Deactived Lagi – End


Jeng Jeng Jeng!!!
wah mesti pada cringe, kaget, trus shock. Anak twitter yang kenal akun fotodeka mesti langsung merasa, “Nah iya kan bener fotodeka punya alter” atau “nah kan ngaku jugasi fotodeka” . Oke sebelumnya jauh sebelum fotodeka reborn, dulu juga ada akun alter kok. Cuma kalian aja yang baru ngeh, toh warga twitter Jogja yang gak kenal banget tapi seolah-olah kenal trus mengiyakan spill-spill-an yang mengarahku di bulan Juli 2019. Hingga kini nggak perlu kutulis spill balasan ataupun pembenaran kata mantan temenku. So? aku santai aja, aku nggak merasa merugikan anda-anda semua. Kecuali pacarnya yang ngespill aku, mulai belajar konten tweet yang memancing engangment dua tahun belakangan ini. Sorii to say ini kutulis tanpa mention akun yang kumaksud, kalian bisa menelusuri-nya sendiri di linimasa menggunakan custom search twitter pada Juni/Juli 2019.

Pertama Kali Deactived

Pertama dulu banget sudah pernah deactived akun twitter @fotodeka . 2011 pernah blunder? iya. Kuakui dong, mosok ngeles ada tiga postingan ditahun 2011 mengenai akun fotodeka aku deactived. Pada postingan kentang pertama disini , kemudian berlanjut ke dua disini . Sudah ya …

Oke dulu kenapa deactived akun fotodeka? sederhana, Saya tahu banget jumlah pengguna Telkomsel di kota Jogja bersaing tipis dengan Indosat kala itu. Dan tentu Mahasiswa dan kebanyakan teman yang kukenal jarang sekali menggunakan Telkomsel. 2011 ada campaign dari Telkomsel, dimana buzzer-nya bukan pelanggan Telkomsel walaupun notabene pengakuannya pada saat campaign digital mendapat perdana telkomsel siap pakai. Who’s know? Mungkin tahun 2011 , yang terlibat ada akhirnya terkonversi menjadi pelanggan Telkomsel. Jadi aku cukup visioner menyenggol Campaign Digital tersebut, sedangkan kalian yang merasa ikut serta dan baru pindah ke Telkomsel tahun ini. Maka jauh lebih visioner saya,

Apakah ini pembenaran? terserah kalian, toh aku hanya menyajikan opini sama halnya kayak akun twitter penggiring opini di Samarinda. Opini jika didebat berlanjut di twitter nggak selesai-selesai, nanti yang ada logical fallacy . Tapi asik juga kalau debat di twitter kalau menguasai data, informasi dan trik ‘sesat pikir’ . Setelah itu pun aku masih baik-baik saja, kumpul-kumpul dan ngobrol sama temen-temen yang terlibat di campaign Telkomsel itu. Tanpa membahas sing mbiyen-mbiyen, maaf emang culture e Jogja lebih oke sih.

Kedua Kali Deactived

Nah baru saja aku memutuskan untuk benar-benar tidak menggunakan akun twitter @fotodeka , tapi kalian bisa simak kolom mentionnya. Terutama pada hastag #DWI48 yang diramaikan ditahun 2012. Jadi gini, kalau temen-temen tahu ramai-ramai dilinimasa dibulan Juni 2019. Dari salah satu akun twitter ber followers diatas 20K , dimana yang follow mereka sebenarnya kenal beneran riil, ketemu, ngobrol, diskusi, nongkrong, dan sebagian dari followers doi adalah temen-temen dikampus. Mengingat saya kenal di Jogja, perempuan yang sudah janji aku gak menyebut nama.
Percayalah, nggak akan kusebut kok. Cuma bisa kusebut mantan teman. Dan percayalah wahai mantan teman, pillow talk kala itu akan tetap menjadi rahasia, foto bareng pun sudah aku hapusin. Mengingat buat apa disimpan, dan andai kata saat itu 2019 aku memaksa menghamburkan arsip digitalmu yang kusimpan pun itu menurutku justru nggak elok. Nggak apa-apa itu panggungmu kok.

Ketiga Kali Deactived

Ditahun 2020, kali ini aku benar-benar memutuskan untuk mematikan akun @fotodeka . Caranya sederhana, email dan nomor ponsel yang ditautkan pada akun twitter @fotodeka sudah aku pindahkan. Kebetulan ada email nganggur bukan untuk platform media sosial, sudah kupindahkan. Tentu linimasa sudah aku unduh karena twitter memiliki fitur download arsip akun kita sendiri, lumayan besar juga ukuran file backup dari akun twitter @fotodeka sekitar hampir 4 GB. Sudah habis satu flashdisk sendiri mah akun twitterku.
Apakah aku akan aktif lagi dengan akun @fotodeka ? tentu tidak, lah wong kalian lebih suka akun anonim, gak jelas, dan absud. Maka sebenarnya kalian emang lebih suka bukan akun yang personil, kalian lebih suka akun anonim, pseudonym. Terbukti, kalian doyan follow dan interaksi diakun aku yang bukan fotodeka. Makannya aku lebih baik tanpa akun fotodeka.

Nah! buat kalian-kalian yang nimbrung di thread di tahun 2019 dan 2020, bakal aku kasih respon disini. Lighting Engineer Gratis Samarinda ? Marwah Kota Samarinda ? mungkin kamu, kalian tidak bisa membedakan mana yang teks mengarah personal mana yang tidak. Walau notabene anda cukup lama bekerja di Media di Samarinda.
Ya sebenarnya kalian jangan mudah tersinggung gitu, ntar aku bakal ada cerita mengapa dan mengapa. Apa yang aku pikirkan mengenai kota Samarinda beserta industri kreatif-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.