Judulnya serem amat ya???
cuma mau ngasih tahu aja sih
kalau saat ini kita udah pindahan kesini -> fotodeka.com
Untuk alasan lebih lanjut ya nanti deh kita ngobrol-ngobrol lagi disini
Latest
We Are Move Out
[Review Canon EOS-M] Si Mungil yang Handal
“mas, kamera apa sih yang hasilnya bagus dan ringkas” tanya Ayah yang lcd kamera sakunya beberapa bulan lalu rusak setelah dipakai si mbak.
Sambil berpikir beberapa saat, saya menjawab ”Canon ada ngeluarin kamera baru tuh yah, bentuknya ringkas dan lensanya bisa diganti” jawab saya sambil membuka laman review EOS-M.
Selang 3 bulan dari percakapan diatas, akhirnya ayah saya membelinya. Sekali lagi, ini bukan postingan berbayar lho. Tapi sepertinya membahas kamera sangat menarik bagi saya, setelah sebelumnya dapat kamera mirrorless anyar pinjaman mas Gumilang. Kali ini saya mencoba EOS-M punya Ayah saya.
Ya beruntung saya akhirnya bisa mencoba kamera mirrorless besutan Canon ini, secara bentuk fisik kamera ini sangat tidak mencolok dibanding DSLR. Tentu dengan kualitas gambar yang mungkin dapat diadu dengan Canon 550D atau 600D lah ya, jangan dibandingin sama 1100D ya soalnya agak njomplang kalau sama EOS-M.
Kita mulai melihat fisik EOS-M ini ya kawan, secara tampilan kamera mungil ini seperti kamera saku dengan kemampuan DSLR. Tidak membuat orang ’shocked’ ataupun malah justru dikira kamera ecek-ecek sama Fotografer atau client yang nggak ngerti kamera. Ya nasib lah ya.
Masuk ke fitur-fitur yang dimiliki EOS-M ini, tampilan menu utama mudah diakses. Tombol dan scroll disisi kanan yang memudahkan pengguna juga bukan menjadi masalah, tentunya adaptasi untuk menggunakan kamera ini juga tidak memakan waktu lama.
Untuk kualitas gambar EOS-M sendiri memiliki tingkat ketajaman yang baik, walaupun tone warna default-nya sendiri tidak bisa disamakan dengan Sony NEX yang notabene mengembangkan mirrorless lebih dulu dan juga Fujifilm. Ya soalnya saya pakai picture style normal sih saat menggunakan kamera ini, nggak tau kalau harus saya custom dulu gitu.
Dengan dibekali kemampuan merekam gambar dengan format RAW dan juga video full HD, sudah cukup untuk penggunaan harian, travelling, ataupun hanya sekadar hobist. Mengapa format RAW? Ya kali-kali aja butuh diedit lebih banyak kan memudahkan digital artist-nya untuk mengolah.
Beberapa kelemahan pada EOS-M nih, ada baiknya disimak baik-baik. Karena saya juga mendapat masukan dari teman yang sudah menggunakan EOS-M juga. Mungkin hal yang paling utama adalah sistem auto focus yang masih dianggap lambat dibanding Sony NEX, dan konsumsi baterai juga cukup boros. Ada baiknya aktifkan auto standby 5 atau 10 detik, untuk mengatasi baterai yang boros sebenarnya bisa membeli baterai cadangan satu atau dua buah sih. Beres toh?
Sedangkan untuk kualitas noise yang dihasilkan cukup minim, ya soalnya gimana ya? Teknologinya udah DIGIC5 je, ojo dibandingke sama yang masih DIGIC3 ya kalau DIGIC4 masih bisa lah. Oh ya ini mirrorless, jangan sembarangan gonta-ganti lensa ditempat yang riskan lho. Nanti sensornya langsung nempel debu, karena fitur sensor cleaning pun kan terbatas. Inget! Jangan lupa beli blower alias yang buat nyemprot yang bentuknya kayak roket gitu lho.
Kalian penasaran hasilnya? Ya saya kasih hasil rekaman video saya, kebetulan pas balik ke Samarinda sekalian mendokumentasikan teman-teman Earth Hour Samarinda pas lagi ada public campaign gitu.
Foto Pilihan 2012
Dari sekian banyak foto, mesti ada salah satu atau beberapa foto paling baik dari yang baik. Dalam pemilihan foto terbaik tahun 2012 subyektifitas mutlak ada pada saya, ya saya yang milih dari stok yang ada kok. :P
Ada waktu dimana saya berlibur bersama Ayah dan Ibu saya, tetapi tidak mungkin memasukan beberapa foto. Sebuah foto yang membelakangi mereka menjadi pilihan saya, mewakili perjalanan hidup mereka dan short trip bulan itu. Serta ada beberapa foto konser, seperti foto ulang tahun Sheila On 7 yang ke-16. Foto ini mungkin tidak layak tampil, karena secara etika saya mencuri kesempatan. Tapi saya secara pribadi belum pernah menayangkan foto ini, foto group band ini tidak sedang beraksi bermain musik mereka. Justru ketika intermezzo antara tiup lilin dan sebelum menyanyi kembali, semua personil dipanggung beserta keluarga merakayannya bersama dihadapan ribuan ’Sheila Gank’.
Samarinda? Mengapa saya memasukan beberapa foto kota tersebut, saya tak ingin kita lupa bahwa perkembangan pemukiman warga secara tidak langsung distribusi air bersih juga harus baik. Awal 2012 kemarin Perusahaan Daerah Air Minum Samarinda sedang meningkatkan produksi air bersih mereka, termasuk pemasangan pipa yang berukuran cukup besar dekat in-take air baku. Dan salah satu sudut kawasan perdagangan di Samarinda, Citra Niaga yang berjaya di-era 80an sebentar lagi akan berdampingan dengan Hotel berbintang 4 yang rencananya disana juga akan ada pusat perbelanjaan.
Orangutan mengapa terpilih? Karena secara subyektif saya tidak ingin meninggalkan dia nggak masuk kedalam foto terbaik, karena motret dari dalam batas sewajarnya saya menjadi tidak enak hati sama Animal Keeper yang juga kenalan saya disalah satu LSM Orangutan. Ekpresi orangutan dewasa saat menikmati kelapa cukup menarik bagi saya.




