[Review] Mic Nonsha NA-Q7


Setelah sekian lama tidak update blog, mungkin kali ini saya menyempatkan untuk sedikit waktu. Akhir-akhir ini dunia sinematografi, pelan-pelan sudah beralih dari media camcorder ke video DSLR. Walaupun ada beberapa bagian ketika produksi film tetap menggunakan camcorder tidak dapat dengan DSLR.

Kelemahan DSLR terletak pada kemampuan rekam suara, mic internal DSLR kualitasnya standar dan mungkin kalau dibilang jelek juga tidak. Toh sejauh ini saya puas dengan audio bawaan kamera 7D saya. Sehingga produk audio tambahan untuk DSLR menjadi pilihan yang tepat.

Saat ini mic tambahan untuk DSLR semacam kebutuhan wajib, bagi yang seseorang didunia sinematografi. Tinggal menyesuaikan kebutuhan, yang bagus atau yang cukup bagus. Ada merk sudah terpercaya seperti Senheisser, Rode, atau merk-merk lain. Sedangkan dipasaran sekarang banyak merk kelas 2, dengan jauh lebih murah tetapi tentu kualitas tidak bisa disamakan.

Pangsa pasar di Indonesia soal mic ini, tetap memilih murah bukan soal modelnya mirip dengan merk yang asli. Saya membeli sebuah mic DSLR bermerk nonsha, secara tampilan fisik mic ini mirip dengan mic Rode (tipe sekian). Nonsha ini berbasis mic kondenser. Disini sedikit saya ingin memberikan review singkat mic ini.

Yang namanya mic tambahan sudah tentu kualitasnya lebih baik, tetapi membandingkan antar mic tambahan mungkin kualitas serta karakter suara yang dihasilkan berbeda. Mengapa demikian? hal ini tergantung dari kualitas mic, serta komponen yang digunakan.

Kualitas mic yang dimiliki MD10.000 bagus, sayangnya jarang sekali ada yang menjual terpisah. Selalu dijual bersama kameranya, kalaupun ada harganya menengah. Sedangkan nonsha yang saya gunakan, menurut saya masuk kategori mic tambahan yang cukup bagus. Untuk digunakan indoor ataupun outdoor. Inget, kan ada kategori cukup bagus dan bagus.

Cukup bagus untuk dibandingkan dengan kenwood, capdase, atau yang lain. Sayang bentuknya yang besar mirip rode ini, menurut saya cukup mencolok dan mengurangi keleluasaan ketika bergerak dalam merekam. Sedangkan kemampuan untuk mengambil suara sekitar (ambience) cukup baik, dan fungsi wind screen cukup efektif. Walaupun tetap mic kondenser ini tidak dapat mengisolasi suara objek didepannya (berjarak 1 meter) dengan suara sekitar ramainya jalan raya. Entah mic kondenser apa yang bisa mengisolasi seperti itu? kecuali mic-nya didekatkan ke sumber suara ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s