[Opini] Yang #TerlaluSerius Soal Macet


Nah ditengah-tengah ramainya perubahan Term of Service sebuah jejaring yang bernama Instagram, yang kalau dibahas ra uwis-uwis. Ya karang situ fotonya yakin banget bakal dicomot sama Instagram? Ya mending nggak usah upload foto kan beres? Why you must  seriously until delete Instagram account?

Ya ditengah riuh rendah soal diatas, sepertinya kita acuhkan dulu. Toh isi Instagram saya foto biasa, yang mungkin orang lain bisa mengambil dengan resolusi dan kualitas lebih baik. Ada yang menarik akhir-akhir ini, mengenai gebrakan Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok soal bagaimana memecahkan persoalan Jakarta pada Bab “Kemacetan lalu lintas”.

Disalah satu pernyataan pak Jokowi saya sepakat, “kalau kita membangun tol dalam kota, sama saja mendukung semakin banyak kendaraan yang lewat. Saya tentu menolak tol dalam kota” Yah kira-kira begini quote Alumni Fakultas Kehutanan UGM ini. Membuat jalan tol dalam kota bukan solusi kemacetan Jakarta jangka panjang, pembangunan jalan tol dalam kota malah sebuah konspirasi antara industri otomotif dan pihak terkait pembangunan jalan tol. Karena ketika kalau saja jalan tol dalam kota dibangun, para pengguna mobil pribadi semakin berpikiran “yaudah naik mobil aja, toh nggak macet-macet banget sudah ada tol dalam kota”.

Anggaran pengadaan bus Trans Jakarta ditahun 2012 ini pun bakal terealisasi diawal 2013, armada Trans Jakarta ditingkatkan 2 kali lipat dari saat ini. Dan peningkatan pengamanan soal sterilisasi jalur trans Jakarta dari kendaraan pribadi. Nah beruntung 2013 semoga para pekerja yang ngelaju di Jakarta, bakal tidak perlu mengantri terlalu lama di Halte TransJakarta.

Sudahkah semua teratasi kemacetan lalu lintas di Jakarta? Nah! Sebenarnya bukan hanya di Jakarta saja yang mengalami kemacetan dijalan raya! Hampir disetiap kota besar di Indonesia juga terjadi hal yang sama. Jumlah kendaraan pribadi yang meningkat, yang dibanggakan oleh industri otomotif. Tanpa adanya kesadaran pemerintah untuk menyediakan fasilitas transportasi umum yang layak. Ya mereka mikirnya lebih baik jualan daripada investasi infrastruktur kali ya?

Tunggu! Pastikan kalian sudah mengunduh artikel ini (Kebijakan road pricing untuk mengurangi kemacetan lalu lintas) Sebuah tulisan dari Pak Prasetyo Hatmodjo. Jeng jeng jeng (sound fx).

Sudah mengunduh? Dan dibaca dengan seksama, sekarang kesimpulannya adalah kurangi menggunakan kendaraan pribadi kalau tidak perlu-perlu amat, dan beralih ke transportasi massal, jadi nebengers, naik sepeda (kalau jaraknya memungkinkan), atau jalan kaki (yaelah ke supermarket yang jaraknya 500 meter aja naik motor)

Tulisan ini sekiranya #terlaluserius, ya setidaknya saya berlatih nulis serius seputar skripsi. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s