Freelance Photographer

Latest

[Event] Ngobrol Bareng Dewi Lestari


Yogyakarta (14/01), disuatu sore yang selo. Salah satu tempat makan bernama dixie didaerah Gejayan (Affandi), tampak penuh antrian pengunjung dibawah. Sekitar pukul 15.00 dari luar parkir motor sudah hampir penuh, dan juga tampak gerombolan anak-anak muda Jogja datang ke Dixie. Ada apakah? usut punya usut rupanya ada acara Meet and Greet dengan Dewi (Dee) Lestari, acara dengan tema “Ngopi Sore Bareng Dee – Ngobrol Bareng Dewi (Dee) Lestari” yang diadakan oleh Bentang Pustaka.

Tampak antrian berduyun-duyun mungkin para fans mbak Dewi Lestari, saya pun segera naik ke atas. Saya yakin kalau mbak Dewi Lestari datang bakalan membludak sekali. Tercatat lebih dari 200 orang yang hadir di Dixie, woyo? ramai sekali lho… beruntungnya saya setelah bertemu dibawah dengan mas Gundhi langsung naik untuk cari tempat duduk yang pas. -karena feeling gue saat itu pasti bakal berdiri-

Akhirnya setelah naik keatas, saya pun mengambil posisi yang nyaman. Beruntung ada beberapa kursi kosong, yah daripada saya berdiri kan mending duduk sambil menunggu mbak Dewi Lestarinya datang. Sambil menunggu saya pun menebar pandang, karena saya yakin saya salah satu orang cengok yang ke Dixie sendirian. Dan ini terbukti lho, karena teman-teman yang saya temui di Dixie sendiri mereka datang kesini nggak sendirian. #ealah

View More Post

[Project] – Rumah Sakit JIH

Disuatu kesempatan saya diajak oleh teman saya untuk memotret profile Rumah Sakit JIH (dulunya Jogja Internasional Hospital), saya langsung mengiyakan ajakannya. Sebenarnya ini projeknya mas Dewa, untuk membuat kalender 2012 kebutuhan JIH. Foto-foto ini diambil pada November 2011. Saya langsung mengiyakan karena saat itu memang lagi tidak ada sambilan yang menyita waktu. Akhirnya mengiyakan, setelah itu bertemu untuk di brief konsep dan keinginan foto yang dimaksud. Seminggu sebelumnya saya di brief, untuk kemudahan pada saat pemotretan. Tetapi sebenarnya saya mengerti karena ini memang project untuk Produksi Kalender, akhirnya saya melaksanakan tugas sesuai brief. Yaitu untuk kalender Rumah Sakit JIH.

Saya kasih oleh-oleh deh hasil jepretan saya, saya sangat tertarik pada interior photography dan architecture. Dan inilah yang mendasari saya mengiyakan tawaran mas Dewa untuk membantunya.

Perlu diketahui untuk memotret interior atau memotret didalam ruangan membutuhkan cahaya yang tepat, terutama mood untuk mendapatkan hasil yang diinginkan client. Sayangnya karena project ini terbatas, saya tidak bisa mengeksplor semua kemampuan. Ada keterbatasan wilayah kerja dan juga waktu, pastikan anda mengetahui wilayah kerja anda sampai dimana. Apakah anda ditugaskan untuk memotret dengan menggunakan format mentah (RAW/NEFF) atau hanya JPG saja? kemudian juga pastikan battery kamera anda terisi penuh dan juga CompactFlash anda dalam keadaan kosong.

Saat memotret ini saya menggunakan lensa lebar 10-22 USM Canon, untuk mendapatkan gambar didalam ruangan dengan mudah. Dan pastikan membawa tripod, dan juga flash (Speedlite 430EX II) pastikan battery terisi penuh. Saya menggunakan flash didalam ruangan untuk mendapatkan mood cahaya, dan beberapa untuk fill-in objek yang membelakangi cahaya.

This slideshow requires JavaScript.

Trip Goa Songgilap

Disuatu hari yang selo saya jalan sama Putro ke Gunung Kidul yang niatnya adalah main ke salah satu Goa didaerah Gunung Kidul. Kebetulan kami juga nyamperin local hero dadakan, yaitu nita yang juga aktifis Animals Friend Jogja(AFJ). Selamat menikmati video singkat di Goa Songgilap, pelajaran berharga disini adalah masih saja ada bantuan dari asing yang tidak dirawat dengan baik oleh pemerintah sekitar, setidaknya warga desa tersebut. Contohnya pompa air yang digunakan untuk menarik air dari sumber air di goa Songgilap, dari pembangkit listriknya yang bertenaga surya raib, dan juga sampai pipa-pipa besi hingga pompa pun hilang. Sedangkan yang tersisa bekas bangunan kantor, tiang untuk menyangga pipa, bak penampungan sementara.

[Tips] Memotret Saat Hujan

Pastikan anda siap untuk menghindari cipratan airnya

Aha! Sudah cukup lama saya nggak posting “sesuatu” yang mungkin agak serius. #eh tapi yang kali ini pun nggak serius-serius amat kok. Cuma pengen berbagi tips dan pengalaman memotret, setidaknya sayang banget kalau ada pengalaman nggak dibagi. Biarlah yang lain juga belajar bersama… -sambil niup terompet-

Pada bagian ini saya ingin berbagi tips memotret dalam kondisi hujan, atau lebih tepatnya kondisi disaat anda mau motret disana lagi banyak percikan air. Entah air dari langit(hujan), air dari selang pemadam(kebakaran), atau mungkin juga dari watercanon punya polisi. Yang jelas motret dalam kondisi cipratan air, bukan dicelup kameranya kedalam air lho ya. Kalau dicelup kedalam air mah lain cerita, itu namanya underwater.

Yang merujuk dari artikel asli National Geographic dan ini. Saya sih pengennya share tips berdasarkan pengalaman pribadi. –sok bener banget saya?- Nah! Kalau saya ngasih tips yang bener kayak artikel diatas ntar jadinya ya sama plek dan nggak asik.  Makanya menulis tips sesuai pengalaman hidup. #eh *edited link-see the comment*

Yuk lihat lebih lanjut

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 483 other followers