[Review] Canon EOS 7D


Juni 2010 tercatat dinota pembelian kamera ini, mungkin tidak terlalu terlambat ketika ingin menuliskan review singkat mengenai produk ini. Kamera semi-pro yang keluar pertengahan 2009, hingga kini masih bertengger pada beberapa toko penjualan dan dilapangan juga banyak yang menggunakan.

Canon 7D, salah satu kamera semi-pro yang sudah didukung kemampuan merekam video berkualitas HD menjadi pilihan tepat. Kali ini daur kamera ini agak lama, karena ketika 7D release tidak jauh dengan 550D, 50D, dan sebelumnya sudah ada 5D mk ii. Yah kira-kira begitu masanya yang keluar, teman saya masih menggunakan 50D-nya, 5D mk ii pun malah menggantikan second cam ketika produksi film atau iklan (TVC).

Kamera bersensor APS-C dan didukung teknologi digic 4 ini mempunyai kemampuan mengolah gambar yang cukup baik. Sebuah lompatan teknologi yang keren banget, dari digic 2, jadi 4. Tercatat saya memiliki Canon 400D, ditahun tengah tahun 2008. Ketika membandingkan keduanya sangat jauh, tentunya kelasnya sudah berbeda. Tetapi dengan teknologi image-processing alias CPUnya kamera ini lebih canggih otomatis kemampuan mengolah warna, juga noise reduction yang handal (pada ISO 1600 pun aman)

Kemampuan membuka shutter hingga 8 fps yang dibutuhkan oleh kebanyakan Photo Journalist didukung dengan handling yang cukup mantap dikelasnya. Yang menarik dikelas ini, 7D sudah didukung kemampuan body kamera yang sudah weatherproof pada body full Magnesium Alloy membuat kamera ini agak berat, tapi nggak masalah lah.

Kamera 7D ini sudah sering saya gunakan motret dikondisi yang agak ekstrim, terhitung sejak kamera 400D istirahat masuk museum (dry box). Kondisi ekstrim sudah tahu kan? Dipakai saat panas-panasan dilapangan, kemudian kadang dipakai motret saat kondisi gerimis. Saat melihat sela-sela kamera ini, saya yakin memang weatherproof nggak cuma tulisan tapi emang beneran. Ya motret dipantai pun saya berani, walaupun setelah itu saya lap dengan kain lembab untuk menghindari efek percepatan korosi terkena angin laut.

Tercatat dalam selayang pandang juga teman-teman PhotoJournalist di Jogja juga menggunakan kamera ini, ya mungkin kemampuan countinous kamera ini yang tinggi. Mungkin seharusnya saya menuliskan review ini ditahun 2011 atau pertengahan 2012. Tapi rasanya kalau ditulis tahun itu semacam jadi “tulisan berbayar” yang nggak dibayar Datascript. Berhubung sudah banyak yang pakai kamera jenis ini tidak menjadi soal, bukan begitu?

—— update—–

Tambahan setelah saya ngobrol dengan Andry Susilo, dia bertanya ke saya “menurutmu apa sih kelemahan 7D ? ” dasarnya ketika dibandingkan dengan setingkatnya dengan 50D ataupun 5d mk ii, relatif sama 50D belum wheatherproof sedangkan 7D sudah dan 5d mk ii sudah full frame. Tetapi ketika dibandingkan dengan 60D, sudah jelas kalah kemampuan pengolahan gambarnya. 60D sudah didukung dengan teknologi digic IV (versi perbaikan), dengan teknologi yang memproses gambar sudah tentu lebih baik. “Nah kalau soal ISO, menurutmu 3200 gimana tuh 7D ?” lanjut Andry tanya, ya saya jawab remuk. Walaupun gambar dengan high ISO kategori remuk(jelek,rusak) itu berbeda-beda, adakalanya orang tersebut memang butuh mengambil moment walaupun harus dengan ISO tinggi pun tidak jadi soal. Toh sejauh ini saya juga jarang motret menggunakan ISO 3200, pernah sih itu pun hanya coba-coba untuk mengetes kualitas noise yang dihasilkan 7D dengan ISO tinggi.

Foto penampakan penggunaan ekstrim menyusul, tapi kalau penampakan kamera saya ada dipostingan sebelum ini.

4 thoughts on “[Review] Canon EOS 7D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s