada banyak jenisnya dari hardisk, flashdisk, atau disket (yang ini lawas banget), dan masih banyak lagi. Sedikit aja pengen ngajak nostalgila, sekitar tahun 2005an awal berapa sih harga flashdisk yang ada mp3nya? 128MB diharga 200-300ribu rupiah. Karena pada awalnya teknologi penyimpanan digital masih cukup mahal, sama halnya staterpack operator selular (sekitar 100ribu-150ribu) saat itu simcard masih berkapasitas 32Kb (saat ini sudah sampai 64Kb). Bingung kan? Masak mau njelasin milih media penyimpanan digital aja kudu flashback dulu. Ya soalnya itu biar anak-anak muda tau ceritanya aja sik, kasian begitu dia mbrojol udah ditawarin sama bokapnya Tablet 32GB dan nggak tau cerita betapa mahalnya flashdisk jaman dulu.

Hardisk ada yang 2.5” dan 3.5”, bedanya apaan sih? Ya itu ukurannya beda, kebanyakan hardisk portable menggunakan yang 2.5”, untuk jenis ini juga digunakan pada hardisk komputer jinjing atau notebook atau bahasa tukulnya laptop. Hardisk dengan ukuran 2.5” ini secara pribadi saya tidak menyarankan berukuran besar misalnya 1TB keatas, kenapa? Ya kalau misalnya hardisk tersebut rusak, yang menyebabkan piringannya tidak bisa terbaca pasti kalian bakal sedih sekali. Terutama kalau isinya data-data client, atau kerjaan. Boleh sih pakai hardisk portable yang 2.5” diatas 1TB, tapi disarankan kalau ada uang beli sekalian yang sudah berteknologi SSD(bukan piringan).

Kalau mencari hardisk portable dengan ukuran 2.5” harga, besar kapasitas, dan kebutuhan. Kalau kebutuhan kalian hanya untuk nyimpan foto-foto narsis, kemudian dipakai sebagai storage film-fim, apalagi film bokep ada baiknya pilih aja yang murah-murah. Jadi ketika suatu saat kalian mengalami trouble dengan hardisk tersebut, nggak sedih-sedih amat lah.

Hardisk 3.5” ini hardisk dengan ukuran agak gede, berat, keliatan tangguh. Dan kalau dibikin hardisk portable bakal merepotkan penggunanya, dan memang nggak disarankan untuk dijadikan hardisk portable juga sih. Tetapi kebanyakan hardisk ini digunakan sebagai hardisk backup, dimana file-file yang disimpan di hardisk ini tidak terus-terusan dibuka dan diakses. File yang sudah masuk, sudah rapi dengan folderisasi sesuai tanggal, peristiwa atau apapun pembagiannya. Oh ya! Sedikit masukan, kalau milih hardisk yang besar ini carilah merk Fujitsu yang dari Jepang sono noh. Entah mengapa kebanyakan teman menyarankan merk ini.

Oh ya simpel banget ya? Tambahan deh, sekarang kan udah ada flashdisk berukuran ya 8GB atau 16GB lah. Hal ini sangat membantu banget, kalian nggak perlu sering-sering bawa hardisk portable kemanapun kalian pergi. Cukup bawa flashdisk berukuran 16GB pun, sudah cukup untuk mengcopy file-file penting dan file berukuran besar seperti video atau foto. Malah flashdisk 8GB saya jadi gantungan kunci motor, biar nggak keselip kunci motornya.

Nah! Bagi kalian yang sering lupa bawa file-file penting, memang disarankan untuk kenalan sama yang namanya cloudstorage. Ya sejenis penyimpanan file diawan-kan namanya cloud­– ya media penyimpanan berbasis jaringan internet, biasanya file yang disimpan berukuran kecil sekian belas atau puluh MB. Yang dapat kalian akses dari manapun selama ada internet, dan memudahkan nggak takut file kena virus gara-gara cabut colok flashdisk dari satu laptop ke laptop lain. Atau filenya hilang bersama hilangnya flashdisk kamu.

Sudah gitu aja? Oh ya sebenarnya masih banyak lagi media penyimpanan digital yang lain. Saya juga menggunakan kepingan CD, DVD, ataupun dual layer untuk memback-up beberapa file yang saya anggap penting. Seperti foto/video konser, pernikahan, terutama on duty job. Yang sangat penting, karena saya bertanggung jawab atas file-file tersebut suatu saat kelak mereka membutuhkan. Saya cukup bilang “wani piro?” (rentang waktu diatas 10 tahun)

Sudah pernah mengalami memformat hardisk gara-gara kena virus? Maka dari itu sering-seringlah membackup file ke kepingan disk(DVD/dual layer) secara kontinu, apalagi kalau antivirus kamu gratisan, dan bukan MacOS. Sedikit tambahan, jangan paksa hardisk kamu menyimpan file secara maksimal. Contohnya kamu punya hardisk 500GB, jangan diisi sampai penuh. Sisakan 20% dari kapasitas hardisk itu agar tetap kosong dan jangan diisi sama sekali, gunanya ketika something trouble memudahkan saat recovery. Ini hanya sekadar saran lho, kalau hardisk kamu isinya cuma film-film yang nggak penting atau bisa kamu copy lagi kamu penuhin hardiskmu sih nggak masalah.

2 thoughts on “[Tips] Memilih Hardisk

  1. ngomong-ngomong tentang hard disk, baru beberapa hari yang lalu saya berhasil menyelamatkan data-data di hard disk saya yang tanpa sengaja dan dengan cerobohnya keformat…yang saya sayangkan adalah kehilangan foto-foto yang banyak di HD itu, untunglah bisa di recover..
    cuma ada beberapa foto yang bisa diselamatkan, tapi gambarnya malah seperti kebakar gitu….😦

    1. @muamdisini – maaasss muaaam… apa kabar Samarinda?? katanya wingi datang pas BAD yak di Plaza Mulia?😀 hehe
      ngomong-ngomong soal hardisk sya sudah dua kali kehilangan dan nggak bisa diselamatkan data-datanya :(((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s